Thursday, July 30, 2026

Belajar Bahasa Derah

Di dalam perjalanan pulang dari sekolah kemarin, bunda bercerita bahwa muridnya, Yusuf, adalah senior Zumi di SD Namira dulu. Ia bilang bahwa Zumi adalah temannya. Wah, tukas saya, si bungsu bisa berteman nanti dan segera bisa menyesuaikan dengan suasana baru. 

Mereka adalah para siswa yang belajar bahasa Daerah. Tentu, mendorong pelajar untuk belajar perlu cara, salah satunya kedekatan emosional agar mereka mau bicara bahasa yang dipelajari. Praktik adalah kunci. 

Kiat ini juga diterapkan pada pembelajaran bahasa lain, seperit Arab dan Inggris. Pendekatan kultural, kebudayaan bahasa asal, bisa dihadirkan dengan memutar lagu, memutar video budaya, dan lain-lain. 
 

Tuesday, July 28, 2026

Donor Darah

Klinik Az-Zainiyyah mengumumkan bahwa hari Selasa, 28 Juli 2026, puku 08.00 WIB akan digelar donor darah. Saya pun datang ke lokasi dengan berjalan kaki dari kampus sambil menikmati sinar pagi yang hangat. 

Sesampai di sini, saya diperiksa HB, tensi, dan golongan darah. Setelah dianggap layak, saya pun pergi ke ruangan dan bertemu dengan petugas PMI, Sandi, yang bekerja dengan cermat. Seraya menunggu, kami pun ngobrol ke sana ke mari. 

Saya malah sempat membaca tulisan di Falsafah Harian tentang "Kesehatan". Menilik ulang tulisan sendiri adalah cara kita memastikan pengetahuan menjadi tindakan. Tentu, kala tidak memeriksa tubuh sendiri, ia akan rontok. Kesadaran pada badan, sebenarnya cermin dari pikiran. 

Sunday, July 26, 2026

Kawan-Kawan Zumi

Anak-anak kita tumbuh bersama rekan sebaya dan lingkungannya. Peran guru sangat besar. Sebagai orang tua, kita turut serta menjaga nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah, semisal sedekah subuh. 

Pagi ini, saya menyodorkan botol tempat meletakkan koin setiap pagi. Ternyata kebiasaan ini juga dilakukan oleh teman-temannya di kampung yang membawa uang kertas untuk dimasukkan ke kotak amal sebelum menunaikan salat Jum'at di masjid Raudhoh al-Syar'iyyah. 

Di sini, ritual yang menjadi jeda material merupakan ruang untuk menyemai kebajikan. Kelompok masyarakat lain tentu memiliki cara serupa untuk mendorong generasi alpa peduli. 
 

Saturday, July 25, 2026

Pak Qamar dan Yasinan

 

Seusai Yasinan, kami bercengkerama di teras masjid. Suguhan kopi yang dibawa oleh Pak Qamar menjadikan percakapan kami memiliki arti. Pak Fadhol, Pak Sururi, Pak Budi, dan Pak Qamar bercerita tentang apa yang pernah dialami ketika menyetir kendaraan. Do sini, kopi bukan sekadar komoditas, ia adalah media percakapan..

Lalu, kisah lain saling bersahutan untuk menikmati malam. Hakikatnya kegiatan ini membantu warga untuk berhenti sejenak dari keseharian di rumah dan keasyikan pekerjaan. Ia menjadi ruang berbagi yang berkait dengan keadaan masing-masing warga untuk dapat menyuburkan kepeduliaan. 

Bukankah di doa sebelum membaca Yasin, Pak Haji Fauzan senantiasa memanjatkan permintaan pada Allah untuk keselamatan dan kesehatan jemaah dan warga RT? Permohonan ini tentu berbuah tindakan, karena kebanyakan warga adalah penganut mazhab Asyariyyah. 

Saturday, July 18, 2026

Jendela

Dulu, rumah warga memiliki jendela yang lebar sehingga udara bisa keluar masuk dengan mudah. Kediaman menjadi ruang yang nyaman karena tidak panas. 

Dari sini, betapa pun kecil, rumah terasa luas karena penghuni bisa melemparkan pandangan ke luar. Tetapi, kini bentuk bangunan sudah berubah. 

Namun, apa pun desain tempat tinggal, ia menjadi ruang bersama untuk berbagi. Rumah yang kami kunjungi ini adalah bagian dari "musium" di Kedah. 
 

Thursday, July 16, 2026

Nonton Bioskop

Betapa senang Zumi dan kawan-kawannya karena di hari kedua masuk sekolah, mereka akan pergi ke bioskop untuk menonton film. Ia minta uang untuk membeli makanan ringan dan ternyata ia lupa untuk membelanjakannya. 

Mereka menonton Children of Heaven, film yang diadaptasi dari karya sinematik negeri Parsi. Tentu, pengalaman ini penting di tengah pembelajaran yang selalu dilaksanakan di kelas. 

Ini mengingatkan saya waktu belajar di SD. Kala itu, guru kami mengajak ke kota untuk menonton film Serangan Fajar di kota. 

 

Syukur

Tiba-tiba di sela bermain gim dengan kawannya secara daring, Zumi berkata, Can we go to the mousque for Jum'atan? 
 Betapa senang saya mendengarnya karena ia berinisiatif untuk pergi sembahyang. Mungkin, teman-teman juga melakukan hal yang sama. 

Apa kamu bawa uang untuk kotak amal? Ya, lalu ia mengambilnya dari tabungan. Kami pun berangkat ke masjid Dusun Kebun. Sesampai di sana, kami mengikuti khotbah tak lama setelah bersiduduk. 

Khatib menyampaikan tema syukur. Tak lama ia menyampaikan ceramah, sekitar 10 menit. 

Belajar Bahasa Derah

Di dalam perjalanan pulang dari sekolah kemarin, bunda bercerita bahwa muridnya, Yusuf, adalah senior Zumi di SD Namira dulu. Ia bilang bahw...