Thursday, March 12, 2026

Bermain

Zumi dan kedua teman baiknya, Akmal dan Kiki, menunggu layangan putus. Meskipun mereka bisa membelinya, tetapi mendapatkan mainan secara berebut dan untung-untungan itu mendatangkan kesenangan. 

Dulu, bapak saya membuatkan adik waw, sebutan layangan di Semenanjung, yang cukup besar dan menaikkannya di belakang rumah. Saya pun pernah berlarian di sawah untuk menggapai layangan yang putus. 

Sayangnya, pemilik lahan ini kini telah memagarinya. Ruang bermain mereka di masa akan datang semakin sempit. Tetapi, anak-anak selalu memiliki cara mendapatkan tempat yang lain. Begitulah hidup. 
 

No comments:

Merenung Keseharian

Dengan membaca kembali buku Falsafah Harian ini, saya dapat menimbang saran teman-teman yang telah membahas tulisan, seperti apakah pijakan ...