Monday, January 05, 2026

Hari ke-4

Mari mengaji pagi untuk mengasah hati. Keseharian yang banal akan bikin kalbu meranggas. Kiai Imdad pun berucap bila ingin bahagia, teruslah menekuri turats. Potongan dari cetusan orang suci bahwa barangsiapa menuruti hawa nafsunya hilanglah kejernihannya.

من وافق شهوته عدم صفوته

Ini sejalan dengan kata Epicurus, hasrat itu sia-sia dan kosong, seperti orang yang memburu kekuasaan. Betapa banyak individu menghalalkan segara cara untuk meraih kedudukan, demi kursi, bukan tugas. 

Untuk itu, mengelola hasrat adalah cara kita hidup bermartabat. Setiap insan belajar dari pengalaman untuk meraih pengetahuan. Dengan senantiasa membaca, cakrawala terbuka. 

Saturday, January 03, 2026

Hari ke-3

 

Catatan ini perlu dibaca oleh mereka yang pernah dan belum naik haji. Tentu, mereka yang pernah dan belum menunaikan umrah. Keduanya memiliki irisan yang sama. Buku yang Anda lihat menyodorkan pergulatan batin dan perjuangan lahir. 

Dengan mengoleksi buku ini, kita dapat memperoleh cermin bahwa banyak hal yang dihayati dan dialami mungkin telah dilewati, tetapi tak terungkap melalui kata-kata. Kecermatan penulis mengisahkan secara terperinci ritual di tanah suci layak diapresiasi agar pesan sejati bisa diraih. 

Menariknya, lagu Dra Aisyah Jamil justru mengingatkan saya pada majlis kahwin anak Pak Abubakar, rekan UUM, dulu. Mungkin, panggilan Tuhan itu tak hanya dipenuhi di tanah suci saja, tetapi di mana bila azan berkumandang, datanglah segera ke musala. Selain menghadap Tuhan, kita bertemu manusia.

Friday, January 02, 2026

Hari ke-2

Dalam sebuah grup Whatsapp, FAMAJA, saya bertanya, apa resolusi 2026 Anda? Salah seroang anggota menukas, "Menurut saya tak penting. Mengapa? Karena apapun rencana kita, mudah sekali dipatahkan di tengah jalan oleh Tuhan hingga nyaris tak tersisa."

Namun, sintesisnya adalah kita masih memiliki ruang untuk menyodorkan azam dengan kehati-hatian, bukan sekadar FOMO. Semisal, kita tetap membaca buku untuk mengurangi keterpaparan pada layar gawai. Inilah senarai karya yang hendak dibaca: 1. Prinsip-Prinsip Etika oleh Haryatmoko, 2. Ideologi dan Kurikulum oleh Michael W Apple, 3. Al-Qur'an: Kitab Sastra Terbesar oleh M Nur Kholis Setiawan
Selanjutnya, semoga di bulan Februari kami bisa mengunjungi warung kopi Jibril dan Mas Mohamed Imran Mohamed Taib juga sedang berada di Johor. Untuk hal-hal seperti ini, kami tak akan berlindung di balik takdir Tuhan, apakah itu menjadi kenyataan atau tidak.

Thursday, January 01, 2026

Hari ke-1 2026

Saya dan istri menikmati sarapan nasi goreng. Semalam kami makan chicken chop untuk merayakan kebersamaan. Ini menggamit memori, rumah di Bukit Kachi dulu. Zumi menyusul dan ia suka dgn film Agak Laen yang diputar semalam oleh warga Gang Mekar sambil menikmati jagung bakar.

Apa resolusi atau azam tahun baru Anda? Semalam saya sampaikan pada mahasiswa santri, menghayati falsafah dan keseharian adalah tekad yang diisytiharkan. Hidup bertumpu pada pengulangan yang dijalani sepenuh pikiran, hati, dan tindakan.

