Sunday, September 07, 2025

Hermeneutika dan Kitab Kuning


Semester ini, saya akan mengajar Hermeneutika Sosial Keagamaan di S2 Studi Islam Universitas Nurul Jadid. Santri telah akrab dengan kajian teks. Kala mendaras kitab kuning, mereka telah menyelongkar makna kata dengan sengit. 

Nanti, saya mewajibkan kelas saya untuk mengaji kitab Syarh al-Hikam di musala pada pukul 6 pagi. Bayangkan لا قيمة itu punya dua arti berlawanan dengan konteks yang berbeda. Betapa tafsir itu membuat kata senantiasa retak menanti belah.

No comments:

Timus

  Menikmati gorengan dan kopi bersama istri di dapur setelah memotong rumput di halaman. Ngobrol ke sana ke mari menjadikan sore menyenangka...