Thursday, April 09, 2026

Belajar Bahasa

Apa bahasa Jawa dan Madura, "I am hungry"? Tanya Biyya. Kami berdua pun menjawab.

Aku ngelleh. Sengko' lapar. Bahasa Ibu anak adalah Melayu karena ia lahir di Pulau Pinang dengan dialek yang khas. Kakek angkat adalah seorang Tionghoa Malaysia yang mengajari matematika. Batas?

Makcik adalah orang Jember yang kawin dengan orang Tionghoa Malaysia. Kepergiaannya merupakan kehilangan karena dari tangannya Biyya jgua mendapatkan kasih sayang.

Kenangan


Ketika belajar di USM, kami tinggal di rumah flat, lantai 13, Bukit Gambir. Tetangga depan adalah pakcik dan makcik yang menjadi orang tua angkat kami. Biyya tampak bahagia bisa bertemu dengan neneknya. Pulau Pinang penuh kenangan. Makcik Sri dan Pakcik Yusuf menjemput kami di rumah sakit umum daerah kala Biyya lahir. Kami merasa memiliki keluarga di tanah seberang.

Kenangan

Kami bersama Pak Adrian Budiman dan dosen-dosen tamu UUM dari Amerika dan Jepang sedang makan siang di Thailand, yang hanya berjarak hitungan menit dari kampus dalam rimba ini.

Di sebelah saya, Ken, adalah dosen yang hangat. Di samping Pak Adrian adalah Rie Nakamura yang begitu menikmati makan siang bersama.

Setiap keluarga memiliki ingatannya masing-masing. Meskipun berbeda kami bisa bersama di meja makan.

Kebiasaan


Ia lahir di Pulau Pinang. Penikmat Aurora ini pertama kali belajar Iqra' di Kedah, termasuk membaca Latin di Prasekolah Smart Reader Kid. Setelah itu, penyuka jazz ini belajar baca novel pada Ms ガレリ ヌードス di UUM IS, yang berlanjut sehingga hari ini.

Sekarang, penyuka lagu Ramlee telah membaca Qur'an besar sebagaimana teman-teman sebayanya. Di sekolah mereka juga terbiasa dengan salat berjemaah.

Kebiasaan adalah watak kita. Keseharian adalah wujud pikiran kita, bukan?


Makna Kata

Ketika membahas naiknya nabi ke langit, "sidratul muntaha", Biyya menukas "it does not make sense". Lalu, saya menimpali bahwa ia bisa bermakna simbolik, bukan literal. Ia pun paham karena teman-teman sekelas dulu di UUM IS sering melafalkan "literally" dalam sebuah percakapan.

Pelan tapi pasti, Biyya dan temannya akan berpikir pada aras kritis, di mana kata memiliki setidaknya dua arti, yakni dasar dan relasional. Dengan menghadirkan banyak pandangan, mereka akan menelusuri jalan pikirannya sendiri seraya menimbang pikiran orang lain.

Akhirnya, masing-masing menjalani apa yang dianggap benar dan praktis.
 

Tuesday, April 07, 2026

Wisuda


Pesan di WAG The Gank berbunyi, "Congratulations, Kak Biyya. You have achieved the best in your Qur'anic learning." Ada 83 siswa siswi yang mendapat syahadah yang sama. Generasi kitab suci itu revolusioner, tidak lagi melihat Al-Qur'an sebagai hiasan dan bacaan. 


Pesan Habib Anis Al-Habsyi dalam sambutan penutup menegaskan bahwa hamilul Qur'an merangkumi pengetahuan terhadap lafal, pengertian makna, dan pelaksanaan amal. Setiap tradisi, apa pun sumbernya, penalaran atau wahyu,  berujung pada tindakan dengan bahasa yang berbeda.

Dari pengalaman inilah, Biyya dan teman-teman senantiasa mempelajari kitab suci sebagai pedoman (Hudan). 

Monday, April 06, 2026

Lebaran 1447 H

Lebaran berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya. Seusai warga bersembahyang id, kami berdua beranjangsana ke rumah tetangga. Dengan saling mengunjungi kami saling berbagi cerita. 

Dari kebiasaan ini, kami mempunyai kata yang sama, yakni saling memaafkan lahir dan batin. Tahun ini suara mercun tak seramai tahun-tahun sebelumnya. 

Kami merasakan pagi yang hangat dengan udara yang segar. Suasana seperti ini sangat menyenangkan. Sebentar lagi, siang menjelang. Masing-masing berteduh di rumah tempat orang-orang beristirahat. 
 

Belajar Bahasa

Apa bahasa Jawa dan Madura, "I am hungry"? Tanya Biyya. Kami berdua pun menjawab. Aku ngelleh . Sengko' lapar . Bahasa Ibu an...