Saturday, April 11, 2026

Menjelang Kelahiran Zumi

Inilah satu-satunya buku yang saya bawa untuk menunggu kelahiran si bungsu di Kedah Medical Center. Alhamdulillah, pelayanan di sini prima. 

Kami bertiga gembira dengan kehadiran anggota keluarga baru. 

Semoga Zumi nanti membaca detik-detik dan suasana sebelum ia lahir. 
 

Kawan-Kawan Zumi

Zumi, Muhammad, Ruzbihan dan Bayat mampir ke rumah Muhammad (kiri) seusuai salat Jum'at. Mereka teman satu sekolah. 

Mereka tumbuh dalam tradisi yang sama, yang akan menjadi bekal nanti melihat hidup. 

Sekolah adalah ruang berbagi dan mengerti. 
 

Thursday, April 09, 2026

Belajar Bahasa

Apa bahasa Jawa dan Madura, "I am hungry"? Tanya Biyya. Kami berdua pun menjawab.

Aku ngelleh. Sengko' lapar. Bahasa Ibu anak adalah Melayu karena ia lahir di Pulau Pinang dengan dialek yang khas. Kakek angkat adalah seorang Tionghoa Malaysia yang mengajari matematika. Batas?

Makcik adalah orang Jember yang kawin dengan orang Tionghoa Malaysia. Kepergiaannya merupakan kehilangan karena dari tangannya Biyya jgua mendapatkan kasih sayang.

Kenangan


Ketika belajar di USM, kami tinggal di rumah flat, lantai 13, Bukit Gambir. Tetangga depan adalah pakcik dan makcik yang menjadi orang tua angkat kami. Biyya tampak bahagia bisa bertemu dengan neneknya. Pulau Pinang penuh kenangan. Makcik Sri dan Pakcik Yusuf menjemput kami di rumah sakit umum daerah kala Biyya lahir. Kami merasa memiliki keluarga di tanah seberang.

Kenangan

Kami bersama Pak Adrian Budiman dan dosen-dosen tamu UUM dari Amerika dan Jepang sedang makan siang di Thailand, yang hanya berjarak hitungan menit dari kampus dalam rimba ini.

Di sebelah saya, Ken, adalah dosen yang hangat. Di samping Pak Adrian adalah Rie Nakamura yang begitu menikmati makan siang bersama.

Setiap keluarga memiliki ingatannya masing-masing. Meskipun berbeda kami bisa bersama di meja makan.

Kebiasaan


Ia lahir di Pulau Pinang. Penikmat Aurora ini pertama kali belajar Iqra' di Kedah, termasuk membaca Latin di Prasekolah Smart Reader Kid. Setelah itu, penyuka jazz ini belajar baca novel pada Ms ガレリ ヌードス di UUM IS, yang berlanjut sehingga hari ini.

Sekarang, penyuka lagu Ramlee telah membaca Qur'an besar sebagaimana teman-teman sebayanya. Di sekolah mereka juga terbiasa dengan salat berjemaah.

Kebiasaan adalah watak kita. Keseharian adalah wujud pikiran kita, bukan?


Makna Kata

Ketika membahas naiknya nabi ke langit, "sidratul muntaha", Biyya menukas "it does not make sense". Lalu, saya menimpali bahwa ia bisa bermakna simbolik, bukan literal. Ia pun paham karena teman-teman sekelas dulu di UUM IS sering melafalkan "literally" dalam sebuah percakapan.

Pelan tapi pasti, Biyya dan temannya akan berpikir pada aras kritis, di mana kata memiliki setidaknya dua arti, yakni dasar dan relasional. Dengan menghadirkan banyak pandangan, mereka akan menelusuri jalan pikirannya sendiri seraya menimbang pikiran orang lain.

Akhirnya, masing-masing menjalani apa yang dianggap benar dan praktis.
 

Menjelang Kelahiran Zumi

Inilah satu-satunya buku yang saya bawa untuk menunggu kelahiran si bungsu di Kedah Medical Center. Alhamdulillah, pelayanan di sini prima. ...