Pagi ini, saya mendapatkan pesan dari kurir bahwa paket telah diserahkan pada satuan pengaman kampus di pos. Saya pun bersegera untuk mengambilnya. Sebelum membaca ulang, saya membuat kopi agar mata ini melek untuk mengulik huruf-huruf dan foto-foto di akhir halaman. Buku lahir dari ikhtiar lahir, batin, dan intelektual Pak Ladang, nama sebutan penulis, Nasrullah Ali Fauzi. Pengalamannya sebagai staf di Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur menjadi pijakan untuk mengenal negara tetangga. Dengan mencatat kegiatan selama bertugas sebagai koordinator Community Service Learning, ia melihat dari dekat bagaimana anak-anak dari buruh migran mendapatkan kesempatan untuk belajar.
Pak Ladang menyadari bahwa keberhasilan berkat dukungan banyak pihak, dari pemerintah Indonesia dan Malaysia, dan tentu ini bisa dilanjutkan dengan mengintegrasikan CLC dan banyak lembaga pendidikan, termasuk pesantren, agar keberlanjutan tersebut bisa melestarikan pembelajaran.