Seperti anak seusianya, si kecil belajar mencorat-coret kertas dengan pena. Khayalannya kadang tak bisa dipahami, meskipun ia mencoba menjelaskan coretan dengan kosakata yang terbatas pula. Bayangkan, ia menyebut pena dengan mamami, dan kertas dengan buk. Apa pun, anak-anak kita akan melangkah lebih cepat dari ayunan kaki kita.
Thursday, January 26, 2012
Belajar
Seperti anak seusianya, si kecil belajar mencorat-coret kertas dengan pena. Khayalannya kadang tak bisa dipahami, meskipun ia mencoba menjelaskan coretan dengan kosakata yang terbatas pula. Bayangkan, ia menyebut pena dengan mamami, dan kertas dengan buk. Apa pun, anak-anak kita akan melangkah lebih cepat dari ayunan kaki kita.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Nasi Kuning
Di pagi buta, saya telah memacu motor ke depan MAN 1, tempat seorang ibu berjualan nasi kuning dan jagung. Saya memesan tiga bungkus, yang i...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Kami berdua salat di masjid tempat orang dewasa, remaja, dan anak-anak bersembahyang. Di sini, saf pertama bisa diisi oleh jamaah dari sega...
No comments:
Post a Comment