Sunday, May 31, 2026

Malam Minggu

Kami makan malam di warung Kitoz, tak jauh dari rumah. Sambil berjalan kaki, kami ngobrol ke sana ke mari diiringi sinar bulan. Dalam hitungan detik, kami pun sampai. 

Di sini, saya dan istri memesan soto, manakala Zumi memilih ayam katzu. Biyya tidak turut serta karena sedang mengikuti kegiatan English Camp di Malang bersama teman-teman sekolahnya. 

Mengapa makan bersama selalu menyenangkan? Karena kita keluar dari rumah untuk sementara dan kembali untuk menghidupinya semula. 
 

Thursday, May 28, 2026

Zumi dan Lebaran Haji

Ia begitu bersemangat untuk mengikuti salat id. Sesampai di masjid, dua temannya, Akmal dan Hafiz telah berdiri untuk menunaikan sembahyang. 

Setelah salat, kami pun duduk mendengar khotbah Haji As'adi yang mengetengahkan pesan agar kisah Namruz, Ibrahim, Sarah, dan Ismail tidak hanya dipahami dalam pengertian sempit, tetapi luas. 

Raja zalim itu adalah wujud dari kehendak kuasa yang mutlak, yang mungkin telah diulang hari ini. 

 

Iduladha di Kampung

Saya dan Zumi mengikuti salat id di masjid Ali bin Abi Talib. Lalu, jemaah mendengarkan khotbah. Khatib, Haji As'adi, berpesan agar umat meneladani keteguhan Ibrahim, ketabahan Sarah, dan keikhlasan Ismail. 

Seusai ceramah, kami berdua pulang. Tak lama kemudian, saya dan Zumi kembali ke masjid untuk melihat penyembelihan dua sapi dan satu kamping, kurban dari warga. 

Ada banyak orang yang bergotong-royong. Sungguh menyenangkan! 

Monday, May 25, 2026

Pameran

Kami mengujungi stan pameran kampus. Dengan mengambil sudut ini, saya ingin memberikan apresiasi pada tim redaksi Majalah Alfikr. Kegiatan ini sekaligus menandai wisuda Universitas Nurul Jadid yang digelar di alun-alun untuk pertama kali dalam sejarah. 

Kami berkeliling untuk melihat dari dekat banyak stan, yang menjual banyak jenis makanan dan minuman. Meskipun banyak pilihan, kami tentu membeli secukupnya untuk menghilangkan lapar dan haus. 

Lalu, kami pun pulang dengan riang karena telah menjadi bagian kegembiraan banyak orang. 
 

Periplus

Kami mampir ke toko buku Periplus, Surabaya. Anak-anak melihat-lihat buku bacaan. Saya tidak membeli karya Greg McKeow. Bukankah "pursuit of less" sesuai pesan buku tersebut ? Saya menitip majalah Tempo pada ibu Biyya.

Saya memilih bermain dengan Zumi. Seronok betul! Tak seperti Pujasera, kedai buku tidak dikunjungi oleh banyak orang. Buku belum menjadi kebutuhan sebagaimana makanan.

Betapa pun kita hanya perlu memenuhi keperluan minimal, namun setiap orang memiliki selera dan keinginan masing-masing.



Sunday, May 24, 2026

Mal dan Bakso

Zumi, Farah, dan Fatih, sepupunya, kami ajak salat di musala mal Pakuwon, Yogya. Keduanya tampak senang. Sebelumnya, kami mengunjungi toko buku Gramedia. Anak-anak dibimbing oleh orang tuanya. Kami berakhir di warung bakso Cak Man setelah berkeliling untuk makan malam. Dari selera ini, kita telah membiasakan diri dengan cita rasa lokal.
 

Siapa yang Memiliki Masa Depan

Di masa kejayaannya, perusahaan kamera Kodak mempekerjakan lebih daripada 140 000 orang dan berharga 28 miliar dollar. Kodak kini bangkrut. Pengguna beralih ke Instagram, yang dibeli Facebook 1 miliar dollar pada tahun 2012. IG memiliki hanya 13 pekerja.

Teknologi telah menggantikan tenaga manusia. Ini bukan sekadar siapa yang akan memiliki masa depan, tetapi apa yang manusia ingin lakukan bila ia tidak lagi diperlukan tenaga dan pikirannya?

Malam Minggu

Kami makan malam di warung Kitoz, tak jauh dari rumah. Sambil berjalan kaki, kami ngobrol ke sana ke mari diiringi sinar bulan. Dalam hitung...