Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Nalar
Semalam saya berbagi kiat kepenulisan dengan santri mahasiswa semester awal. Seronok, malam-malam mereka masih bersedia berdiskusi. Saya in...

-
Semalam, kami berlatih menyanyikan lagu daerah, Apuse Kokondao Papua dan Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan. Ibu Yunita, mahasiswa PhD Musik...
-
Saya membawa buku Philosophy for Dummies untuk coba mengenalkan anak pada filsafat. Biyya tampak bersemangat tatkala pertama kali mendapatka...
-
Rindu itu adalah perasaan akan sesuatu yang tidak ada di depan mata kita. Demikian pula, buku itu adalah jejeran huruf-huruf yang menerakan ...
1 comment:
Kalau dah namanya mesin, mana ada jiwa? Sibuk adalah perkara biasa dalam hidup ini. Setiap hari kita berjuang untuk hidup; dan perjuangan itu memerlukan pengorbanan.
Dalam sibuk mengejar kehidupan ini, satu yang pasti. Kita tak bisa hidup tanpa jiwa, dan jiwa itu sendiri perlu pengisian. Siapa yang mengisi? Manusia sahaja tak memadai. Segala yang dimiliki oleh manusia tidak mampu memuaskan jiwa kita. Hanya Tuhan saja sumber kepuasan jiwa dan damai sejahtera.
Post a Comment