Monday, April 22, 2024

Syawal Keempatbelas


Kami memenuhi undangan tetangga untuk memperingati 100 hari kepergian Pak Muhammad Imam Wahyudi. Sebelumnya kami mendapat surat undangan untuk menghadiri kenduri tahlil. 

Seusai bersembahyang magrib, warga berdatangan ke rumah almarhum. Pak Tir membuka acara. Selanjutnya, hadirin membaca Yasin dan tahlil. Andai tak mengikuti kegiatan tersebut, mungkin kami tak "sempat" membaca Alqur'an. 

Selain itu, warga bisa bersua untuk bertukar cerita. Pak Nur, seperti tampak dalam foto, adalah salah satu warga yang sering azan dan memimpin zikir sebelum salat di masjid. Apa pun, tradisi ini dapat dipahami oleh masing-masing dengan pelbagai sudut pandang. 

Syawal Ketigabelas

Saya pernah berbagi bacaan ini dengan santri Pusat Pendidikan Al-Qur'an Puteri Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam Diskusi Al-Qur'an dengan tema "Aktualisasi Generasi Qur'ani dalam Membangun Peradaban Negeri". 

Ini adalah buku pertama yang membahas wacana Alqur'an dari dua perspektif penting. Pertama, buku ini menelaah perkembangan evolusi konsep keilahian di Timur Jauh kuno dengan perhatian khusus yang diberikan pada apa yang ada di dalam Injil Hebrew dan Kristologi dari sebuah perspektif sejarah. Kedua, buku ini menggali pesan Al-Qur'an dari perspektif pengetahuan modern. 

Generasi milenial seeloknya memiliki kesadaran sejarah tentang penghayatan manusia terhadap Tuhan dan merenung bagaimana kitab suci menempatkan pengetahuan modern sebagai kelanjutan dari anjuran untuk berpikir (tafakkarun) dan bernalar (ta'qilun). 

Dengan dua aktivitas di atas, kita berharap peradaban bisa dibangun di atas landasan teologis dan sosiologis sekaligus secara serentak. Ini jelas pekerjaan yang menantang bagi setiap lapisan generasi. 

 

Sunday, April 21, 2024

Syawal Keduabelas

 Keduaanya memesan Tteobokki. Kami menikmati ayam penyet. Dari sini, generasi baru telah menyesuaikan dengan selera lain. 

Setelah menempuh perjalanan dari Ganding ke Surabaya, kami memastikan dulu untuk segera mengasup makan siang yang agak telat. Tubuh harus mampu menyangga jiwa. 

Lalu, kami pun mengunjungi kedai buku Periplus. Ternyata, banyak belia yang juga mencari bacaan di sini. Mereka sering bercakap dalam bahasa Inggris. 

Saturday, April 20, 2024

Syawal Kesebelas

Kemarin kami menghadiri halal bihalal pondok di aula 1. Acara ini dihadiri pengasuh, kepala pesantren, forkompimda, dan warga Nurul Jadid. 

Seraya menunggu kegiatan bermula, kami bertukar cerita. Pak Faridy adalah pengajar UNUJA yang membantu kami untuk memahami isu hukum, termasuk kasus gugatan pilpres di Mahkamah Konstitusi. Sementara Pak Holil adalah guru SMP yang ahli hipnoterapi yang pernah sama-sama bergiat di Lembaga Motivasi. 

Kiai Hamid menegaskan khidmat ekonomi sebagai bagian penting untuk memenuhi fungsi dakwah dan pelayanan masyarakat. Pesan ini ditekankan kembali oleh Pak Ugas, Pj Bupati, debgan ekonomi kerakyatan. Sambutan diakhiri oleh Kiai Zuhri tentang ketulusan sebagai dasar ikhtiar. 

 

Friday, April 19, 2024

Syawalan Kesepuluh

Senarai keinginan ditunjukkan di X agar warga yang membaca bisa menanggapi. Maklum, buku ini tergolong baru di rak buku Periplus mal Galaxi. 

Identitas itu mitos, ujar penganut posmo. Namun, orang modern menegaskan jati diri itu adalah rekonstruksi sosial, di mana kita adalah korbannya. Penanda dan petanda apa yang menjadikan kita sebagai Melayu, Jawa atau Madura?

 Apa betul eksistensi kita dipengaruhi oleh pesohor? Mungkin. Dulu, gaya rambut Demi Moore menjadi ikutan khalayak. Lagi-lagi, isu besarnya siapa iti manusia?

Thursday, April 18, 2024

Syawal Kesembilan



 


Di tengah kesibukan masing-masing dalam merayakan kenduri arwah leluhur, kami merekam peristiwa agar abadi. Sebelumnya, saya dan Zumi membersihkan halaman dari lumut. Biyya turut membantu maminya membuat kue donat. 

Di hari H, banyak keluarga datang. Setidaknya, acara ini menyatukan keluarga kakek Mun'im. Meskipun tak semua anak dan cucunya tak diundang, namun doa bisa dipanjatkan. Whatsapp bisa menyambungkan silaturami secara maya. 

Di dunia nyata, kami bertukar cerita tanpa direcoki oleh gawai. 

Wednesday, April 17, 2024

Syawal Kedelapan

Sebelum lebaran, ibu memberitahu kami untuk mengadakan haul leluhur. Dengan mengundang saudara emak dan tetangga, kami menggelar kenduri arwah pada hari keempat lebaran. 

KH Ahmad Sa'duddin memimpin doa seusai Kiai Abdul Halim membacakan tahlilan. Acara yang bermula pada pukul 12.30 diakhiri dengan ramah tamah. Sementara, saya dan para sepupu masih berada di tempat untuk bercengkerama. Momen ini sangat menyentuh mengingat kami sangat jarang bersua. 

Kini, kami telah memiliki anak-anak. Tak seperti dulu, kami mempunyai terbatas untuk ngobrol dan bermain. Dengan haul, kami merungkai kekerabatan dengan doa dan akan kembali ke rumahnya masing-masing umtuk kembali bertemu nanti. 

Syawal Keempatbelas

Kami memenuhi undangan tetangga untuk memperingati 100 hari kepergian Pak Muhammad Imam Wahyudi. Sebelumnya kami mendapat surat undangan unt...