Thursday, August 27, 2026

Obrolan Pagi

Seusai mengantar anak ke sekolah, saya berangkat ke klinik Azzainiyyah untuk mengikuti senam dan taklimat dokter dalam kegiatan rutin Prolanis warga Nurul Jadid. Seraya menunggu cek tensi, saya mengajak Noval, mahasiswa Teknologi Informasi UNUJA, ngobrol

Meskipun belajar teknologi, lelaki asal Karanganyar ini menyukai sejarah. Di sela menjaga portal, mahasiswa semester 1 ini menekuri buku bacaan. Sebenarnya, ia berminat dengan pelajaran bahasa Indonesia. Sungguh, pribadi yang unik. 

Hakikatnya, hidup itu bermakna dalam setiap detik napas, karena kita lah yang melukiskan canvas. Dengan mengenal orang yang dekat dengan kehidupan kita sendiri, kita bisa memeriksa apa yang dicari kita sendiri dalam perjalanan ini. 

Tuesday, August 25, 2026

Sarawak


Saya bersyukur pernah melawat Sarawak. Di sini kami pernah naik kapal menyusuri sungai. Kegiatan Forum Sejahtera telah membuka cakrawala lebih luas tentang Malaysia.

Sayangnya, saya tak meluangkan waktu berkunjung ke Sabah, yang baru saja menggelar pemilihan umum. GRS menang. DAP yang sebelumnya memiliki 8 kursi menggigit jari. PKR hanya meraih satu wakil. Untuk pertama kalinya PAS memecah telur. 

Shafie Apdal tak dapat menjadi orang nomor satu. BN pun memilih bergabung dengan Hajiji agar bisa memastikan wakilnya tak melompat. Serumit apa pun politik di sini, partai lokal kuat. 

Apa pun, selamat. Politik itu alat. Kata Anwar Ibrahim, suara rakyat itu keramat. Mandat masih di bawah kendali PM ke-10 yang akan menunaikan 40% hak Sabahan sepenuhnya. Tugas perdana menteri begitu berat di tengah konflik kepentingan dari komponen koalisinya.

Maulid di Masjid Kami


Pak As'adi memberi tahu pelaksanaan acara Maulid melalui grup WhatsApp Rukun Tetangga. Tadi malam, kami menunaikan perayaan dengan penuh khidmat. Seusai maghrib, anak-anak, para remaja, ibu-ibu, dan bapak-bapak berbondong-bondong pergi seraya membawa kotak-kotak makanan. Tidak hanya itu, sebagian warga meletakkan buah di bungkusan untuk melengkapi suguhan. 

Abah Fauzan membuka acara dengan tawasul. Lalu, Pak Halim melantunkan selawat yang dilanjutkan oleh Pak Sururi. Pak Mushthofa menutupnya dengan doa. Anak-anak mengikuti bacaan pujian dengan riang. Di sela itu, Pak Jamal mencabuti uang yang ditancapkan pada batang untuk diberikan pada anak-anak. Demikian pula, Pak Sufyan mengambil balon untuk diberikan pada balita, yang menyebabkan mereka gembira alang-kepalang. Pak Joko dan Pak Boniman juga mengagihkan makanan pada hadirin. Semua yang hadir bahagia dengan caranya masing-masing.

Kala mahallul qiyam (momentum berdiri), saya merasakan "kehadiran" nabi, seakan-akan warga menyambut sang rasul. Kalimat ya jaddal hasan, ya jaddal hussain (wahai kakek hasan dan husein), membuat saya tertegun karena tragedi yang menimpa cucu ayah Fatimah ini melahirkan duka. Ada kesedihan yang menjalar. 

Tentu, perayaan ini akan menjadi kenangan yang abadi pada anak-anak. Mereka menyambut nabi dengan pujian, bacaan, dan doa. Di sini, silaturahmi, kedermawanan, dan syiar dimakmurkan. Masjid tidak hanya digunakan untuk ibadah (salat berjemaah), tetapi juga tarbiyah (pendidikan budi pekerti). 

