Kami sama dengan keluarga yang lain, jalan-jalan "cari makan". Ndilalah ada nasi kucing dan bebakaran. Saya dan istri memesannya.Biyya dan Zumi memilih kebab Turkiye. Aha, generasi baru terpapar pada iklan. Maafkan, Tan Malaka! Kami belum bisa mengurangi makan untuk membeli buku di Big Bad Wolf Books, Jatim Expo.
Tetapi, saya berhasil menunda membeli bacaan agar Biyya bisa memperoleh lebih banyak buku. Zumi cukup mengoleksi buku bergambar Monster dan Dinosaurus. Oh ya, McQueen juga.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Hari ke-23 (Kopi Sachetan)
Selain soda gembira, kami menikmati minuman kopi ini kala kos dulu. Coklat granul? Ah, saya pun tak tahu dari mana dan bagaimana ia dibuat. ...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Ke negeri Temasek, kami menikmati nasi padang. Kala itu, tidak ada poster produk Minang asli. Pertama saya mengudap menu negeri Pagaruyung ...

No comments:
Post a Comment