Saya sampai ke rumah Haji Khamsun setelah bertanya pada beberapa orang di sepanjang jalan ke Randujalak Besuk. Tatkala terakhir bertanya pada seorang emak, ia menunjuk pada sebuah rumah tak jauh dari tempat kami berdiri.
Ketika bersiduduk sambil menunggu santri yang lain, Pak Obex Shakera menunjuk Mas Hefni. Ingat? Ya. Setelah 30 tahun tak bertemu, saya menukas Guns N Roses. Saya tahu sampul kaset GNR dari lelaki kalem ini yang sama-sama mondok di Latee.
Don't Cry itu mengingatkan kami berjemaah di masjid, bersekolah pagi, mengaji kitab, dan tidur lelap 15 menit seusai sekolah siang. Lagu itu adalah soundtrack dari keremajaan kami di bawah bukit Lancaran. Pada waktu itu, saya belum menonton video klipnya.
Subhanallah, Mas Hefni adalah adik ipar Pak Supandi Alsadin, yang merupakan orang tulus dalam menjaga kami di blok Asy-Syafi'. Saya akan sowan ke kediamannya di Jember nanti. Setelah menua, saya hanya perlu menyiram akar agar pohon kehidupan subur dan makmur.
Sunday, November 27, 2022
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Nalar
Semalam saya berbagi kiat kepenulisan dengan santri mahasiswa semester awal. Seronok, malam-malam mereka masih bersedia berdiskusi. Saya in...

-
Semalam, kami berlatih menyanyikan lagu daerah, Apuse Kokondao Papua dan Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan. Ibu Yunita, mahasiswa PhD Musik...
-
Saya membawa buku Philosophy for Dummies untuk coba mengenalkan anak pada filsafat. Biyya tampak bersemangat tatkala pertama kali mendapatka...
-
Rindu itu adalah perasaan akan sesuatu yang tidak ada di depan mata kita. Demikian pula, buku itu adalah jejeran huruf-huruf yang menerakan ...
No comments:
Post a Comment