Sunday, May 24, 2026

Dunia Nyata

Saya bertemu dengan Pak Kiai Muhammad Ridhwan di Serpong. Beliau lulusan Al-Azhar Mesir dan Universitas Kebangsaan Malaysia. Dulu, banyak mahasiswa yang belajar di negeri jiran saling berkomunikasi di milist PPI, tempat kami saling mengenal satu sama lain.

Kini, kami mengikuti reviu dokumen persiapan jenjang magister dan doktoral Ma'had Aly di Serpong, dunia nyata. Kami pun mengingat kembali kenangan kala itu.

Warung Bandara

Dengan membaca buku anggitan Nassim Nicholas Taleb di warung Malaysia, bandara Soekarno Hatta, kita dapat melipat banyak hal dalam satu tarikan napas. Karya ini ditulis dalam bahasa Inggris yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Nasi lemak dan rendang menghadirkan rasa banyak warna. Angsa hitam mengajarkan kerapuhan pengetahuan. Jadi, apa yang perlu kita pegang?

Apa yang kita jalani sehari-hari, seperti melakoni profesi, bertetangga, menikmati hiburan, dan menjalankan kepercayaan. Semua ini bisa disangga apabila kita bisa merawat kebutuhan lahir dan batin.
 

Saturday, May 23, 2026

Menunggu

Kami memilih nongkrong di warung kopi Rooster tak jauh dari bengkel tempat sepeda motor kami diperbaiki. Melaui Whatsapp, saya berkomunikasi dengan mekanik. 

Inilah salah satu kedai yang kami suka, karena berhalaman luas dan memiliki kolam ikan. Dulu, kami juga merayakan hari Keluarga di sini. 

Apa pun, setiap tempat punya cerita. Kita tinggal memberikan kata agar benda bisa bisa bicara. 
 

Friday, May 08, 2026

Magriban

Sang ibu memotret kami sebelum beranjak ke masjid. Di sini, ada banyak anak dan ayah juga menunaikan salat bersama. Zumi bertemu dengan teman-temannya, seperti Rafan. 

Saya tidak memaksanya untuk berzikir seusai sembahyang. Ia pulang terlebih dahulu dengan sepedanya. Dulu, penggemar Neymar ini tidak berani berjalan sendirian, kini ia telah melakukannya seperti kawannya yang lain. 

Lalu, saya pun mengikuti Yasinan yang digelar setiap malam Jum'at. Kata terakhir dari doa Pak Haji Fauzan, semoga warga dihindari dari penyakit. Amin. 
 

Friday, May 01, 2026

Periplus

Di terminal Soetta 3, kami mampir ke toko buku. Setelah melihat-lihat buku, saya pun membeli majalah Tempo. Buku terbitan asing sangat mahal untuk kantong warga. 

Zumi akan mengincar mainan, seperti anak-anak pada umumnya. Anak seusinya akan  mengincar hotwheel. 

Di sini, ada banyak bacaan nonfiksi populer, yang menunjukkan bahwa puncak pengetahuan itu adalah ketika banyak orang bisa memahami sesuatu secara sederhana.  

Catur

Betapa menyenangkan kami bisa meluangkan waktu bermain catur. Dengan berehat sejenak dari menatap layar telepon genggam, kami berdua beradu strategi untuk melakukan skak mat. 

Kadang saya mengalah agar Zumi mau melanjutkan ke permainan selanjutnya. Setiap orang memenangkan hidupnya. 


 

Musala Bank Jatim

Setelah melalui permainan pertama, Zumi tertidur di emperan musala Bank Jatim. Di bagian kedua, penggemar Neymar berlaga lagi di waktu sore. Fase ketiga eksistensi kata Nietzsche: kanak-kanak, tidak lagi singa dan unta. I

Kami menemaninya untuk memberi semangat bermain dan menghadapi lawan. Permainan itu menguji ketahanan fisik dan emosi. Di sini, setiap pemain belajar untuk menahan diri.
 

Agama di Pagi Hari

Kondektur memberitahu bahwa bus PO Harapan Baru yang saya tumpangi telah sampai di depan terminal Tawangalun, Jember. Saya pun turun dan men...