Wednesday, March 20, 2024

Puasa [9]

Membaca tulisan ini, saya merenung kembali apa yang telah dilewati waktu kecil tatkala bulan Ramadan. Puncak dari ibadah perayaan Idulfitri, hari berbuka, tak boleh berpuasa. 

Mudik tentu momen menghadirkan kenangan kampung, meskipun banyak yang hilang, karena banyak berubah dari tempat kelahiran. Sungai tak lagi sedalam dulu. Masjid tak lagi  memiliki menara tempat bedug diletak dan ditabuh. 

Apalagi, ketiadaan ayah seakan kami berjalan dengan satu kaki. Tetapi, kebersamaan nanti akan melengkapi ingatan karena kami akan berziarah ke kubur. Di sini, asal muasal bermula tentang jati diri. Ayah adalah anak dari Tayyib. 

 

No comments:

Nalar

Semalam saya berbagi kiat kepenulisan dengan santri mahasiswa semester awal. Seronok, malam-malam mereka masih bersedia berdiskusi.  Saya in...