Tuesday, September 09, 2025

Mendaras Turats

Sambil menikmati es teh Tong Tji, saya membaca kembali buku ini di meja dapur. Pada abad ke-19 dan ke-20 pesantren melawan pemerintah. Di semester ganjil nanti, saya akan mengampu Studi Turas Pesantren Universitas Nurul Jadid - UNUJA. 

Pada tingkat lanjut, teks klasik itu dibaca dari banyak sudut pandang, seperti filologi, hermeneutika, dan semiotika. Lalu, mengapa tafsir Al-Kasysyaf tidak didaras di banyak pesantren? Apa relevansi Jalalain dan Fathul Qarib dengan hidup kekinian? 

Apa pun, mahasiswa kelas ini wajib mengikuti pengajian sore dan pagi di pondok. Kala menekuni huruf, "mihwar" hadir.

No comments:

Hari ke-19 (Renungan Isra Mikraj)

Apa yang tersisa dari perayaan hari besar Isra Mikraj? Ia bisa menjadi arena persaingan dan perebutan makna. Di Iran, warga menyebutnya hari...