Berkat Amir Mahmud, seniman, saya bisa menjejaki rumah penulis. Kebetulan, ia tidak terdaftar di facebook dan twitter. Aha, seniman ini betul-betul hidup dengan pikirannya yang melawan arus utama.
Tuesday, March 20, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Warung Kopi
Dalam perjalanan pulang dari sekolah, Biyya minta mampir ke pasar mini untuk membeli roti. Saya pun menunggu di warkop yang menyediakan empa...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Sang ibu memotret kami sebelum beranjak ke masjid. Di sini, ada banyak anak dan ayah juga menunaikan salat bersama. Zumi bertemu dengan tema...

No comments:
Post a Comment