Wednesday, January 21, 2026

Hari Ke-21 (Wedang Uwuh)

Tubuh bisa rubuh karena cuaca dan minuman uwuh menjadikannya kukuh. Kita tentu tahu bagaimana badan bekerja, yang disangga dengan stamina karena menjaga pola makan, minum, olah raga, tidur dan kelola tekanan atau stres.
Saya tidak sedang mendisiplikan tubuh sebagaimana kritik Foucaldian yang tunduk pada kekuatan luar. Saya hanya ingin sehat sehingga jiwa ini tidak sekarat. Betapa tak nyaman masuk angin, sehingga saya tak bisa makan angin. Anda?

Mengapa sampah (Jw: uwuh) digunakan untuk sesuatu yang menyenangkan? Minuman yang mencampur pelbagai rempah-rempah, seperti jahe, serai, kayu manis, cengkeh, daun pala atau buah pala, daun cengkeh, dan daun kayu manis, dikatakan bisa meringankan flu, melancarkan peredaran darah, mengatasi sembelit, dan banyak khasiat yang lain.


Tuesday, January 20, 2026

Hari ke-20 (Dale Carnegie)

Buku populer dibaca oleh banyak orang. Malah cetakan versi terjemahan telah mececah angka 17. Untuk menjadi pribadi yang memiliki 3 pesona itu, ia cukup mengasah 5 keterampilan. 

Pada halaman 129, jangan lupa memberi tip bartender atau pramusaji $1 karena mereka hidup dari pemberian ini. Kalau kita yang tinggal di Paiton cukup mengulurkan Rp 1000 -2000 untuk pengatur pertigaan jalan arteri. 

Tentu, kita bisa belajar pada jemaah masjid Raudhatul Ulum, Dusun Kebun. Banyak orang tua yang mengajarkan anaknya untuk berderma. Mereka meminta buah hati untuk memasukkan uang kertas ke kotak amal.sebekum mengikuti khotbah. 

Ide besar tentang kesejahteraan universal itu bermula dari tindakan di tempat kita bermastautin. Filantropi akhirnya dilihat bukan sekadar amal ikhlas, tetapi kerja cerdas. Seluruh pihak menjadikan ini untuk menjadi tanggung jawab publik.

 

Monday, January 19, 2026

Hari ke-19 (Renungan Isra Mikraj)

Apa yang tersisa dari perayaan hari besar Isra Mikraj? Ia bisa menjadi arena persaingan dan perebutan makna. Di Iran, warga menyebutnya hari Bi'tsah. Tentu, mereka menghadirkan cita rasa berbeda dengan warga di Indonesia dan Malaysia. Namun, kita tak hendak mengulik mozaik ini sebagai titik pembedaan, tetapi pertemuan. 

Kita juga tak berhasrat untuk  memanjangkan debat tentang tafsir ketubuhan atau kejiwaan Nabi kala melesat ke langit, sebab pesan tersirat itu ingin diwujudkan di bumi. Kala kita peduli dgn manusia tanpa batas, itulah risalah yang mau disebar oleh ayah Fatimah. 

Kalimat ya jaddal husaini dalam pujian terucap mengkanalisasi gelegak untuk menerima tragedi sebagai peristiwa masa lalu. Transendensi dan imenensi, sakral dan profan, justru menghalangi pengertian yang utuh tentang sejarah kelam manusia tentang perebutan kekuasaan. 

Hanya dalam diam, keterbatasan kita berusaha mengjangkau keluasan tak bertepi. Budi pekerti yang akan merealisasikan bukti, bahwa menjadi baik itu cukup dalam hidup.

Sunday, January 18, 2026

Anwar dan Kawan

Sempat mengunjungi sahabat lama saya yang juga mantan Perdana Menteri Afghanistan Gulbuddin Hekmatyar yang saat ini sedang menjalani perawatan medis di Malaysia. Berdoa agar diberikan kesembuhan dan kesehatan yang berkelanjutan, disamping itu dimudahkan segala urusan medisnya. Insya-Allah, tulis Pak Anwar Ibrahim di beranda akun media sosialnya.

