Thursday, July 07, 2022

Iman yang Utuh

Ini buku yang sangat bermanfaat untuk memahami secara menyeluruh "kasih sayang pada seluruh jagad" (rahmatal lil 'alamin), yang selama ini sering dibatasi pada menjaga kebajikan manusia yang berbeda.

Alam kita sakiti, tetapi kita tidak merasa. Selagi bumi tidak dianggap ibu sebagaimana kearifan orang-orang kuno, manusia modern mengabaikan pengetahuan (logos), dan mengekalkan dongeng (mitos). Tos!

Bayangkan, Tuhan dipuja, di sebelah rumah ibadah sampah berserakan. Jelas, imannya tidak utuh.
 

Rindu Kelantan

Kami menginap di sini selama tiga hari di sebuah lebaran. Kami memiliki keluarga Cikgu Rahim, dr Adi, dan Dr Sri. Kawan dekat saya daalah Dr Supyan, Dr Zailani, dan Dr Fauzi yang juga berasal dari negeri Cik Siti Wan kembang. Tatkala belajar di USM, kami sering makan malam di warung Tomyam Sungai Dua.

Alhamdulillah, saya pernah mengajar kelas jauh di Kota Bharu. Tentu, pengalaman menunaikan salat dhuha di masjid almarhum NIk Aziz Nik Mat, sangat membekas kuat. Betapa cahaya tokguru itu menyinari rumah di dekatnya.
Semoga hasrat ke Semenanjung tertunai untuk sekaligus menyusuri tempat dua anak kami lahir, Minden dan Jitra. Ari-ari keduanya ditanam di sini. Amin.

Wednesday, July 06, 2022

Big Bad Wolf

Saya, istri, dan Zumi duduk menikmati suasana pagi. Di sela itu, si bungsu bertanya pada maminya, betul kita mau ke Surabaya untuk lihat pameran buku? Besok, besoknya lagi, atau besok-besoknya?
Ia akan terus bertanya. sebelum hari tiba. Mau apa di sana? Di lantai dua ada pusat permainan. Si sulung, dia mau menikmati makanan Korea. Untuk merangsang keduanya membaca, tentu orang tua akan memberinya insentif agar mencari pengetahuan itu menyenangkan. Zumi menyukai Plant vs Zombie (terjemahan) dan Biyya suka The Magic Mirror, sebelum akhirnya meninggalkannya sejalan bertambahnya usia.
Seperti dulu, kami akan naik bus AKAS dari Paiton. Lalu, bagaimana jika ada bus lain, seperti Ladju? Bagi orang Madura, bus itu AKAS.

 

Tuesday, July 05, 2022

Siasat yang gagal


Akhir-akhir ini, Biyya tidak lagi membawa buku ke mana-mana. Ia malas membaca. Tadi, saya bilang ke maminya, bahwa buku ini punya ayah terlupa tidak dibawa. Siapa tahu penyuka Aurora ini mau menguliknya. Eh, nggak mempan. Apalagi ia tidak enak badan.

Kami pun sedang berusaha mencari cara lain. Ada saran? Alhamdulillah, banyak teman di Facebook yang memberikan saran, semisal Pak Gautama bahwa fase remaja perlu media lain untuk mengekspresikan diri. Dari Ibu Wiwied, kindle mungkin bisa menjadikan pengalaman membaca berbeda. 

Setidaknya, urusan anak-anak menjadi perhatian bersama sebagai orang tua. Toh, setiap anak memiliki minat dan bakat yang berbeda. Dengan mengetahui apa yang menjadi kesenangannya, orang tua hanya memberi jalan agar hidup mereka menggembirakan. 



