Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Mengurus Hati
Mengapa saya mengikuti pengajian kitab kuning di musala pondok di pagi hari? Mengasah bahasa adalah menajamkan pikiran melihat hidup. Apa ya...
-
Pemilik buah catur hitam adalah Zumi. Untuk permainan kedua, adik Biyya ini memenangkannya. Dengan demikian, ia akan bermain lagi karena per...
-
Dalam perjalanan pulang dari sekolah, Biyya minta mampir ke pasar mini untuk membeli roti. Saya pun menunggu di warkop yang menyediakan empa...
-
Kami datang sebelum acara bermula. Pak Yuli mengundang warga untuk mensyukuri perkawinan anak lelakinya. Pak Sofi mengantarkan undangan pada...
1 comment:
Kalau dah namanya mesin, mana ada jiwa? Sibuk adalah perkara biasa dalam hidup ini. Setiap hari kita berjuang untuk hidup; dan perjuangan itu memerlukan pengorbanan.
Dalam sibuk mengejar kehidupan ini, satu yang pasti. Kita tak bisa hidup tanpa jiwa, dan jiwa itu sendiri perlu pengisian. Siapa yang mengisi? Manusia sahaja tak memadai. Segala yang dimiliki oleh manusia tidak mampu memuaskan jiwa kita. Hanya Tuhan saja sumber kepuasan jiwa dan damai sejahtera.
Post a Comment