Sosok pejuang ini melalui hidup yang rumit, dari sekutu Amerika hingga menjadi musuh sengit, dan malah pernah terlibat dalam perang saudara sebelum akhirnya memasuki gelanggang politik resmi yang rapuh. Ia menjadi bagian dari puluhan tahun sejarah modern Afghanistan, yang kini berada di bawah kekuasaan Taliban.

Ini juga mengingatkan kawan baik saya asal Afganistan yang telah mengantongi kewarganegaraan Amerika. Dulu kami sering bareng di sela-sela mengabdi di Universitas Utara Malaysia. Orang Melayu menyewakan rumahnya untuk tempat tinggalnya di Changlun. Mengapa kawasan Asia Tengah ini bergolak? Karena kuasa besar berebut mainan. Khalas
 

Hari ke-18 (Haul Masyayikh ke-77 Nurul Jadid)

Saya datang 20 menit sebelum acara bermula pukul 8 pagi. Sambil menunggu, saya menikmati hadrah. Inilah seni yang paling akrab dengan masa kecil kami. Apa pun acara, terbang, sebutan rebana di negeri jiran, akan ditabuh. 

Mengapa indah? Ini soal penghayatan dan pengetahuan. Buyut kami, Abdurrahman dan Abdurrahim, penabuh yang legendaris. Kecepatan tangan memukul kulit bundar justru memaksa kami untuk diam, berdiri dengan penuh khidmat. Kediaman di tengah "kebisingan" adalah tantangan.

Berbeda dgn Banjari Basyirun Nabi, ala Ahmad bin Ta'lab jauh lebih sederhana dalam bunyi dan kata. Zaman berubah. Mungkin, di masa depan alat lain muncul, spt aud, gitar bunting, akan mengiringi hadrah kita. Atau, biarkan saja rebana itu hadir dgn dirinya agar keaslian tak terganggu oleh rasa tidak puas manusia yang ingin menambah suara di sana sini. Padahal, kala fana, kata dan bunyi hilang.

Saturday, January 17, 2026

Hari ke-17 (Stan Buku KKPS)

Kami memgunjungi stan Kelompok Kajian Pojok Surau KKPS di pekan harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid ke-77. Di sini, Biyya memilih bacaannya sendiri. Zumi masih belum tergerak, sebab kesukaannya tidak tersedia di sini, seperti Plants vs Zombies dan FGTeev

Penyuka lagu P Ramlee  ini membeli Polemik Sains: Sebuah Dirkursus Pemikiran. Buku yang diterbitkan Diva Press ini membuat tulisan Taufiqurrahman yang diapresiasi oleh Catatan Dahlan Iskan karena rujukannya yang berlimpah. 

Saya menikmati musik yang diputar Sandi dan kawan-kawan, pegiat KKPS. Kami berjaga 24 jam  di sini, kata santri asal Jakarta ini. Ngeri! Mereka adalah orang muda yang bisa menahan mata untuk tidak terpejam. Sekali-kali penerus generasi melawan waktu. 

 

Hari ke-17 (Gili Genting)

Kala memasang kaus kaki, saya menyapa mahasiswa di depan saya? Prodi apa? PBA (Pendidikan Bahasa Arab). Oh, bapak teman Paman Yahya? 

Setelah sebelumnya kenal dengan anaknya, yang mengambil Living Qur'an, kini keponakannya bertemu di musala kampus atas kehendak Tuhan. Alvin mondok di wilayah al-Amiri. 

Alhamdulillah, semakin banyak mahasiswa asal Gili Genting yang belajar di Universitas Nurul Jadid - UNUJA. Saya pun menukas, insyaallah, di lebaran nanti, saya dan keluarga melawat keluarga kakek Biyya dan Zumi di Pulau yang terkenal dengan pantainya yang molek, Sembilan, di hari lebaran yang akan datang. Hore!

 

Friday, January 16, 2026

Hari ke-16 (Isra Mikraj)

Guyub itu hidup. Berkah untuk kita semua. Setiap keluarga membawa makanan untuk disajikan seusai perayaan. Bersama itu bermakna karena kegiatan kerohanian (langit) tertanggungkan dengan kejasmanian. Klise, tetapi inilah yang kita jalani dalam keseharian.

