Wednesday, January 07, 2026

Hari ke-7

 

Dalam buku ini, Pak Nurul Huda mengutip pernyataan Pak Usman Hamid, Direktur Amnesti Internasional, "Selama bertahun-tahun masyarakat asli Papua telah mengalami rasisme dan kekerasan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Banyak di antara mereka yang ditangkap dan didakwa dengan tuduhan makar ketika terlibat dalam aksi damai (hlm. 9). 

Dengan pendekatan teologi James Cone dan Farid Esack, dialog kemanusiaan hendak menghadirkan Tuhan dalam mengembalikan manusia sebagai makhluk yang mulia dan setara. Agama membebaskan manusia dari belenggu penindasan atas nama apa pun.

Dialog ini akan menyegarkan pengalaman saya belajar ilmu Tawhid sejak Madrasah Ibtidaiyah hingga IAIN Sunan Kalijaga. Tugas akhir tentang keadilan Tuhan di S1 dulu tentu terkait dengan isu kejahatan, baik manusia maupun "alam". Kini, tentu teologi tidak dilihat sebagai urusan langit, tetapi bumi, tempat Tuhan menyampaikan firman pada Nabi-Nya. 

Dulu, di Tsanawiyah dan Aliyah Annuqayah, kami belajar Al-Jawahirul Kalamiyah dan Al-Hushun al-Hamidiyyah sebatas mengenal sifat-sifat wajib, mustahil, dan jaiz Tuhan. Di perguruan tinggi, kami melihatnya sebagai disiplin yang memungkin teman baik kami bertanya tentang kedudukan nabi dan filsuf dalam memanggul amanah untuk menyampaikan pesan yang didapat pada manusia. 

Dalam obrolan ringan di kegiatan Kelompok Kajian Pojok Surau KKPS, Kiai Imdad Robbani menyampaikan pada kami untuk menyoal beberapa hal yang dicetuskan dalam karya ini. Saya membayangkan Pak Mushafi Miftah sebagai pakar hukum akan melihatnya dampak teologis dari sisi praktis legal, di mana sah dan tidaknya sebuah aktivitas bila didahului dengan kesaksian pada Tuhan. 

Saya akan melihatnya bahwa panggilan jiwa (beruf) Tuhan bisa mewujud pada sikap asketis atau zuhud. Samar-samar, saya mengingat almarhum Pak Syamsuddin, dosen Sosiologi Agama IAIN Sunan Kalijaga yang pertama kali mengenalkan istilah tersebut. Agama-agama akan mudah berdialog pada dimensi spiritual dan menemukan titik temu pada kebersahajaan, di mana konflik seringkali dipicu oleh ketamakan dan kerakusan manusia. 

Rasisme hakikatnya wujud dari sikap antisains, di mana asal manusia sebenarnya tunggal (ummatan wahidah), dan alat manusia untuk merasa unggul daripada liyan demi melanggengkan kekuasaan dan kepentingan. Dari keyakinan inilah, tanpa mengabaikan asal-usul keturunan, saya membawa banyak gen dalam tubuh dan jiwa ini. Anda cukup menyebutnya manusia. Jati diri lain itu tempelan yang mudah tanggal.

Tuesday, January 06, 2026

Hari ke-6

Dalam sebuah grup Whatsapp, FAMAJA, Forum Mahasiswa Madura Jogjakarta, saya bertanya, apa resolusi 2026 Anda? Salah seorang anggota menukas, "Menurut saya tak penting. Mengapa? Karena apapun rencana kita, mudah sekali dipatahkan di tengah jalan oleh Tuhan hingga nyaris tak tersisa."

Namun, sintesisnya adalah kita masih memiliki ruang untuk menyodorkan azam dengan kehati-hatian, bukan sekadar FOMO, karena orang melakukannya kita juga turut meramaikan. Semisal, kita tetap membaca buku untuk mengurangi keterpaparan pada layar gawai. Inilah senarai karya yang hendak didaras: 1. Prinsip-Prinsip Etika oleh Haryatmoko 2. Ideologi dan Kurikulum oleh Michael W Apple, dan 3. Al-Qur'an: Kitab Sastra Terbesar oleh M Nur Kholis Setiawan
Selanjutnya, semoga di bulan Februari kami bisa mengunjungi warung kopi Jibril dan Mas Mohamed Imran Mohamed Taib juga sedang berada di Johor. Untuk hal-hal seperti ini, kami tak akan berlindung di balik takdir Tuhan, apakah itu menjadi kenyataan atau tidak.

