Inilah komentar saya di miol Media Indonesia.
Saya baca FPI juga terlibat dalam kerja kemanusiaan di Aceh. Mungkin, ke depan, organisasi ini lebih memfokuskan kerja-kerja sosial yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
Ia tak perlu dibubarkan, sebab semangatnya perlu dihargai dan mendapat ruang untuk turut serta dalam kegiatan amal.
Semoga, perselisihan ini berakhir dengan keyakinan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Energi jangan habis untuk mengobral kata, sementara kita asyik dengan 'pikiran' saja, bukan tindakan.
Ayo, FPI turun ke Yogyakarta!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Teh
Apa yang membuat kita lega? Minuman yang diteguk ketika haus. Teh Pucuk ini dijual di minimarket 7 Eleven Pudu seharga RM 2.90. Betapa mahal...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Judul buku: Social Roots of the Malay Left Penulis: Rustam A SaniPenerbit: SIRD, Kuala Lumpur Tahun terbit: 2008 Jumlah halaman: ix+ 80 hala...
No comments:
Post a Comment