Selaksa doa dan pujian dilantunkan. Kala berdiri, kami menghormati junjungan, seakan-akan baginda hadir. Nabi bersama umat tanpa dibeda-bedakan kelas, status, dan kedudukan. Kala duduk, semua duduk, ketika berdiri, setiap orang beranjak dari lantai dan meluruskan tubuh. Anak-anak berlarian ke sana kemari. Biarkan, mereka memang begitu. 

Kami bertukar makanan yang dibeli dari tetangga. Hidup bermula dari sini, sebelum pergi juah mengurus negeri. Autentisitas adalah apa yang dijalani di tempat kita tinggal dengan utuh. 


.

Thursday, January 15, 2026

Hari ke-15


 Setelah mengelilingi kampung dan membuka portal, saya bersiduduk mendengar ceramah Ustaz Tile melalui radio. Dialek Betawinya mengingatkan kita pada Zainuddin MZ. 

Menua adalah mengurus jiwa. Dalam komentar ini, kita akan memulakan bacaan dengan uraian tentang taubat. Ya, puncak hasrat mengubah bertolak dari diri sebelum beranjak ke luar, termasuk orang paling dekat. 

ايها العبد، اطلب التوبة من الله في كل وقت (ص. ٥)

Saya pikir khalayak hanya perlu mendengar ceramah dan mengaji fikih melalui ustaz yang bisa dengan mudah mencerap ilmu sambil diselitkan humor. Sementara kajian fikih yang serius dipanggul oleh segelintir. 

Hukum Islam mudah, jangan dimudah-mudahkan, kata Ustaz. Mengapa harus mengganti puasa, bukan salat bagi perempuan yang berhalangan? Bayangkan mengqada sembayang 35 kali? 

Apa pun, salat mengajar warga untuk berdisiplin waktu. Itulah mengapa Allah pernah bersumpah atas nama masa (Al-'Ashr). Ehm, apa itu waktu (time)?

Wednesday, January 14, 2026

Hari ke-14

Biyya minta berhenti di kafe Point sepulang dari sekolah. Saya duduk seraya melanjutkan bacaan tanpa memesan kopi. Pagi dan siang saya sudah menikmatinya. Menahan diri adalah wujud dari keterbatasan tubuh yang menua, yaitu awas pada gula. 

Biasanya kami mereguk minuman sejuta umat ini di Rooster tak jauh dari tempat kami duduk kala mengantar Zumi yang memotong rambut di kedai tak jauh dari R. 

Percakapan seringkali tak disangka-sangka, karena ia bisa muncul begitu saja, dari hal keseharian dan politik. Tetapi hidup tidak serumit pikiran para cerdik pandai, tetapi perbincangan ringan, yang hakikatnya puncak dari pengetahuan, yakni praktis. 

Hari ke-13

Saya dan Biyya keluar dengan wajah riang. Dompet yang tertinggal pas berbelanja di pagi hari disimpan oleh mbak penjaga Alfamart. Betapa kejujuran yang layak yang dihargai. 

Sebelumnya, Biyya mengirim pesan, apa Ayah menyimpan dompet saya? Tidak. Oh, mungkin tertinggal di kasir. Lalu, kami pun mengeceknya dan alhamdulillah, ternyata ada orang yang amanah. 

Sebenarnya, mbaknya berujar agar uangnya dihitung kembali. Namun Biyya percaya. Terima kasih. 

Monday, January 12, 2026

Hari ke-12 (Jazz Persia)


Saya mengenal Iran sejak Aliyah, kala berlangganan majalah Al-Quds dari Kedutaan Besarnya di Jakarta. Malah teman saya meletakkan gambar Ayatullah Ruhullah Khomeini di dinding pondok kala itu. Tulisan pertama opini saya di Jawa Pos terkait dengan pelarangan musik Barat oleh Ahmadinejad karena dianggap menjadi biang kemerosotan moral masyarakat.  

Dari catatan ini, Agama, Musik, dan Politik, saya mengingat kembali lagi rujukan yang didapat dari Perpustakaan Hamzah Sendut Universiti Sains Malaysia dan percakapan dengan rekan-rekan Iran yang juga sedang belajar di USM, seperti Namatollah Azadmanesh (Syiah) dan Muhsin (Sunni) yang berdarah Rusia. Mereka kaum terpelajar yang memiliki sikap sendiri tentang politik. 