Saya memulakan dengan makan pagi. Asyik. Tiba-tiba, keponakan kami, Al-Isbah menelepon melalui panggilan video. Anak usia dua tahun ini menerbitkan kegembiraan banyak orang dengan tingkahnya. Pendek kata, saya akan lebih lama duduk di meja makan dapur sambil merenung, ngobrol, dan beranjangsana secara maya.

Wednesday, December 31, 2025

Apa itu Kemajuan?

Buku Ross Douthat bertajuk The Decadent Society merupakan kritik sosial yang menyoal masyarakat modern. Mereka mungkin terlihat sibuk dan dinamis, tetapi sebenarnya terjebak dalam siklus yang tidak menghasilkan kemajuan substantif.

Dekadensi, sebagaimana diartikulasikan oleh Douthat, bukan sekadar tentang kemerosotan moral atau estetika. Malah, ia mencakup kerangka kerja yang lebih luas yang meliputi stagnasi ekonomi, kelangkaan inovasi budaya, penurunan demografis, dan kelumpuhan politik.
Untuk tahun 2026, kita mungkin telah mencanangkan resolusi atau azam tahun baru agar tidak terperangkap pada pengulangan. Jadi, apa itu berkemajuan? Apakah kemunduran itu buruk? Bukankah apa yang disebut maju kadang tidak lebih daripada bangunan menjulang tinggi, jalan-jalan layang, dan hiburan yang berlimpah?
Padahal, alam dalam bentuk aslinya dan hewan yang menyerikan pagi dengan kicauan dan kokok itu mendatangkan ketentraman. Apakah kembali ke masa lalu itu dekaden? Apakah kesenian itu persembahan dengan koreografi dan panggung megah? Lebih jauh, adalah biaya pemilu yang mahal itu telah melahirkan politik kebenaran? Tidak. Artinya, kita mundur.

 

Tuesday, December 30, 2025

Pelatihan Opini

Opini itu anggitan yang dihasilkan oleh pelari jarak pendek, yang harus segera berlari cepat karena tenggat. Namun, untuk melakukannya seseorang harus berlatih karena ia tetap dilakukan secara saksama, tidak terburu-buru.
Semisal, saya ingin menulis Anwar, Najib, dan Mahathir, tentu saya telah mengantongi teori dan data terkait dengan perseteruaan dalam diam dan bunyi dari ketiganya di ruang publik. Kita tahu bahwa politisi itu bisa bercengkerama, bertengkar, dan berkompromi.
Di luar dugaan, Najib tidak bisa menikmati hukuman di rumah, malah ia harus menanggung nasib, hakim memutuskan bersalah atas dakwaan, karena derma dari raja itu palsu. Apa tabir kemudian terbuka? Politik selalu menyisakan percakapan di balik layar.
Opini memang bersifat personal, tetapi ia berdiri di atas pijakan pengetahuan yang kokoh, yakni isu itu diurai dalam kerangka teoretis dan solutif. Sampai ketemuan di kelas pasca hari ini para peserta!

 

Memahami Agen

 

Sore dgn kacang hijau dan lagu Seroja dari Sinar FM, saya menekuri apa itu ontologi sosial.

Bisakah sesuatu itu ada tanpa ada agen yang betul-betul sadar? Bagi pelajar, "agent" ini rumit, bagi orang awam mudah bila diikuti dengan kata minyak. Kesadaran terhadap benda dikaitkan dengan pengamat relatif dalam ilmu sosial, dan pemerhati independen dalam ilmu alam.

Bulan bagi yang pertama bisa melahirkan lagu indah Rhoma Irama, karena di sini ia bisa diajak bicara dan diminta untuk tidak bersembunyi, dan kedua ia adalah benda padat. Anda berada di mana? Sepertinnya kita sering  bolak-balik di antara dua kutub ini. 

Hari ke-4

Mari mengaji pagi untuk mengasah hati. Keseharian yang banal akan bikin kalbu meranggas. Kiai Imdad pun berucap bila ingin bahagia, teruslah...