Saya menikmati kisah mahasantri Ma'had Aly yang dituangkan dalam tulisan pendek tentang pengalaman belajar di lembaga besutan almarhum Kiai As'ad Syamsul Arifin.
Sebagai juri, saya bisa mendengar pikiran calon ahli fikih, yang bisa melukiskan pengalaman belajar dengan jujur, tulus, dan jernih. Lomba esai mahasantri Ma'had Aly digelar untuk menyambut hari lahir (milad) Ma'had Aly Nurul Jadid yang ke-12.
Sambil mendengar radio The New 88.5 FM, yang mengudarakan soul, blues, dan alternatif, saya menyelak alam pikiran kaum terpelajar yang bergelut dengan kitab kuning tersebut. Dari mereka, kita berharap bahwa fikih akan merespons isu-isu "baru", seperti hedonisme, industri ekstraktif, dan oligarki.
Thursday, November 10, 2022
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Nalar
Semalam saya berbagi kiat kepenulisan dengan santri mahasiswa semester awal. Seronok, malam-malam mereka masih bersedia berdiskusi. Saya in...

-
Semalam, kami berlatih menyanyikan lagu daerah, Apuse Kokondao Papua dan Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan. Ibu Yunita, mahasiswa PhD Musik...
-
Saya membawa buku Philosophy for Dummies untuk coba mengenalkan anak pada filsafat. Biyya tampak bersemangat tatkala pertama kali mendapatka...
-
Rindu itu adalah perasaan akan sesuatu yang tidak ada di depan mata kita. Demikian pula, buku itu adalah jejeran huruf-huruf yang menerakan ...
No comments:
Post a Comment