Untuk kesekian kalinya, negeri Persia bergolak. Amerika dan Israel selalu bermain dalam huru-hara ini, yang dipicu oleh motif ekonomi dan politik. Tentu, saya bisa memahami bahwa negeri para Mullah ini tidak tunggal. Teman saya dulu mendukung kembalinya Reza Pahlavi dan malah kala pemilu digelar di USM, Ahmadinejad tumbang. Itu artinya, tidak semua rakyat negeri Syam Tabrizy mendukung kepemimpinan ulama. 

Kini, sistem politik Wilayatuh Faqih diuji untuk kesekian kalinya. Bukan semata-mata pemusataan kekuasan pada para mullah, tetapi karena tekanan kehidupan warga dengan kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh sanksi Amerika dan Eropa. Apa pun, nasib bangsa ini ditentukan oleh warganya sendiri. Mereka telah mewarisi banyak tradisi dan akan menentukan pandangan dunianya sendiri. Demokrasi tidak bisa ditegakkan dengan paksaan dari luar, karena itu tidak murni sebagai wujud dari ide kesetaraan, tetapi kehendak adikekuasaan.

Dengan menikmati jazz Persia, saya hendak merenungi tempat kembali dalam hidup. Apa autentisitas itu? Keaslian itu adalah hari ini yang dijalani sepenuh hati dan akal budi. Masa lalu telah dilewati dan masa depan dikhayalkan, sementara masa ini dilalui dengan seluruh jiwa dan raga. Sepagi ini saya menikmatinya sambil tepekur mengapa kita tidak menikmati keindahan saja? Apakah tragedi itu harus ada untuk sejati?

 


Sunday, January 11, 2026

Hari ke-11 (Kitab dan Pohon)

Bila kamu memiliki taman dan perpustakaan, maka kamu mempunyai segalanya yang kamu butuhkan (Cicero, 160-43 SM). Kata ini cermin bahwa pengetahuan dan alam adalah penting untuk memenuhi kehidupan. 

Kemarin kami duduk di musala untuk memahami kitab Syarh al-Hikam (hlm. 60). Perlahan, sinar matahari pagi menghangati tubuh. Sesekali kicauan burung menyerikakn pagi. Refleksi atas kenyataan mendatangkan ketahuan dan kepahaman.

Betapa mulia manusia sehingga dianugerahkan ملكا كبيرا (kekuasaan yang besar). Di sini, humanisme mendapatkan pijakan teologis. Dari kesadaran ini, setiap individu memanggul amanah sebagai pengurus bumi yang ditagih pertanggungjawabannya.

 

Hari ke-10 (Wali Tuhan)

Terima kasih Mas Kiai Helmi Nawali atas hadiah banyak buku, yang saya awali dengan mendaras Bhinneka: Enam Belas Karangan tentang Agama, Sastra, dan Bahasa Indonesia.
Betapa Henri Chambert-Loir membantu kita untuk memahami ziarah kubur sebagai bagian dari penguatan spiritual. Dengan demikian, sisi material dari hidup tak dominan dalam keseharian yang menjadikan hidup kita majal.

Memang tidak dielakkan, pemujaan pada wali kadang berlebihan karena pelbagai motif. Bila hanya wali yang tahu wali, maka orang kebanyakan hanya mengikuti jejak kata-kata itu. 

Seorang pekerja dari tetangga kampung begitu rajin mengikuti ziarah wali. Kala memperbaiki pompa di rumah, ia seringkali menceritakan tentang kesungguhannya untuk meraih berkah. Di tengah kesibukannya bekerja, ia selalu menyempatkan untuk datang ke makam keramat. 

