Tentu, saya merenung di sela baca buku Nevid Reda & Yasmin Amin berjudul Islamic Intepretative Tradition and Gender Justice. Penjualnya adalah seorang perempuan, yang menjual kopinya dengan harga wajar Rp5000,00, sementara minuman serupa di Paiton Rp7000,00.
Bakwan dan tahu mengganjal perut. TV One News memberitakan mutilasi yang dilakukan oleh suami terhadap istri sirinya. Tak lama kemudian, ada seorang bapak tua menanyakan saya hendak ke mana? Mungkin karena ia melihat saya pakai batik dan sepatu, sehingga menawarkan tumpangan ojek online. Sebelumnya, saya memang telah mengaktifkan fitur Gojek di gawai.
Coba lihat apa yang dijual ibu ini! Hanya sebagian kecil yang dihasilkan oleh industri rumah tangga. Kebanyakan diproduksi oleh pabrik besar. Tentu, penulisan charge dengan "cees" itu menarik sebab itu adalah bunyi. Mengapa ia tidak menulisnya cas saja yang memang baku?

No comments:
Post a Comment