Monday, February 02, 2026

Semenanjung

Anak ini lahir di Pulau Pinang. Ari-arinya ditanam di halaman asrama Tasik Harapan, nama yang indah. Apa ada kaitannya dengan Tasikmalaya, tempat kelahiran Rhoma Irama? Tak jauh dari tempat ini, ada danau tempat kami sering menghabiskan sore dengan memberi makan remah roti ikan-ikan. Ia tumbuh dengan nalar yang ditempa oleh sekolahnya, sejak pra-sekolah, SD, SMP, hingga SMA.
Bacaannya menuntutnya untuk bertanya banyak hal, tentang identitas, bias, dan politik. Dulu kami berdua menjaganya dengan utuh dan menyeluruh. Seperti tulisan di kaus yang viral: saya akan melakukan apa yang saya ingin, di mana empat kata terakhir dicoret dan diganti dengan apa yang anak perempuan mau. Kemarin, saya sudah menunggu giliran untuk memotong rambut setelah tiga orang berlalu, tiba-tiba ada pesan bahwa Biyya ingin dijemput segera dan saya pun beranjak dari kedai Wijaya. Hehe
Dulu, pada 1921 Tan Malaka pernah bertemu dengan banyak pegiat Semenanjung untuk merumuskan bagaimana mengisi hidupnya sendiri, merdeka dari penjajah. Sayangnya, kedua negara, Indonesia dan Malaysia, berjalan dengan nasibnya sendiri-sendiri. Namun, ikatan emosi itu tetap terjaga hari ini, setidaknya sebagaimana anak ini tumbuh dengan kebaikan kakek-nenek angkatnya di Pulau Pinang, kami memiliki banyak keluarga di sini.
Betapa 15 tahun tinggal di tanah Melayu ini meninggalkan bekas yang kuat. Ayah angkat kami yang Cina mualaf justru mengenalkan kami pada tradisi Abah Anom. Surat Yasin yang ditinggalkan oleh guru spiritual ini masih dibaca oleh istri. Ya, fikih itu memang perlu dipelihara, dan tasawuf yang akan menyatukan kita secara utuh.
Hidup di sini juga berkelindan dengan pandangan dunia Melayu. Seorang pedagang di kantin meminta saya untuk memberikan doa agar dagangannya terjaga dari hal buruk. Saya hanya berdoa untuk keselamatan. Lalu, ia bertanya, apa perlu pengeras? Tidak. Saya melakukannya sebagai insan biasa, tak perlu syarat, apalagi ayam hitam.
Sekali waktu, Bob pekerja kantin mengajak saya untuk pergi ke karaoke. Lalu di sana ia membawakan lagu-lagu Amy Search, yang malah menyeret saya ke pertigaan kampung, kala lagu Isabella mengalun pas saya berangkat sekolah ke MTs Annuqayah. Tak pasti, adakah radio itu milik Suparto? Ia adalah jiran kami yang menempel poster KISS di tembok rumahnya.
Sejalan dengan perjalanan semua ini, pengalaman yang mengubah saya melihat banyak hal adalah kunjungan ke rumah Tuan Guru Nik Aziz Nik Mat. Dengan melihat kediaman dan masjidnya di pulau Melaka, saya menemukan kedamaian dalam kesederhanaan. Aura dan suaranya lahir dari kedalaman batin dan ketulusan hati.

 

No comments:

Semenanjung

Anak ini lahir di Pulau Pinang. Ari-arinya ditanam di halaman asrama Tasik Harapan, nama yang indah. Apa ada kaitannya dengan Tasikmalaya, t...