Dilema Kesia Syfa telah dihentikan oleh keputusan untuk memilih sebagai laskar dan mencopot kewarganegaraannya. Tentu, sebuah pilihan yang sulit untuk meninggalkan tanah air, tempat ari-arinya ditanam, tepatnya di Tangerang.
Apa batas itu? Mungkin dengan selembar tanda pengenal kita telah mengurung diri dengan jati diri, padahal ia jauh lebih sublim daripada sekadar nama, jenis kelamin, agama, dan kewarganegaraan. Kala menjadi manusia, seorang individu sebenarnya sedang berkelana untuk menemukan hakikat keberadaannya.
Sepelemparan batu ke negara tetangga, kita bisa melihat Indonesia yang terbentang dari Sabang hingga Merauke, negeri yang elok dan kaya. Lebih jauh dari angkasa, kita melihat negeri Zamrud Khatulistiwa adalah bagian kecil dari bumi yang menyangga kehidupan penghuni.
Saya berada di titik koordinat 7°43'30"S 113°32'32"E. Tetapi, eksistensi kita melampaui angka. Maknanya mungkin bisa dijelaskan dalam geografi, tetapi artinya bisa bergeser ke humaniora (the humanities). Apa yang hinggap di kepala bersumber dari banyak pengetahuan dan pengalaman manusia, namun saya merasakan kehadiran sebagian dari daya ungkap bagaimana mengada.
Bayangkan, Tuhan hadir dalam bacaan, itu pun saya merasakan secara mendalam dalam lantunan surat Al-Rahman Al-Khushary, karena pada masa kecil samar-samar kami dulu mendengar tilawah dari qari Mesir ini melalui TOA yang dipancang dengan bambu di seberang sungai. Namun, Tuhan jauh lebih besar dari prasangka ini.
Orang asing pertama yang saya jumpa adalah Rob Baedeker, warga Paman Sam yang mengajar kami bahasa Inggris. Sebelumnya, sebagai santri saya tahu kebaikan Thomas Hutchins yang mengajar cara mengetik sepuluh jari dan menghasilkan buku jawaban untuk buku teks Inggris SMA berwarna hijau dan merah itu.
Sambil mengetik status ini, saya mendengar radio The New 88.5 FM yang mengudarakan Fall Moon" dari band indie rock St. Paul & The Broken Bones. Paul Janeway adalah vokalis berkulit putih yang membawakan genre yang sering dikaitkan dengan orang Afro-Amerika. Soul dan R&B itu dibawakan dengan utuh oleh lelaki yang membesar di Alabama dan tumbuh dengan lagu Gospel.
Akhirnya, Kezia Syfa akan menemukan dirinya di tengah jati diri yang telah melekat. Dasar dari deklarasi kemerdekaan Amerika adalah pencarian kebahagiaan, dan Syfa tentu telah bertaruh untuk menebusnya. Semoga ia akan menggenggamnya dan keluarga tidak akan merasakan kehilangan sebab bumi ini milik manusia dan kita hanya memberinya batas agar kita saling mengenal satu sama lain.

No comments:
Post a Comment