Menikmati gorengan dan kopi bersama istri di dapur setelah memotong rumput di halaman. Ngobrol ke sana ke mari menjadikan sore menyenangkan. Tetangga sebelah juga melakukan kegiatan serupa. Anak-anak kampung bermain layangan di lapangan dan sebagian yang lain menunggu wau itu putus. Mereka berlarian untuk merebut benang. Kesenangan adalah apa yang kita bisa capai. Damai.
Monday, June 29, 2026
Saturday, June 20, 2026
Ambil Rapor
Setiap orang tua tidak hanya mengambil buku nilai anak kelas 5, tetapi juga mendengar mereka mempresentasikan proyek di depan kelas.
Guru tidak hanya mengajar teori, tetapi juga praktik. Di sini, murid belajar bagaimana memahami kerja sains melalui eksperimen. Mereka bekerja sama untuk membuat tandon air tanpa mesin, kipas angin, lampu meja, dan fungsi magnet.
Menariknya, ustazah memberikan kesempatan pada orang tua wali untuk bertanya. Salah satu di antara mereka angkat tangan, apa benda di ruang kelas ini yang bisa ditarik magnet? Sains seeloknya membuka tabir sekitar. Tidak ada lagi cerita mitis.
Sekolah itu mengajar kita untuk mengenal lingkungannya secara ilmiah biar berkah. Rumus-rumus dipahami agar kejadian sehari-hari dimengerti. Kita sebagai orang tua membuka jalan agar mereka percaya diri untuk berdiri di kaki sendiri.
Guru tidak hanya mengajar teori, tetapi juga praktik. Di sini, murid belajar bagaimana memahami kerja sains melalui eksperimen. Mereka bekerja sama untuk membuat tandon air tanpa mesin, kipas angin, lampu meja, dan fungsi magnet.
Menariknya, ustazah memberikan kesempatan pada orang tua wali untuk bertanya. Salah satu di antara mereka angkat tangan, apa benda di ruang kelas ini yang bisa ditarik magnet? Sains seeloknya membuka tabir sekitar. Tidak ada lagi cerita mitis.
Sekolah itu mengajar kita untuk mengenal lingkungannya secara ilmiah biar berkah. Rumus-rumus dipahami agar kejadian sehari-hari dimengerti. Kita sebagai orang tua membuka jalan agar mereka percaya diri untuk berdiri di kaki sendiri.
Sarwaan
kegiatan rutin ini digelar setiap dua minggu sekali. Setelah membaca Yasin dan tahlil, kami pun berbincang masalah-masalah keseharian di kampung, dari sampah hingga saluran.
Nah, karena banyak sampah, seperti pampers dan kotoran sapi, mendangkalkan dan menyumbat drainase, jemaah membahas jalan keluar, salah satunya membuat saringan di banyak titik dari besi.
Dengan demikian, pertemuan ini mendatangkan manfaat bagi banyak orang, bukan hanya yang hadir dalam sarwaan.
Saturday, June 13, 2026
Baju Adat
Hari ini, Zumi bersama dua orang temannya akan menjadi pembawa acara wisuda sekolah. Tak seperti kami dulu, anak-anak kini sudah dilibatkan dengan kegiatan lebih awal. Tentu, ini baik untuk menumbuhkan kepercayaan diri.
Selain itu, ini adalah ruang yang baik untuk berbicara di hadapan publik. Dengan memakai baju adat, masing-masing tahu akar, meskipun tidak menutup diri untuk menerima kehadiran liyan.
Karakter mereka tumbuh di sekolah, lingkungan dan rumah. Semoga dialog yang sehat di antara semua ini berjalan secara saksama.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Timus
Menikmati gorengan dan kopi bersama istri di dapur setelah memotong rumput di halaman. Ngobrol ke sana ke mari menjadikan sore menyenangka...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Kami berdua salat di masjid tempat orang dewasa, remaja, dan anak-anak bersembahyang. Di sini, saf pertama bisa diisi oleh jamaah dari sega...


