Dari kekacauan dan siksaan revolusi, dan perjuangan terus-menerus melawan despotisme, Omar Robert Hamilton telah menggambar sebuah novel dengan kekuatan emosional dan intelektual yang besar. The City Always Wins adalah fiksi langka yang mengingatkan kita, dengan kearifan tentang kekerasan dan ketimpangan, duka dan kehilangan, bagaimana politik bagi banyak orang saat ini adalah cara untuk hidup - dan mati. ~ Pankaj Mishra
Banyak "endorsement" lain yang dapat menyemangati kita membaca novel berlatar Arab Spring ini. Tokoh, alur, dan dialog adalah penganggit cerita untuk membuat hidup bisa dipahami.
Kita pun bisa menyusun kisah kita sendiri di sini. Tatkala kekuasaan despotik bermaharaja lela, kita tak lagi bisa diam. Setidaknya, sikap kita tercatat di media sosial. Sial! Apa pun, buku yang saya beli di Kinokuniya KLCC untuk Biyya bisa menjadi sumber pengetahuan dalam bentuk fiksi.
Wednesday, October 18, 2023
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Nalar
Semalam saya berbagi kiat kepenulisan dengan santri mahasiswa semester awal. Seronok, malam-malam mereka masih bersedia berdiskusi. Saya in...

-
Semalam, kami berlatih menyanyikan lagu daerah, Apuse Kokondao Papua dan Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan. Ibu Yunita, mahasiswa PhD Musik...
-
Saya membawa buku Philosophy for Dummies untuk coba mengenalkan anak pada filsafat. Biyya tampak bersemangat tatkala pertama kali mendapatka...
-
Rindu itu adalah perasaan akan sesuatu yang tidak ada di depan mata kita. Demikian pula, buku itu adalah jejeran huruf-huruf yang menerakan ...
No comments:
Post a Comment