Tidak hanya itu, anak-anak juga membawa jurnal Ramadan dari sekolah masing-masing. Roy, anak Pak Furqon, yang duduk di sebelah saya juga membawa buku laporan. Saya tidak membawa bolpoin. Saya pun menukas, nggak apa-apa, nanti pinjam teman-teman lain.
Zumi memilih salat tarawih di barisan belakang bersama Akmal dan Kiki. Saya pun membiarkannya agar ia merasa nyaman dengan salat malam ini. Maklum, ia sebelumnya sempat berpikir untuk melakukannya di rumah. Ia pun kini mudah bangun untuk makan sahur.

No comments:
Post a Comment