Hari ke-5

Teologi Hitam lahir dari gugatan Cone terhadap dominasi kulit putih. Dengan didasarkan pada ide Marxisme agama itu candu, eskatologi perlu diperiksa ulang karena digunakan untuk melupakan hidup orang kulit hitam yang tertindas di dunia. Iman harus disertai dengan tindakan aktif melawan ketidakadilan.
Gereja Kritus yang sejati adalah kelompok yang mengidentifikasikan diri dengan penderitaan orang miskin dengan menjadi dengan mereka (lihat halaman 165). Hal serupa digaungkam oleh Farid Esack kala melawan Apartheid di Afrika. Dari sini, agama menggerakan dan berpihak, bukan kanal dari ketidakberdayaan dan berakhir di pojok rumah ibadah seraya meratapi nasib.
Dari kerangka berpikir inilah, Nurul Huda hendak memotret nasib Papua. Karya yang kaya rujukan ini merupakan ikhtiar untuk membuka belenggu yang mengikat warga bumi Cenderawasih dari jargon-jargon keutuhan bangsa. Tentu, prasangka sistemik yang sering ditempelkan pada mereka turut meneguhkan stigma buruk, sehingga ada alasan untuk menundukkan atas nama moralitas dan kemajuan.
Dengan cukup menjadi manusia, kita bisa melihat Papua dengan jernih dan empati. Khalas.

 

Monday, January 05, 2026

Hari ke-4

Mari mengaji pagi untuk mengasah hati. Keseharian yang banal akan bikin kalbu meranggas. Kiai Imdad pun berucap bila ingin bahagia, teruslah menekuri turats. Potongan dari cetusan orang suci bahwa barangsiapa menuruti hawa nafsunya hilanglah kejernihannya.

من وافق شهوته عدم صفوته

Ini sejalan dengan kata Epicurus, hasrat itu sia-sia dan kosong, seperti orang yang memburu kekuasaan. Betapa banyak individu menghalalkan segara cara untuk meraih kedudukan, demi kursi, bukan tugas. 

Untuk itu, mengelola hasrat adalah cara kita hidup bermartabat. Setiap insan belajar dari pengalaman untuk meraih pengetahuan. Dengan senantiasa membaca, cakrawala terbuka. 

Saturday, January 03, 2026

Hari ke-3

 

Catatan ini perlu dibaca oleh mereka yang pernah dan belum naik haji. Tentu, mereka yang pernah dan belum menunaikan umrah. Keduanya memiliki irisan yang sama. Buku yang Anda lihat menyodorkan pergulatan batin dan perjuangan lahir. 

Dengan mengoleksi buku ini, kita dapat memperoleh cermin bahwa banyak hal yang dihayati dan dialami mungkin telah dilewati, tetapi tak terungkap melalui kata-kata. Kecermatan penulis mengisahkan secara terperinci ritual di tanah suci layak diapresiasi agar pesan sejati bisa diraih. 

Menariknya, lagu Dra Aisyah Jamil justru mengingatkan saya pada majlis kahwin anak Pak Abubakar, rekan UUM, dulu. Mungkin, panggilan Tuhan itu tak hanya dipenuhi di tanah suci saja, tetapi di mana bila azan berkumandang, datanglah segera ke musala. Selain menghadap Tuhan, kita bertemu manusia.

Friday, January 02, 2026

Hari ke-2

Dalam sebuah grup Whatsapp, FAMAJA, saya bertanya, apa resolusi 2026 Anda? Salah seroang anggota menukas, "Menurut saya tak penting. Mengapa? Karena apapun rencana kita, mudah sekali dipatahkan di tengah jalan oleh Tuhan hingga nyaris tak tersisa."

Namun, sintesisnya adalah kita masih memiliki ruang untuk menyodorkan azam dengan kehati-hatian, bukan sekadar FOMO. Semisal, kita tetap membaca buku untuk mengurangi keterpaparan pada layar gawai. Inilah senarai karya yang hendak dibaca: 1. Prinsip-Prinsip Etika oleh Haryatmoko, 2. Ideologi dan Kurikulum oleh Michael W Apple, 3. Al-Qur'an: Kitab Sastra Terbesar oleh M Nur Kholis Setiawan
Selanjutnya, semoga di bulan Februari kami bisa mengunjungi warung kopi Jibril dan Mas Mohamed Imran Mohamed Taib juga sedang berada di Johor. Untuk hal-hal seperti ini, kami tak akan berlindung di balik takdir Tuhan, apakah itu menjadi kenyataan atau tidak.

Thursday, January 01, 2026

Hari ke-1 2026

Saya dan istri menikmati sarapan nasi goreng. Semalam kami makan chicken chop untuk merayakan kebersamaan. Ini menggamit memori, rumah di Bukit Kachi dulu. Zumi menyusul dan ia suka dgn film Agak Laen yang diputar semalam oleh warga Gang Mekar sambil menikmati jagung bakar.

Apa resolusi atau azam tahun baru Anda? Semalam saya sampaikan pada mahasiswa santri, menghayati falsafah dan keseharian adalah tekad yang diisytiharkan. Hidup bertumpu pada pengulangan yang dijalani sepenuh pikiran, hati, dan tindakan.

Saya memulakan dengan makan pagi. Asyik. Tiba-tiba, keponakan kami, Al-Isbah menelepon melalui panggilan video. Anak usia dua tahun ini menerbitkan kegembiraan banyak orang dengan tingkahnya. Pendek kata, saya akan lebih lama duduk di meja makan dapur sambil merenung, ngobrol, dan beranjangsana secara maya.

Mengaji Syarh al-Hikam

ربما اطلعك على غيب ملكوته وحجب عنك الاشتغراف على اسرار العباد Pagi ini, pukul 6, kami mengikuti pengajian kitab anggitan Imam Athoillah Al-S...