Monday, May 12, 2025

Sarapan

Bukit Kachi, burung tekukur, awan tenang, dan kenyang. Ketika lapar, saya tak bisa tepekur. 

Tubuh menyangga jiwa. Hidup kita dimulakan dari benda (materialisme), atau roh (idealisme). Biarlah mereka memilih, toh pada titik tertentu bertemu. 

Pedihnya "Lapar" Rhoma Irama menyadarkan kita bahwa hartawan itu ternyata tak selalu kenyang. Kelaparan menyergap siapa saja.

 

No comments:

Hari ke-23 (Kopi Sachetan)

Selain soda gembira, kami menikmati minuman kopi ini kala kos dulu. Coklat granul? Ah, saya pun tak tahu dari mana dan bagaimana ia dibuat. ...