Wednesday, January 14, 2026

Hari ke-14

Biyya minta berhenti di kafe Point sepulang dari sekolah. Saya duduk seraya melanjutkan bacaan tanpa memesan kopi. Pagi dan siang saya sudah menikmatinya. Menahan diri adalah wujud dari keterbatasan tubuh yang menua, yaitu awas pada gula. 

Biasanya kami mereguk minuman sejuta umat ini di Rooster tak jauh dari tempat kami duduk kala mengantar Zumi yang memotong rambut di kedai tak jauh dari R. 

Percakapan seringkali tak disangka-sangka, karena ia bisa muncul begitu saja, dari hal keseharian dan politik. Tetapi hidup tidak serumit pikiran para cerdik pandai, tetapi perbincangan ringan, yang hakikatnya puncak dari pengetahuan, yakni praktis. 

No comments:

Bermain

Zumi dan kedua teman baiknya, Akmal dan Kiki, menunggu layangan putus. Meskipun mereka bisa membelinya, tetapi mendapatkan mainan secara ber...