Saya kemarin menghadiri rapat dwitahunan Persatuan Karyawan Pulau Pinang, yang menghimpun para penggila dunia tulisan. Latar belakang yang beragam tentu menambah gizi untuk mengayakan pengalaman menulis. Presidennya, Prof Madya Sohaimi Abdul Aziz, menceritakan bagaimana perkumpulan ini bertahan hingga usia ke-5 dengan dipenuhi sejarah keperitannya dan akhirnya mampu menyisakan dana yang cukup besar dalam perhelatan pemilihan kepengurusan yang baru ini.
Kegairahan untuk menyuburkan minat kepenulisan merupakan tujuan (matlamat) dari persatuan ini. Dari sini diharapkan lahir para penulis yang mampu menyuguhkan pencerahan. Ada banyak kegiatan yang telah dilakukan, seperti penerbitan, lokakarya, seminar, dan jumpa tokoh. Agar kiprah organisasi makin dikenal, pengurus telah melahirkan situs yang beralamat di www.karyawanpn.org [dalam konstruksi] dan sekaligus sebagai pengekalan eksistensi agar bisa mewariskan tradisi literasi. Keikutsertaan mahasiswa dari luar negara, seperti Thailand dan Indonesia, merupakan ikhtiar kerjasama serantau untuk memajukan kegiatan kepengarangan.
Sebelum aktif di organisasi ini, saya sebenarnya telah mengikuti beberapa kegiatan yang telah dihelat oleh kumpulan penulis kreatif ini, misalnya Seminar Pramoedya Ananta Toer dan Seminar Latif Mohidin, seorang seniman. Di sinilah, sebenarnya universitas yang acapkali menjadi tuan rumah untuk beberapa kegiatan telah turut mewarnai kampus yang bertema taman ini dengan gelegak sastra, sehingga keindahan itu bisa terungkap nyata.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Nalar
Semalam saya berbagi kiat kepenulisan dengan santri mahasiswa semester awal. Seronok, malam-malam mereka masih bersedia berdiskusi. Saya in...

-
Semalam, kami berlatih menyanyikan lagu daerah, Apuse Kokondao Papua dan Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan. Ibu Yunita, mahasiswa PhD Musik...
-
Saya membawa buku Philosophy for Dummies untuk coba mengenalkan anak pada filsafat. Biyya tampak bersemangat tatkala pertama kali mendapatka...
-
Rindu itu adalah perasaan akan sesuatu yang tidak ada di depan mata kita. Demikian pula, buku itu adalah jejeran huruf-huruf yang menerakan ...
No comments:
Post a Comment