Tuesday, August 02, 2005

selalu bening, tidak keruh

Intan bertanya, kenapa saya selalu ingin bening dan sepertinya emoh untuk keruh. Tidak! Biarlah bening itu menjadi mimpi saya dalam percakapan, tulisan dan angan.
Padahal, dalam keseharian saya selalu digelayuti oleh ketidakjernihan. Mungkin, karena realiti berada jauh di dasar, sehingga susah untuk mengailnya. Bahkan, mengejanya saja terpatah-patah.
Lalu, apa yang membuat aku hidup? Harap, meskipun cemas.

No comments:

Merenung Keseharian

Dengan membaca kembali buku Falsafah Harian ini, saya dapat menimbang saran teman-teman yang telah membahas tulisan, seperti apakah pijakan ...