Saya menyukai jalan di atas. Dengan menyisakan ruang, kotak-kotak itu telah memberikan ruang bagi tanah untuk bernapas dan menerima asupan air. Sebagai bagian dari jalan pintas menuju Masjid AlBhukhari dari Suq AlBukhari (Mall), desain lorong ini menjadikan tanah pekuburan itu tampak tak seram. Mungkin, kita tak lagi mempunyai kesan bahwa tempat peristirahatan terakhir manusia itu selalu terlihat suram.
Monday, November 07, 2011
Lorong
Saya menyukai jalan di atas. Dengan menyisakan ruang, kotak-kotak itu telah memberikan ruang bagi tanah untuk bernapas dan menerima asupan air. Sebagai bagian dari jalan pintas menuju Masjid AlBhukhari dari Suq AlBukhari (Mall), desain lorong ini menjadikan tanah pekuburan itu tampak tak seram. Mungkin, kita tak lagi mempunyai kesan bahwa tempat peristirahatan terakhir manusia itu selalu terlihat suram.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Teh
Apa yang membuat kita lega? Minuman yang diteguk ketika haus. Teh Pucuk ini dijual di minimarket 7 Eleven Pudu seharga RM 2.90. Betapa mahal...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Judul buku: Social Roots of the Malay Left Penulis: Rustam A SaniPenerbit: SIRD, Kuala Lumpur Tahun terbit: 2008 Jumlah halaman: ix+ 80 hala...
No comments:
Post a Comment