Showing posts with label Islamic Studies. Show all posts
Showing posts with label Islamic Studies. Show all posts

Sunday, October 02, 2011

Sentosa

Mereka sedang menikmati alunan salawat. Saya pun hadir dan menemukan masa lalu, ketika orang-orang kampung berdendang, merindukan sang Nabi. Saya hanya perlu melangkahkan kaki dari rumah untuk menikmati burdah, barzanji, dan ratib al-Haddad di surau yang berada di kompleks perumahan. Ketika larik Ya rabbi bil musthafa balliqh maqashidana waghfir lana ma madha ya wasi'al karami dibacakan, saya diserbu oleh angin surga. Kadang, suara sang nasyid ditingkai oleh nyanyian burung Tekukur, atau di Kedah disebut Merbok.

Jauh sebelumnya, saya telah merencanakan datang ke acara di atas. Dengan berbekal selebaran yang didapatkan dari Masjid Besar al-Muttaqin, saya mengetahui bahwa surau kami akan menghelat Program Kuliah Sehati dan Ummah Berselawat. Bersama dengan Habib Ali Zainal Abidin al-Hamid, Habib Ubaidillah al-Habsyi dan Ustaz Hafiz bin Mustaffa Lubis, acara ini akan dibuka dengan bacaan hizb, yang dipimpin oleh sang ustaz terakhir.

Dari dekat, saya memerhatikan jamaah yang datang dengan aneka pakaian, seperti serban dan jubah, baju Melayu, sarung dan kopiah putih, malah anak-anak kecil hanya memakai kaos dan celana. Di serambi surau, seorang ibu menggelar jualan jajanan. Di Jum'at pagi itu, suara kendaraan memecah keheningan rumah-rumah kami. Orang-orang berdatangan. Mereka ingin menikmati taman surga, dengan mengikuti majlis zikir dan ilmu.

Thursday, October 09, 2008

Telepon Teman Baik tentang Kabar Baik

Dalam perjalanan naik motor ke kampus, telepon saya berdering dan serta merta saya meminggir. Di tengah suara bising kendaraan, saya masih dengan jelas mendengar suara Fitri, teman Melayu yang aktif di ABIM (Angkatan Belia Islam Malaysia), yang memberitahu tulisan saya yang dimuat di Majalah I (Malaysia) - sebagai inisial dari kata informasi, inovasi, ilmiah, intelek, internasional, islamik. Untuk kesekian kalinya, teman-teman saya memberitahu pemuatan tulisan saya, sesuatu yang menyenangkan.

Selain itu, kawan baik di atas juga akan memberikan majalah tersebut karena saya tidak sempat memilikinya. Ternyata tulisan itu dimuat pada edisi bulan September. Sebelumnya, kawan baik saya dari Aceh mengirimkan sms tentang artikel saya di koran lokal. Tentu, ini membantu saya melacak tulisan-tulisan saya yang berserak, yang kadang luput dari perhatian. Lebih dari itu, tulisan di atas dimuat di koran lokal yang menambah khazanah tulisan dalam bahasa Malaysia.

Dari pengalaman di atas, saya dengan sendirinya telah memelihara silaturahmi dengan teman-teman Malaysia yang mempunyai perhatian pada pemikiran keislaman dan sekaligus bertukar pendapat dalam mengkayakan pengetahuan mengenai pelbagai isu berkaitan dengan dunia Islam. Lebih dari itu, ikhtiar semacam ini akan makin mendekatkan emosi intelektual, yang selama ini kadang berseberangan. Tanpa kehendak untuk mengungkapkan apa yang berkelebat di benak, kita tidak akan pernah memahami liyan. Perbedaan, bagi saya, tidak perlu dipahami penjarakan. Justeru dengan ketidaksamaan ini, saya makin meyakini postulat yang diungkapkan Georg-Hans Gadamer, filsuf Jerman, yang menegaskan bahwa kita benar-benar memahami sesuatu hal, jika kita memahaminya secara berbeda. Akur?

Monday, July 03, 2006

الايضاح

Kata tafsir berasal dari kata fassara yang berarti penerangan (atau penjelasan. Di dalam istilah teknis ia mempunyai pelbagai definisi. Di antaranya adalah ilmu untuk memahami kitab Allah yang diturunkan pada Nabi Muhammad dan menjelaskan maknanya, mengetahui hukum dan hikmahnya. Al Jazairi menambah pengertian ini dengan mematuhi perintah dan larangannya, mengambil hidayah dan petunjuk, mengambil iktibar kisah-kisah dan menyelami pesan-pesannya.

Belajar Bahasa Derah

Di dalam perjalanan pulang dari sekolah kemarin, bunda bercerita bahwa muridnya, Yusuf, adalah senior Zumi di SD Namira dulu. Ia bilang bahw...