Saturday, May 17, 2025

Pecel Madiun dan Cak Nun

Kemarin, saya membeli sarapan seusai mengantar anak. Biasanya, saya ngobrol dengan bapak pemilik warung. Sayang pagi itu ayah dari pegiat Maiyah itu tidak ada di kedai.
Ketokohan Cak Nun lahir dari jalan panjang. Pesona kata dari ayah Sabrang ini membetot khalayak. Kita pun melakukan hal serupa, mengagumi orang dengan pelbagai alasan.
Andai kata ruang tamu rumah harus ada gambar, saya akan meletakkan Iwan Fals di dinding. Tetapi, itu tidak dilakukan, sebab ia menjadi ruang bersama anggota keluarga. Masing-masing punya "idola". Satori adalah kondisi tatkala diam itu adalah puncak dari kata-kata.
Bayangkan Zumi menempel Rhoma, Biyya Billie Eilish, dan istri Siti Nurhaliza. Meskipun hakikatnya, kultus individu itu mustahil, sebab mata dan telinga mendengar banyak sumber suara. Kembali lagi ke satori, tenang itu sunyi.

 

No comments:

Hari ke-23 (Kopi Sachetan)

Selain soda gembira, kami menikmati minuman kopi ini kala kos dulu. Coklat granul? Ah, saya pun tak tahu dari mana dan bagaimana ia dibuat. ...