Tuesday, February 03, 2026

Nisfu Sya'ban

Pak As'adi mengumumkan bahwa perayaan Nisfu Sya'ban akan digelar pada malam Selasa, 2 Februari 2026. Kami pun hadir salat magrib dan membaca Yasin sebanyak tiga kali. Sebelumnya Pak Fauzan memohon doa yang diaminkan oleh para warga, yang tediri dari orang dewasa dan anak-anak. 

Setelah selesai, Pak As'adi memimpin doa penutup dan mengumumkan bahwa kami memiliki waktu untuk menikmati kudapan dan minuman yang disediakan oleh warga sebelum azan isya. 

Betapa menyenangkan kami mengunyah makanan tradisional, seperti kratok (Kata Pak Umar) atau lanun (Kata Pak Sururi), makanan yang terbuat tepung kanji. Tentu ini adalah momen warga untuk bertukar cerita. Setidaknya dengan mendaras kitab suci dan melakukan silaturahmi, mereka merawat hati dan hubungan baik dengan tetangga. 

Lalu, mengapa kami melakukan kegiatan di atas? Mungkin The Need for Rootsnya Simone Weil bisa ditimbang. Kita perlu keberakaran agar hidup memiliki makna dan utuh. Sejak kecil, saya mengikuti acara rutin di atas. Mengapa menyenangkan? Karena puasa itu mendatangkan keriangan, seperti bermain di sawah dan sungai karena liburan dan makan lahap karena menunda di kala berbuka. 

Akar itu adalah keterikatan kami dengan komunitas, tradisi, budaya, sejarah, dan nilai moral. Para guru mengingatkan bahwa dengan berpuasa, kita merasakan lapar dan dari sini tumbuh kepedulian pada orang lain. Jadi, orang itu menjadi manusia dengan memulakan hidupnya dari tradisi tempat ia tumbuh dan besar. 

 

No comments:

Bermain

Zumi dan kedua teman baiknya, Akmal dan Kiki, menunggu layangan putus. Meskipun mereka bisa membelinya, tetapi mendapatkan mainan secara ber...