Sunday, August 16, 2026

Haul dan Maulid

Warga RT 23 dan sekitarnya memenuhi undangan Pak Ghafur. Keluarga ini menggelar haul dan perayaan Maulid pada malam Sabtu, 13 Agustus 2026, pukul 18.00 WIB. 

Seusai salat magrib di masjid, saya dan Pak Dodi berjalan kaki ke rumah tuan rumah. Di jalan, kami pun berjumpa dengan Pak De Warno yang juga datang ke kondangan

Di sana, kami membaca fatihah, Yasin, dan Tahlil, lalu selawat dan diakhiri doa oleh Kiai Madarik.  

Saturday, August 15, 2026

Nasi Minang

Seusai salat Jum'at, saya pun melaju ke warung Padang depan pasar Paiton. Istri dan Biyya memesan ayam. Sayur dan kuah dicampurkan ke nasi agar rasanya beda. Sementara, saya tidak memilih menu berbahan daging. 

Sebenarnya, di sekitar Paiton, ada warung lain, tetapi keluarga kami selalu meminta untuk membelinya di kedai depan pasar. Selera memang soal rasa. Sebelumnya, Biyya bilang bahwa ia ingin kikil, namun menu ini tak tersedia.

Dulu, saya merasakannya pertama kali di Sapen, dekat kampus IAIN (Sekarang UIN). Setelah itu, saya sangat menyukainya. Setidaknya, kami juga merasakan olahan asal Sumatera Barat ini di Kedah, dekat KMC tempat Zumi lahir. 

Friday, August 14, 2026

Gunting Rumput

Saya dan istri mampir ke toko material Mandiri. Pak, ada gunting rumput? Lalu, karyawan itu mengambil pemotong ini. Setelah itu, saya membayarnya Rp 85 ribu di kasir. 

Di sore hari, saya menggunakannya untuk memotong rumput di halaman sambil mendengar siaran streaming radio Retjo Buntung FM Yogyakarta, yang sedang menyiarkan wawancara penyiar dengan nara sumber dari RS Sardjito tentang kesadaran terhadap sampah. 

Ada kepuasan kala saya bisa mengurangi tumbuhan "liar" ini. Sebenarnya, kami bisa membeli obat untuk mematikan rumput, tetapi saya tidak hanya ingin agar rumput itu meninggi tetapi juga menggerakkan tubuh agar berkeringat. Ini adalah bagian dari berkebun yang bikin sehat. 

Toto dan Rhoma

Inilah salah satu buku yang menjadi rujukan dalam menganggit "Kemusikan" dalam kolom Falsafah Harian koran Kabar Madura (12/8/26). Hitam itu lagu tentang cinta yang didendangkan oleh Rhoma dan Rita. Tapi bila terdengar, saya segera mengingat masa kecil yang riang di kampung. Apakan tidak, TOA melantunkan nyanyian, kami sedang menggelecek bola, berenang di sungai, atau berebut layangan di sawah. 

"I Won't Hold You Back" milik Toto diudarakan oleh Radio Suara Surabaya FM pas saya masuk kendaraan jemputan di terminal Juanda dulu. Mas Faiz, "Saya suka lagu ini." Jetlag raib. Aha! Anda mungkin punya pengalaman serupa, bukan? Jalan dari Sidoarjo-Paiton berpendar cahaya kesenangan. 

Tak lama setelah menuliskan catatan di atas, Pak Agus, penjual bubur, lewat depan rumah. Kebetulan, Zumi perlu makan bubur karena sakit. Serta-merta saya keluar untuk menghentikannya dan membeli 4 mangkok untuk sarapan pagi.  

 

Thursday, August 13, 2026

Yasinan dan Piscok

Saya duduk bersebelahan dengan Aak, mahasiswa Arsitektur UIN Malang. Di sebelah alumnus Pondok Nurul Jadid ini, Pak Joko tampak khusyuk mengikuti kegiatan.

Malam ini, Pak Haji Fauzan memimpin doa pembuka. Lalu, Pak Qamar membaca Yasin dengan keras yang diikuti oleh seluruh peserta. Seusai mendaras, jemaah mengaminkan doa penutup oleh Pak Haji As'adi. 

Lalu, kami pun beranjak dan duduk di teras menikmati pisang coklat yang dibawa oleh Pak Mushthofa. Tak semua "congregant" meluangkan waktu bercengkerama di teras. Sebagian memilih pulang ke rumah. Ada 4 anak yang duduk di bibir teras sambil mengudap piscok. Setiap kelompok memiliki lingkaran. 

Wednesday, August 05, 2026

Merenung Keseharian

Dengan membaca kembali buku Falsafah Harian ini, saya dapat menimbang saran teman-teman yang telah membahas tulisan, seperti apakah pijakan karya adalah agama atau filsafat?
Kini, jilid kedua telah berjalan. Objeknya sama, yakni apa yang dibayangkan, dijalani, dan ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman mendonor darah menjadi jeda ritme dari dunia kerja dan produktivitas. Pendonor memang dicatat, tetapi tidak dirayakan di atas panggung. Namun, justru orang inilah yang telah menyelamatkan hidup orang lain.

Dunia pentas memang disorot. Tetapi, efek kamera, kata filsafat kritis, telah menyembunyikan realitas. Panggung itu bisa jadi adalah beranda kita di media sosial. 

Sunday, August 02, 2026

Lari Sore

Setelah lari sore bersama Zumi di kawasan Paiton Energy POMI, saya melewati KDMP ini. Tak jauh dari lokasi koperasi tergambar, ada toko Veve tempat kami membeli ISOPLUS. Wah, di sebelahnya warung Ramen, Paitan. Esok, kita bisa ajak kakak makan mie Jepun di sini, kata Zumi. 

Batas-batas luruh. Di sebuah kecamatan, pelbagai gaya hidup, selera, dan ideologi berebut tempat. Siapa yang untung? Semuanya bisa meraih manfaat. 

Kita tetap menjadikan ruang publik sebagai tempat bersama, meskipun ada batas-batas yang diberikan oleh norma, aturan, dan adat. 

Haul dan Maulid

Warga RT 23 dan sekitarnya memenuhi undangan Pak Ghafur. Keluarga ini menggelar haul dan perayaan Maulid pada malam Sabtu, 13 Agustus 2026, ...