وأما مع الفناء والبقاء فلا
Pagi ini, Kiai Imdad mengurai kebahagiaan berdasar pada tesis sufisme ini kala membacakan Syarh al-Hikam. Kesempitan (القبض) dan keluasan (البسط) itu subjektif. Keduanya hilang bila kita meniadakan ego (nafs) dan mengekalkan Tuhan (البقاء).
Beliau mengisahkan Bill Gates untuk menguatkan aforisme di atas. Para santri Aliyah, mahasiswa UNUJA, dan dosen bertepekur, jadi bagaimana hidup hendak diukur?
Keluasan seringkali dikaitkan dengan ukuran fisik.dan material. Tidak salah. Tubuh harus berada dalam ruang yang sêlesa dan waktu luang, tidak bergegas. Ruang sempit bikin pengap dan waktu terbatas bikin ngegas, tegang dan tekanan naik.

No comments:
Post a Comment