Saya pun menyampaikan bahwa kami belajar pada Sumatera Tawalib, Hamka, Tan Malaka, dan Mohammad Hatta. Betapa menyenangkan melihat tokoh pondok menggunakan pakaian daerah.
Thursday, November 06, 2025
Padang
Saya pun menyampaikan bahwa kami belajar pada Sumatera Tawalib, Hamka, Tan Malaka, dan Mohammad Hatta. Betapa menyenangkan melihat tokoh pondok menggunakan pakaian daerah.
Majelis Masyayikh
Setelah puluhan tahun tak bersua, kami bertemu. Dulu, Penerbit Jendela merekatkan tautan, kini kami membuhul ikatan dalam kegiatan Majelis Masyayikh. Mas Ali Formen ngelmu ke Selandia Baru, saya ke Malaysia, sama-sama persemakmuran.
Wednesday, November 05, 2025
Pintu Keluar
Kala tanya pada penjaga lift, ia menukas cepat, bapak punya banyak pilihan TJ atau LRT? Saya memilih Gocar, milik Nadiem. Sambil menungu AM, supir, saya menonton PSG dan Bayer Munchen di pintu masuk parkir.
Gatsu? Damn it (baru 15 menit udah bahasa Jaksel), itu ujaran si pengemudi Gocar untuk menyebut Gatot Subroto. 15 menit kemudian, kami sampai di tempat kegiatan Konferensi Pendidikan Pesantren. Di lobi, saya memanggil video (video call) Zumi. Pelajaran apa hari ini?
Menunggu? Kita siasati dengan bergiat apa saja, memerhati sekeliling, dan mengerjakan kebiasaan sehari-hari. Bosan itu terbit karena disorientasi. Lagipula ia kosa kata baru dalam bahasa manusia. Orang primitif tak mengenal lema ini. Dasar modern!
Monday, November 03, 2025
Ruang Baca
Saya meletakkan pesan Pak Musa Asy'arie di loteng, tempat kami menyimpan buku. Berjuang dari Pinggir adalah salah satu karya beliau yang mengilhamkan kami.
Epistemologi
Santri dan Ngaji
Sambil menunggu pak kiai untuk mengikuti pengajiann kitab, saya ngobrol dengan siswa Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Nurul Jadid. Saya berkisah tentang almarhum Rafiuddin Tamar Munis yang menggagas ide-ide besar bersama teman-temannya di musala ini.
Saturday, November 01, 2025
Warung Rooster
Di sela menunggu tukang cukur, saya membaca ulang Philosophy for Dummies, rujukan kedua pada bedah buku Falsafah Harian: Seni Memahami Hidup Sehari-Hari di aula Pondok Pesantren Nurul Jadid dua hari yang lalu.
Saya minta Zumi membaca bab kedua, Discovering Why Philosophy Matters. Ia bisa melafalkannya tetapi belum memahaminya. Saya bilang, mengapa filsafat itu penting. Contohnya, saya bertanya "Why do you go to school? To learn. Nah, bertanya itu kegiatan falsafah. Jawaban jadi pertanyaan. Mengapa belajar?
Percakapan berakhir. Barbershop, eh, buka. Memang, di dinding tertulis kata Inggris itu.
Agama di Pagi Hari
Kondektur memberitahu bahwa bus PO Harapan Baru yang saya tumpangi telah sampai di depan terminal Tawangalun, Jember. Saya pun turun dan men...
-
Pemilik buah catur hitam adalah Zumi. Untuk permainan kedua, adik Biyya ini memenangkannya. Dengan demikian, ia akan bermain lagi karena per...
-
Dalam perjalanan pulang dari sekolah, Biyya minta mampir ke pasar mini untuk membeli roti. Saya pun menunggu di warkop yang menyediakan empa...
-
Kami datang sebelum acara bermula. Pak Yuli mengundang warga untuk mensyukuri perkawinan anak lelakinya. Pak Sofi mengantarkan undangan pada...