Friday, January 09, 2026

Hari ke-9 (Kehangatan)

Sebagaimana resolusi 2026, saya ingin merawat keseharian dengan lebih sungguh-sungguh. Meskipun membaca Martin Buber, saya melihatnya dari kegiatan yang biasa dijalani, seperti menyediakan air panas untuk Zumi dan merasakan kehangatan jiran di banyak kegiatan, seperti Sarwaan semalam.
Kehangatan bisa dipahami secara harfiah dan kiasan. Keduanya sama-sama mendatangkan kenyamanan. Kala dingin, air yang dipanaskan dan dicampur dengan air dari bawah tanah menjadikan mandi menyenangkan. Ketika bertemu seseorang yang membawakan dirinya riang dan perhatian, kita mendapatkan kehangatan, baik dari sentuhan fisik atau ucapan.
Dengan mengacu pada relasi I-It dan I Thou dalam alam pikiran Martin Buber, di hari libur saya hendak mendaras pemikir Yahudi tersebut. Meskipun ia aktif dalam gerakan Zionisme kultural, tetapi menekankan pentingnya dialog antara Yahudi dan Arab, serta menolak pandangan Zionisme yang terlalu politis atau nasionalistik semata-mata.
Dulu, saya merasakan kehangatan dosen Yahudi di UIN Sunan Kalijaga, Natalie Polzer. Pengajar asal Canada ini mengajar Kajian Yahudi dan Kristen dengan penuh semangat dan khidmat. Sebagai penganut agama yang salehah, ia menjelaskan tata cara ritual agama serumpun ini

 

Hari ke-8 (Kontemplasi)

Kamisan adalah duduk bersama seraya memuji nabi dan tawasul. Sia papun bisa memilih hari dan puji. Ini soal rasa dan asa. Imanensi, ada di bumi, hendak menuju langit, transendensi. Dari atas, kita bisa melihat dunia lebih jelas.

Salah satu UKM Universitas Nurul Jadid yang rutin bergiat adalah MATAN. Mereka melantunkan selawatan dan aktivitas kerohanian di musala dan kediaman guru spiritual. 

Di ujung minggu setelah berpikir, mereka berzikir. Kontemplasi adalah puncak tertinggi dari eksistensi. Sebagai pemerhati, saya belajar pada keistikamahan dan kerendahhatian para pejalan. Saya pun akan membersamai mereka untuk tawajjuh (تَوَجُّه) sebagai bagian dari kegiatan penyucian jiwa. Tak mudah, tetapi setiap orang akan berusaha untuk melakukanya agar hidup tertanggungkan. 

 

Wednesday, January 07, 2026

Hari ke-7

 

Dalam buku ini, Pak Nurul Huda mengutip pernyataan Pak Usman Hamid, Direktur Amnesti Internasional, "Selama bertahun-tahun masyarakat asli Papua telah mengalami rasisme dan kekerasan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Banyak di antara mereka yang ditangkap dan didakwa dengan tuduhan makar ketika terlibat dalam aksi damai (hlm. 9). 

Dengan pendekatan teologi James Cone dan Farid Esack, dialog kemanusiaan hendak menghadirkan Tuhan dalam mengembalikan manusia sebagai makhluk yang mulia dan setara. Agama membebaskan manusia dari belenggu penindasan atas nama apa pun.

Dialog ini akan menyegarkan pengalaman saya belajar ilmu Tawhid sejak Madrasah Ibtidaiyah hingga IAIN Sunan Kalijaga. Tugas akhir tentang keadilan Tuhan di S1 dulu tentu terkait dengan isu kejahatan, baik manusia maupun "alam". Kini, tentu teologi tidak dilihat sebagai urusan langit, tetapi bumi, tempat Tuhan menyampaikan firman pada Nabi-Nya. 

Dulu, di Tsanawiyah dan Aliyah Annuqayah, kami belajar Al-Jawahirul Kalamiyah dan Al-Hushun al-Hamidiyyah sebatas mengenal sifat-sifat wajib, mustahil, dan jaiz Tuhan. Di perguruan tinggi, kami melihatnya sebagai disiplin yang memungkin teman baik kami bertanya tentang kedudukan nabi dan filsuf dalam memanggul amanah untuk menyampaikan pesan yang didapat pada manusia. 

Dalam obrolan ringan di kegiatan Kelompok Kajian Pojok Surau KKPS, Kiai Imdad Robbani menyampaikan pada kami untuk menyoal beberapa hal yang dicetuskan dalam karya ini. Saya membayangkan Pak Mushafi Miftah sebagai pakar hukum akan melihatnya dampak teologis dari sisi praktis legal, di mana sah dan tidaknya sebuah aktivitas bila didahului dengan kesaksian pada Tuhan. 

