Dunia pentas memang disorot. Tetapi, efek kamera, kata filsafat kritis, telah menyembunyikan realitas. Panggung itu bisa jadi adalah beranda kita di media sosial.
Bening
Kejernihan adalah mula dari segala
Wednesday, August 05, 2026
Merenung Keseharian
Sunday, August 02, 2026
Lari Sore
Batas-batas luruh. Di sebuah kecamatan, pelbagai gaya hidup, selera, dan ideologi berebut tempat. Siapa yang untung? Semuanya bisa meraih manfaat.
Kita tetap menjadikan ruang publik sebagai tempat bersama, meskipun ada batas-batas yang diberikan oleh norma, aturan, dan adat.
Thursday, July 30, 2026
Belajar Bahasa Derah
Mereka adalah para siswa yang belajar bahasa Daerah. Tentu, mendorong pelajar untuk belajar perlu cara, salah satunya kedekatan emosional agar mereka mau bicara bahasa yang dipelajari. Praktik adalah kunci.
Kiat ini juga diterapkan pada pembelajaran bahasa lain, seperit Arab dan Inggris. Pendekatan kultural, kebudayaan bahasa asal, bisa dihadirkan dengan memutar lagu, memutar video budaya, dan lain-lain.
Tuesday, July 28, 2026
Donor Darah
Sesampai di sini, saya diperiksa HB, tensi, dan golongan darah. Setelah dianggap layak, saya pun pergi ke ruangan dan bertemu dengan petugas PMI, Sandi, yang bekerja dengan cermat. Seraya menunggu, kami pun ngobrol ke sana ke mari.
Saya malah sempat membaca tulisan di Falsafah Harian tentang "Kesehatan". Menilik ulang tulisan sendiri adalah cara kita memastikan pengetahuan menjadi tindakan. Tentu, kala tidak memeriksa tubuh sendiri, ia akan rontok. Kesadaran pada badan, sebenarnya cermin dari pikiran.
Sunday, July 26, 2026
Kawan-Kawan Zumi
Pagi ini, saya menyodorkan botol tempat meletakkan koin setiap pagi. Ternyata kebiasaan ini juga dilakukan oleh teman-temannya di kampung yang membawa uang kertas untuk dimasukkan ke kotak amal sebelum menunaikan salat Jum'at di masjid Raudhoh al-Syar'iyyah.
Di sini, ritual yang menjadi jeda material merupakan ruang untuk menyemai kebajikan. Kelompok masyarakat lain tentu memiliki cara serupa untuk mendorong generasi alpa peduli.
Saturday, July 25, 2026
Pak Qamar dan Yasinan
Seusai Yasinan, kami bercengkerama di teras masjid. Suguhan kopi yang dibawa oleh Pak Qamar menjadikan percakapan kami memiliki arti. Pak Fadhol, Pak Sururi, Pak Budi, dan Pak Qamar bercerita tentang apa yang pernah dialami ketika menyetir kendaraan. Do sini, kopi bukan sekadar komoditas, ia adalah media percakapan..
Lalu, kisah lain saling bersahutan untuk menikmati malam. Hakikatnya kegiatan ini membantu warga untuk berhenti sejenak dari keseharian di rumah dan keasyikan pekerjaan. Ia menjadi ruang berbagi yang berkait dengan keadaan masing-masing warga untuk dapat menyuburkan kepeduliaan.
Bukankah di doa sebelum membaca Yasin, Pak Haji Fauzan senantiasa memanjatkan permintaan pada Allah untuk keselamatan dan kesehatan jemaah dan warga RT? Permohonan ini tentu berbuah tindakan, karena kebanyakan warga adalah penganut mazhab Asyariyyah.
Saturday, July 18, 2026
Jendela
Dari sini, betapa pun kecil, rumah terasa luas karena penghuni bisa melemparkan pandangan ke luar. Tetapi, kini bentuk bangunan sudah berubah.
Namun, apa pun desain tempat tinggal, ia menjadi ruang bersama untuk berbagi. Rumah yang kami kunjungi ini adalah bagian dari "musium" di Kedah.
Merenung Keseharian
Dengan membaca kembali buku Falsafah Harian ini, saya dapat menimbang saran teman-teman yang telah membahas tulisan, seperti apakah pijakan ...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Kami berdua salat di masjid tempat orang dewasa, remaja, dan anak-anak bersembahyang. Di sini, saf pertama bisa diisi oleh jamaah dari sega...