Komunalisme dan Fanatisme

Bentrok di Babarsari Yogyakarata dilatari oleh sentimen kelompok. Lalu, apakah "kesukuan" itu harus dihapus? Tidak karena ini "alami". Kemudian, bagaimana bila kerusuhan itu dipicu oleh oleh emosi keagamaan? Apakah kita bisa mengatakan bahwa fanatisme itu satu-satunya menjadi penyebab pertikaian?
Mungkin, Akar Kekerasan Erich Fromm bisa disodorkan bahwa ada banyak peubah dari pertengkaran. Tanpa apologetis, agama kadang ditempelkan untuk menarik dukungan, termasuk kasus terakhir ACT, yang menggunakan kesadaran religius untuk menangguk sokongan.
Bagi saya, agama itu pribadi. Etikanya merembesinya pada seluruh sisi kehidupan. Itulah mengapa motor saya tidak ditempeli stiker ayat-ayat dan simbol-simbol. Kalaupun kini saya adalah anggota PPP, itu karena Rhoma Irama yang dulu. Hehe

 

Monday, July 04, 2022

Kajian KItab

Kajian kitab al-Da'wah al-Tammah wa al-Tadzkirah al-'Ammah memperlihatkan ruang publik pesantren yang menarik.
Perbedaan terhadap pembacaan semantik dan pemahaman terhadap teks tidak membuat peserta harus menaikkan suara, tetapi logika. Keadaban mengemuka. Contoh, "khatir" dalam bagian ketiga itu diterjemahkan yang terhormat atau bikin khawatir, yang secara kebahasaan akan mempengaruhi pengertian.
Andai gelar wicara di televisi dan debat di parlemen didasarkan pada pencarian kebenaran dan keadilan, saya pikir setiap individu akan menimbang sesuatu dengan jernih, seperti ditunjukkan para masyayikh, ustaz, dan santri.
Dalam sesi tasaul, misalnya, pesertai tidak hanya bertanya tetapi juga menyisipkan pandangan. Demikian juga jawaban menunjukkan sikap, seperti khilafah itu adalah kepempinan yang didasarkan pada integritas, kualitas pribadi.
Apakah kita harus berdiam diri (sukut) terhadap konflik para sahabat nabi? Tidak, kata Gus Fayyadl dalam tanggapannya. Ia harus direspons sebagai peristiwa historis. Sebagai penutup, Kiai Zuhri menegaskan bahwa tugas mengingatkan kekuasaan adalah dilakukan melalui pendidikan dan dakwah. Sebab wajah dari penguasa adalah wajah masyarakatnya. Jadi kalau pemimpinnya buruk, itu adalah watak dari warganya.
Secara pribadi, saya menyoroti isu "syura" dan demokrasi yang sempat mengemuka dalam forum, yang dipandang atas dasar semangat yang sama, yakni permufakatan. Masalahnya adakah "deliberatif" betul-betul telah dipraktikkan ketika keputusan itu disandera oleh segelintir, seperti UU Cilaka, dll itu?

 

Sunday, July 03, 2022

Kolega Itu Pak Sugiono

Selain Pak Nurhamid, Pak Sugiono adalah rekan sekerja di Kantor Rektorat. Intensitas pertemuan memungkinkan kami untuk berbagi banyak hal, tidak hanya urusan pekerjaan, tetapi juga kehidupan. 

Dengan latar belakang pendidikan di Deakin Australia dan karir panjang dalam bidang akademik, lelaki asal Paiton ini memahami banyak hal secara utuh, seperti bagaimana kurikulum itu mesti dipahami dan diterapkan. Saya sering menyimak tatkala pakar dalam bidang keadilan sosial ini berbicara.

Tatkala BEM Universitas Nurul Jadid melaksanakan gelar wicara (talk show), ia mengundang temannya dari negeri Kangguru untuk turut berbicara soal kepempinan secara daring. Di luar ini semua, ada satu hal yang menyatukan kami, menggemari Rhoma Irama. Terlalu! 

Agama di Pagi Hari

Kondektur memberitahu bahwa bus PO Harapan Baru yang saya tumpangi telah sampai di depan terminal Tawangalun, Jember. Saya pun turun dan men...