Bening
Kejernihan adalah mula dari segala
Thursday, November 05, 2026
Mengurus Hati
Di bawah ini, saya melukiskan pengalaman mengikuti pengajian kitab selanjutnya, Syarh al-Hikam.
Mengurus Hati
Dalam pengajian Syarh al-Hikam, kami mengikuti bacaan Kiai untuk memahami pengertian kata, kalimat, dan meraih makna. Di halaman 30, kitab anggitan Muhammad bin Ibrahim ini mengulas soal hati. Inilah pusat yang menjadi penerang hidup manusia. Jika rusak, maka seluruh tubuh dan amal perbuatannya pun turut gelap. Uraian di bawah ini adalah pemahaman saya terhadap gagasan yang diterakan dalam kitab.
Kerusakan akibat kegelapan di sini disebabkan oleh banyak sifat-sifat tercela, yang setidaknya ada banyak prilaku yang menjadikan hati manusia keras, seperti sombong (ٱلْكِبْرُ), bangga diri (ٱلْعُجْبُ), dan pamer (ٱلرِّيَاءُ). Sifat terakhir ini ke belakangan sering muncul di media sosial dan televisi melalui pelbagai acara. Flexing, kata populer asal Inggris, sering didengar terkait kegemaran pesohor memamerkan hobi, rumah, dan mobil. Istilah yang lebih khusus untuk sifat ini dalam kitab tersebut adalah ٱلْمُبَاهَاةُ, pameran kemegahan.
Tentu, di era teknologi informasi, warga terpapar pada banyak godaan, baik material maupun hiburan melalui pelbaga sumber, seperti gawai dan televisi. Kini, ketenangan manusia tampak terlihat dari kegemarannya berselancar di lini masa untuk bertukar kabar dan menonton konten di TikTok, Youtube, dan Snack Video. Mereka memelototi layar selama berjam-jam tanpa tahu apa yang seharusnya dinikmati. Kegemaran ini bisa menyebabkan sifat buruk lain, yakni ٱلْغَفْلَةُ عَنِ ٱللَّهِ, lalai dari Allah. Betapa banyak orang memilih tetap memelototi telepon pintar kala azan berkumandang. Padahal ini adalah panggilan Tuhan.
Selanjutnya, pemenuhan kewajiban itu tidak menjadi satu-satunya tindakan yang dilakukan sebagai cara merawat hati, justru keimanan itu ditunjukkan dengan peduli pada orang lain. Meremehkan orang fakir (ٱسْتِحْقَارُ ٱلْفُقَرَاءِ) termasuk budi pekerti yang buruk. Tak pelak, nabi berdoa agar hidup dalam keadaan miskin, wafat dalam keadaan miskin dan berkumpul di hari kiamat bersama orang miskin.
Sementara, terkait dengan keadaan diri, sifat yang perlu dielakkan adalah cepat marah atau temperamental (ٱلْحِدَّةُ). Ini bertentangan dengan konsep emotional quotient (EQ), yang menekankan kecerdasann emosional. Untuk itu, di tengah tantangan kehidupan yang semakin kompleks, manajemen marah (anger management) mendesak untuk diajarkan pada generasi milenial, malah alpha. Anak-anak kini mudah meluapkah amarah hanya karena koneksi gawainya lambat atau tidak bisa mengakses internet.
Keadaan ini juga terkait dengan sifat lain, tergesa-gesa (ٱلْعُجْلَةُ), yang menyebakan generasi baru enggan melalui jalan panjang untuk meraih tujuan. Pelayanan serba instan, baik jasa maupun produk, turut menyumbang pada keinginan manusia untuk segera memenuhi hasrat dalam waktu yang relatif cepat, yang justru menjadikan hati ini keras (ٱلْقَسْوَةُ). Tentu, keadaan tersebut juga menimpa generasi tua yang juga tergelincir pada pemenuhan tujuan serba kilat.
Dari sekian sifat buruk itu, individu menghalangi dirinya untuk sampai ke maqam ‘ubudiyyah hingga ia membersihkan hatinya dari sifat-sifat tercela di atas. Alangkah absurd, kala ia melakukan ibadah salat, puasa, dan naik haji, tetapi masih menyimpan keburukan dalam batinnya. Betapa sia-sia!
Wednesday, November 04, 2026
Lailiyyah Syahriyyah
Dalam pengajian kitab ini, pak kiai mengajarkan kajian yang mendudukkan peserta setara dalam membahas etimologi, epistemologi, maksud (intention), logika, dan konteks dari karya ulama terdahulu. Satu sama lain bisa berbeda pandangan dalam membaca teks yang berimplikasi semantik pada makna.
