Biyya dan teman-temannya, Vanda, Rangga, dan Darel mengunjungi pameran pendidikan di Surabaya. Mereka hendak melihat dari dekat tawaran lembaga universitas dunia. Tentu, ini peluang baik untuk melihat dari dekat bagaimana minat siswa dan siswi di Indonesia ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri.
Tentu, sebagian orang tua yang turut mendampingi anak mereka telah menyiapkan biaya yang cukup tinggi dibandingkan di dalam negeri. Meskipun demikian, ada perguruan tinggi asing yang membuka cabang di Jakarta, seperti Universitas Monash. Rp 200 juta untuk semester tentu bukan SPP yang murah untuk rata-rata keluarga di negeri ini.
Kehadiran PT dari Australia itu tentu memacu lembaga serupa dalam negeri untuk memajukan diri. Namun, pendidikan dalam pedagogi kritis tidak lagi didikte oleh kehendak kapitalisme, tetapi bagaimana pengajar dan pelajar merumuskan masalah bersama untuk diatasi. Tentu, kemajuan lembaga serupa di dunia bisa dijadikan cermin.
No comments:
Post a Comment