Wednesday, February 21, 2007
Islam dan Politik
Politik menjadi sangat penting untuk memahami pesan Islam. Untuk itu, ia bisa dijadikan variabel untuk menuntaskan wajah 'muram' teks yang kita pahami.
Hari ini, saya meminjam buku Islam and Politics in the Contemporary World, oleh Beverly Milton-Edwards dan sebagai penyeimbang sekaligus saya mengambil buku Identitas Politik Umat Islam oleh Kuntowijoyo.
Saya tertarik dengan pernyataan Pak Kunto di awal bab XVII (hlm. 219) bahwa dalam politik umat Islam seperti penumpang perahu yang berlayar di laut lepas, tanpa bintang tanpa kompas, tidak tahu tujuan dan tidak tahu cara berlayar. Kadang-kadang umat dibuat bingung sebab panutannya berbuat seenaknya, lupa bahwa di belakangnya ada banyak orang. Karenanya kaidah politik umat harus ditentukan dengan jelas, sehingga umat terbebas dari temperamen pribadi seorang pemimpin. Bahkan, seorang pemimpin harus mengikuti kaidah, bukan sebaliknya, menentukan kaidah.
Selanjutnya, saya akan memosisikan sebagai apa?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Do We Have Free Will?
Di dapur, saya membaca kembali isu lama tentang kehendak bebas. Sambil menikmati pisang goreng dan kopi, saya mengingat kembali apa yang did...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Sang ibu memotret kami sebelum beranjak ke masjid. Di sini, ada banyak anak dan ayah juga menunaikan salat bersama. Zumi bertemu dengan tema...

No comments:
Post a Comment