Saya akan melihatnya bahwa panggilan jiwa (beruf) Tuhan bisa mewujud pada sikap asketis atau zuhud. Samar-samar, saya mengingat almarhum Pak Syamsuddin, dosen Sosiologi Agama IAIN Sunan Kalijaga yang pertama kali mengenalkan istilah tersebut. Agama-agama akan mudah berdialog pada dimensi spiritual dan menemukan titik temu pada kebersahajaan, di mana konflik seringkali dipicu oleh ketamakan dan kerakusan manusia. 

Rasisme hakikatnya wujud dari sikap antisains, di mana asal manusia sebenarnya tunggal (ummatan wahidah), dan alat manusia untuk merasa unggul daripada liyan demi melanggengkan kekuasaan dan kepentingan. Dari keyakinan inilah, tanpa mengabaikan asal-usul keturunan, saya membawa banyak gen dalam tubuh dan jiwa ini. Anda cukup menyebutnya manusia. Jati diri lain itu tempelan yang mudah tanggal.

Tuesday, January 06, 2026

Hari ke-6

Dalam sebuah grup Whatsapp, FAMAJA, Forum Mahasiswa Madura Jogjakarta, saya bertanya, apa resolusi 2026 Anda? Salah seorang anggota menukas, "Menurut saya tak penting. Mengapa? Karena apapun rencana kita, mudah sekali dipatahkan di tengah jalan oleh Tuhan hingga nyaris tak tersisa."

Namun, sintesisnya adalah kita masih memiliki ruang untuk menyodorkan azam dengan kehati-hatian, bukan sekadar FOMO, karena orang melakukannya kita juga turut meramaikan. Semisal, kita tetap membaca buku untuk mengurangi keterpaparan pada layar gawai. Inilah senarai karya yang hendak didaras: 1. Prinsip-Prinsip Etika oleh Haryatmoko 2. Ideologi dan Kurikulum oleh Michael W Apple, dan 3. Al-Qur'an: Kitab Sastra Terbesar oleh M Nur Kholis Setiawan
Selanjutnya, semoga di bulan Februari kami bisa mengunjungi warung kopi Jibril dan Mas Mohamed Imran Mohamed Taib juga sedang berada di Johor. Untuk hal-hal seperti ini, kami tak akan berlindung di balik takdir Tuhan, apakah itu menjadi kenyataan atau tidak.

Hari ke-5

Teologi Hitam lahir dari gugatan Cone terhadap dominasi kulit putih. Dengan didasarkan pada ide Marxisme agama itu candu, eskatologi perlu diperiksa ulang karena digunakan untuk melupakan hidup orang kulit hitam yang tertindas di dunia. Iman harus disertai dengan tindakan aktif melawan ketidakadilan.
Gereja Kritus yang sejati adalah kelompok yang mengidentifikasikan diri dengan penderitaan orang miskin dengan menjadi dengan mereka (lihat halaman 165). Hal serupa digaungkam oleh Farid Esack kala melawan Apartheid di Afrika. Dari sini, agama menggerakan dan berpihak, bukan kanal dari ketidakberdayaan dan berakhir di pojok rumah ibadah seraya meratapi nasib.
Dari kerangka berpikir inilah, Nurul Huda hendak memotret nasib Papua. Karya yang kaya rujukan ini merupakan ikhtiar untuk membuka belenggu yang mengikat warga bumi Cenderawasih dari jargon-jargon keutuhan bangsa. Tentu, prasangka sistemik yang sering ditempelkan pada mereka turut meneguhkan stigma buruk, sehingga ada alasan untuk menundukkan atas nama moralitas dan kemajuan.
Dengan cukup menjadi manusia, kita bisa melihat Papua dengan jernih dan empati. Khalas.

 

Monday, January 05, 2026

Hari ke-4

Mari mengaji pagi untuk mengasah hati. Keseharian yang banal akan bikin kalbu meranggas. Kiai Imdad pun berucap bila ingin bahagia, teruslah menekuri turats. Potongan dari cetusan orang suci bahwa barangsiapa menuruti hawa nafsunya hilanglah kejernihannya.

