Sunday, July 17, 2022

Keluarga

Sejauh apa pun pergi, kami akan pulang. Betapa senang melihat Zumi tertawa lepas karena dipegang sepupunya, Dini. Dari sini, kami telah merasa cukup untuk menjalani hidup. 

Di halaman belakang, kami bercakap-cakap ringan. Tidak perlu mata liyan hadir sehingga spontanitas, celetukan, dan keakraban muncul begitu saja. 

Biyya melihat rumah nenek adalah tempat untuk berhenti sejenak dari rutinitas membaca dan melukis. Penyuka Aurora ini menyebut ikan tongkol semalam tatkala saya menelepon ibu. Ya, lauk ini sangat berkesan di lidahnya. Katanya, rasanya maknyus. Kami pergi untuk kembali lagi. 
 

No comments:

Mengaji Syarh al-Hikam

ربما اطلعك على غيب ملكوته وحجب عنك الاشتغراف على اسرار العباد Pagi ini, pukul 6, kami mengikuti pengajian kitab anggitan Imam Athoillah Al-S...