Sepotong Sore

Setelah naik ke jok motor, Biyya tanya, "Can we go to Indomaret to buy coffee"?  "Yes, we can. Of course". Kami pun melaju dari depan gerbang sekolah. Penyuka Aurora tersebut memesan butterscotch latte. Saya tak menikmati minuman ini sore itu karena di pagi hari telah menyeduh kopi di rumah. 

Sambil menunggu, saya membeli salad dan membuka buku yang dibaca oleh Biyya bertajuk The Hundred Years' Warn on Palestine: A History of Settler Colonial Conquest and Resistance, 1917-2017. Rashid Khalidi membuka karangannya dengan kutipan "We are a nation threatened by disappearance" oleh 'Isa and Yusuf al-'Isa, Filastin, May 7, 1914.  

Dari judul dan petikan di atas, kita bisa membayangkan isi dari tulisan tersebut. Hingga hari ini, Gaza dan Tepi Barat diduduki oleh Israel. Meskipun ICJ telah menetapkan Netanyahu sebagai penjahat perang dan banyak negara mendukung negeri penyair Mahmoud Darwish, negeri bintang David itu tidak tergoyahkan. Di sela mendaras, saya berbagi salad dengan Biyya dan bercakap-cakap tentang isi buku. Karya ini hendak menyampaikan bahwa konflik ini bukan perang antara dunia negara, tetapi desain kolonialisme untuk menghapus eksistensi Palestina. 

Saya pun tak berlama-lama menekuri huruf karena harus memicingkan mata untuk membaca sebab tak membawa kacamata. Setelah mendapatkan segelas kopi, kami beranjak dari warung. Oh ya, mengapa saya membaca buku? Saya tidak bisa membuka gawai karena tidak ada jaringan wifi. 

Tuesday, August 18, 2026

Zip Zap Pop

Saya akan membelikan zip zap pop (made in China) bila kamu mau tarawih. Zumi pun sigap. Di masjid, banyak anak seusianya juga berada di sini. Seusai salat, kami pun pergi ke pasar Senin Ganding. Ternyata, kita menghabiskan banyak waktu untuk hal duniawi. Di sini, nilai-nilai ibadah bersifat etis, di mana seseorang ramah dan peduli pada orang lain.

Agama semestinya berpaksi pada akhlak.
 

Sunday, August 16, 2026

Haul dan Maulid

Warga RT 23 dan sekitarnya memenuhi undangan Pak Ghafur. Keluarga ini menggelar haul dan perayaan Maulid pada malam Sabtu, 13 Agustus 2026, pukul 18.00 WIB. 

Seusai salat magrib di masjid, saya dan Pak Dori berjalan kaki ke rumah tuan rumah. Di jalan, kami pun berjumpa dengan Pak De Warno yang juga datang ke kondangan

Di sana, kami membaca fatihah, Yasin, dan Tahlil (Kiai Ilman, lalu selawat dan diakhiri doa oleh Kiai Madarik.

Saturday, August 15, 2026

Nasi Minang

Seusai salat Jum'at, saya pun melaju ke warung Padang depan pasar Paiton. Istri dan Biyya memesan ayam. Sayur dan kuah dicampurkan ke nasi agar rasanya beda. Sementara, saya tidak memilih menu berbahan daging. 

Sebenarnya, di sekitar Paiton, ada warung lain, tetapi keluarga kami selalu meminta untuk membelinya di kedai depan pasar. Selera memang soal rasa. Sebelumnya, Biyya bilang bahwa ia ingin kikil, namun menu ini tak tersedia.

Dulu, saya merasakannya pertama kali di Sapen, dekat kampus IAIN (Sekarang UIN). Setelah itu, saya sangat menyukainya. Setidaknya, kami juga merasakan olahan asal Sumatera Barat ini di Kedah, dekat KMC tempat Zumi lahir. 

Obrolan Pagi

Seusai mengantar anak ke sekolah, saya berangkat ke klinik Azzainiyyah untuk mengikuti senam dan taklimat dokter dalam kegiatan rutin Prolan...