من وافق شهوته عدم صفوته

Ini sejalan dengan kata Epicurus, hasrat itu sia-sia dan kosong, seperti orang yang memburu kekuasaan. Betapa banyak individu menghalalkan segara cara untuk meraih kedudukan, demi kursi, bukan tugas. 

Untuk itu, mengelola hasrat adalah cara kita hidup bermartabat. Setiap insan belajar dari pengalaman untuk meraih pengetahuan. Dengan senantiasa membaca, cakrawala terbuka. 

Saturday, January 03, 2026

Hari ke-3

 

Catatan ini perlu dibaca oleh mereka yang pernah dan belum naik haji. Tentu, mereka yang pernah dan belum menunaikan umrah. Keduanya memiliki irisan yang sama. Buku yang Anda lihat menyodorkan pergulatan batin dan perjuangan lahir. 

Dengan mengoleksi buku ini, kita dapat memperoleh cermin bahwa banyak hal yang dihayati dan dialami mungkin telah dilewati, tetapi tak terungkap melalui kata-kata. Kecermatan penulis mengisahkan secara terperinci ritual di tanah suci layak diapresiasi agar pesan sejati bisa diraih. 

Menariknya, lagu Dra Aisyah Jamil justru mengingatkan saya pada majlis kahwin anak Pak Abubakar, rekan UUM, dulu. Mungkin, panggilan Tuhan itu tak hanya dipenuhi di tanah suci saja, tetapi di mana bila azan berkumandang, datanglah segera ke musala. Selain menghadap Tuhan, kita bertemu manusia.

Friday, January 02, 2026

Hari ke-2

Dalam sebuah grup Whatsapp, FAMAJA, saya bertanya, apa resolusi 2026 Anda? Salah seroang anggota menukas, "Menurut saya tak penting. Mengapa? Karena apapun rencana kita, mudah sekali dipatahkan di tengah jalan oleh Tuhan hingga nyaris tak tersisa."

Namun, sintesisnya adalah kita masih memiliki ruang untuk menyodorkan azam dengan kehati-hatian, bukan sekadar FOMO. Semisal, kita tetap membaca buku untuk mengurangi keterpaparan pada layar gawai. Inilah senarai karya yang hendak dibaca: 1. Prinsip-Prinsip Etika oleh Haryatmoko, 2. Ideologi dan Kurikulum oleh Michael W Apple, 3. Al-Qur'an: Kitab Sastra Terbesar oleh M Nur Kholis Setiawan
Selanjutnya, semoga di bulan Februari kami bisa mengunjungi warung kopi Jibril dan Mas Mohamed Imran Mohamed Taib juga sedang berada di Johor. Untuk hal-hal seperti ini, kami tak akan berlindung di balik takdir Tuhan, apakah itu menjadi kenyataan atau tidak.

Thursday, January 01, 2026

Hari ke-1 2026

Saya dan istri menikmati sarapan nasi goreng. Semalam kami makan chicken chop untuk merayakan kebersamaan. Ini menggamit memori, rumah di Bukit Kachi dulu. Zumi menyusul dan ia suka dgn film Agak Laen yang diputar semalam oleh warga Gang Mekar sambil menikmati jagung bakar.

Apa resolusi atau azam tahun baru Anda? Semalam saya sampaikan pada mahasiswa santri, menghayati falsafah dan keseharian adalah tekad yang diisytiharkan. Hidup bertumpu pada pengulangan yang dijalani sepenuh pikiran, hati, dan tindakan.

Saya memulakan dengan makan pagi. Asyik. Tiba-tiba, keponakan kami, Al-Isbah menelepon melalui panggilan video. Anak usia dua tahun ini menerbitkan kegembiraan banyak orang dengan tingkahnya. Pendek kata, saya akan lebih lama duduk di meja makan dapur sambil merenung, ngobrol, dan beranjangsana secara maya.

Hari Ke-21 (Wedang Uwuh)

Tubuh bisa rubuh karena cuaca dan minuman uwuh menjadikannya kukuh . Kita tentu tahu bagaimana badan bekerja, yang disangga dengan stamina...