Jauh hari sebelumnya, kawan baik saya, Pak Stenly mengingatkan bahwa pada hari ini, 28 Oktober, kami diminta untuk turut merayakan ulang tahun anaknya, Amel. Semalam, kami memastikan untuk berangkat dari kampus sekitar jam 12.30-an. Akhirnya, niat itu menjadi kenyataan.
Kami pun menuju ke Pizza Hut untuk mensyukuri karunia ini. Puteri semata wayang Pak Stenly dan Ibu Troy ini sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-6. Setelah memarkir kendaraan, kami menunggu pesanan sambil bercengkerama. Di tengah kehangatan ini, kami acapkali tergelak mendengar celotehan Amel, karena ada teman sekelasnya yang menyukainya. Aha, sebuah cerita yang lucu. Ups, mungkin pengunjung warung makan ini agak tidak nyaman karena saya merasa kami adalah kelompok yang paling heboh ketika melepaskan tawa.
Meja itu penuh oleh makanan dan minuman, setelah sebelumnya kami menyeruput sup. Ada kesegaran memulai makan siang. Di sela-sela makan pun kami pun masih bertukar cerita dan bahkan sempat bergambar bersama. Sebuah kebersamaan yang mendatangkan tentram. Selamat ulang tahun Amel, semoga selalu sejahtera dan ceria menggengam kehidupan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Teh
Apa yang membuat kita lega? Minuman yang diteguk ketika haus. Teh Pucuk ini dijual di minimarket 7 Eleven Pudu seharga RM 2.90. Betapa mahal...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Judul buku: Social Roots of the Malay Left Penulis: Rustam A SaniPenerbit: SIRD, Kuala Lumpur Tahun terbit: 2008 Jumlah halaman: ix+ 80 hala...
No comments:
Post a Comment