Bila tidak disiarkan langsung, ini adalah ikhtiar agar adab al-bahts wa al-munazharah berlangsung terbuka, tanpa khawatir nenimbulkan kegaduhan. Kami hendak mengungkap kebenaran. الفاجر يؤيد الاسلام? Ini salah satu yang menimbulkan perbedaan kala itu. Saya pernah menulis opini Jawa Pos "Menimbang Politik Pesantren" berdasarkan amatan terhadap pengajian di atas.
Kiai Zuhri senantiasa mengedepankan etika berbahas. Beliau tak pernah menaikkan suara dalam berpendapat, karena dengan menyodorkan logika, gagasan jauh lebih bisa dicerna. Khalas.
Tuesday, November 03, 2026
Hujan
Kopi kuat lokal dan gula aren membikin mata menyala. Tak lama setelah membelek buku, saya membaca koran KOMPAS. Sekali-kali saya mengajak bercakap pelanggan sebelah, mahasiswa Hadis Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Asy-Syafi'i. Sungguh batas runtuh.
Wah, setelah sejam bersiduduk, hujan turun dengan sangat deras. Ini berkah. Saya merindukan hujan. Seharian ini saya melihat begitu banyak berkat dan kebaikan. Apa pun, ayah harus segera pulang
Monday, November 02, 2026
Menemukan Diri
Warung dan Renungan
Tentu, saya merenung di sela baca buku Nevid Reda & Yasmin Amin berjudul Islamic Intepretative Tradition and Gender Justice. Penjualnya adalah seorang perempuan, yang menjual kopinya dengan harga wajar Rp5000,00, sementara minuman serupa di Paiton Rp7000,00.
Bakwan dan tahu mengganjal perut. TV One News memberitakan mutilasi yang dilakukan oleh suami terhadap istri sirinya. Tak lama kemudian, ada seorang bapak tua menanyakan saya hendak ke mana? Mungkin karena ia melihat saya pakai batik dan sepatu, sehingga menawarkan tumpangan ojek online. Sebelumnya, saya memang telah mengaktifkan fitur Gojek di gawai.
Coba lihat apa yang dijual ibu ini! Hanya sebagian kecil yang dihasilkan oleh industri rumah tangga. Kebanyakan jualan diproduksi oleh pabrik besar. Tentu, penulisan charge dengan "cees" itu menarik sebab itu adalah bunyi. Mengapa ia tidak menulisnya cas saja yang memang baku?
Saturday, October 31, 2026
Agama di Pagi Hari
Wednesday, October 28, 2026
K Radio
Radio yang berdiri sejak 2016 adalah radio swasta yang menyasar kelas menengah atas. Tidak hanya itu, ia hendak menjadi rujukan utama untuk sarana informasi yang aktual dan akurat bagi pendengar. Namun demikian, ia juga menjadi ruang warga untuk mendapatkan hiburan dan maklumat, sesuai dengan slogannya hits music dan hot news.
Tadi pagi membuka radio ini yang memulai siaran dengan bacaan al-Qur'an dan lalu selawatan. Pas pukul 6 pagi, lagu kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan. Dengan cogan kata Sound of Knowledge, media ini cocok untuk warga kampus. Mengapa saya memilih radio? Karena saya bisa melakukan kegiatan membaca buku, membersihkan rumah, dan mencuci piring sambil menikmati informasi dan musik. Berbeda bila saya menyimaknya di gawai, saya tak bisa sepenuhnya kegiatan di rumah, karena distrasi menyebabkan saya terpaku ke layar.
Saya membayangkan radio ini juga menggelar program Bedah buku, Bicara Ilmu, dan kreativitas murid, siswa, dan mahasiswa, sehingga kaum terpelajar bisa memanfaatkan siaran untuk menyuburkan pengetahuan. Itulah mengapa saya menyambut baik K Talk, yang mengangat isu karya akademik terindeks Sinta. Tentu, ada banyak isu yang bisa dibahas dari banyak perspektif. Dengan memanfaatkan Zoom, kegiatan tersebut bisa dilakukan dan direkam sebagai konten di kanal Youtubenya dan bisa diakses kapan saja oleh pendengar.
Mengurus Hati
Mengapa saya mengikuti pengajian kitab kuning di musala pondok di pagi hari? Mengasah bahasa adalah menajamkan pikiran melihat hidup. Apa ya...
-
Pemilik buah catur hitam adalah Zumi. Untuk permainan kedua, adik Biyya ini memenangkannya. Dengan demikian, ia akan bermain lagi karena per...
-
Dalam perjalanan pulang dari sekolah, Biyya minta mampir ke pasar mini untuk membeli roti. Saya pun menunggu di warkop yang menyediakan empa...
-
Kami datang sebelum acara bermula. Pak Yuli mengundang warga untuk mensyukuri perkawinan anak lelakinya. Pak Sofi mengantarkan undangan pada...





