Wednesday, January 21, 2026
Hari Ke-21 (Wedang Uwuh)
Tuesday, January 20, 2026
Hari ke-20 (Dale Carnegie)
Buku populer dibaca oleh banyak orang. Malah cetakan versi terjemahan telah mececah angka 17. Untuk menjadi pribadi yang memiliki 3 pesona itu, ia cukup mengasah 5 keterampilan.
Pada halaman 129, jangan lupa memberi tip bartender atau pramusaji $1 karena mereka hidup dari pemberian ini. Kalau kita yang tinggal di Paiton cukup mengulurkan Rp 1000 -2000 untuk pengatur pertigaan jalan arteri.
Tentu, kita bisa belajar pada jemaah masjid Raudhatul Ulum, Dusun Kebun. Banyak orang tua yang mengajarkan anaknya untuk berderma. Mereka meminta buah hati untuk memasukkan uang kertas ke kotak amal.sebekum mengikuti khotbah.
Ide besar tentang kesejahteraan universal itu bermula dari tindakan di tempat kita bermastautin. Filantropi akhirnya dilihat bukan sekadar amal ikhlas, tetapi kerja cerdas. Seluruh pihak menjadikan ini untuk menjadi tanggung jawab publik.
Monday, January 19, 2026
Hari ke-19 (Renungan Isra Mikraj)
Kita juga tak berhasrat untuk memanjangkan debat tentang tafsir ketubuhan atau kejiwaan Nabi kala melesat ke langit, sebab pesan tersirat itu ingin diwujudkan di bumi. Kala kita peduli dgn manusia tanpa batas, itulah risalah yang mau disebar oleh ayah Fatimah.
Kalimat ya jaddal husaini dalam pujian terucap mengkanalisasi gelegak untuk menerima tragedi sebagai peristiwa masa lalu. Transendensi dan imenensi, sakral dan profan, justru menghalangi pengertian yang utuh tentang sejarah kelam manusia tentang perebutan kekuasaan.
Hanya dalam diam, keterbatasan kita berusaha mengjangkau keluasan tak bertepi. Budi pekerti yang akan merealisasikan bukti, bahwa menjadi baik itu cukup dalam hidup.
Sunday, January 18, 2026
Anwar dan Kawan
Sosok pejuang ini melalui hidup yang rumit, dari sekutu Amerika hingga menjadi musuh sengit, dan malah pernah terlibat dalam perang saudara sebelum akhirnya memasuki gelanggang politik resmi yang rapuh. Ia menjadi bagian dari puluhan tahun sejarah modern Afghanistan, yang kini berada di bawah kekuasaan Taliban.
Ini juga mengingatkan kawan baik saya asal Afganistan yang telah mengantongi kewarganegaraan Amerika. Dulu kami sering bareng di sela-sela mengabdi di Universitas Utara Malaysia. Orang Melayu menyewakan rumahnya untuk tempat tinggalnya di Changlun. Mengapa kawasan Asia Tengah ini bergolak? Karena kuasa besar berebut mainan. Khalas
Hari ke-18 (Haul Masyayikh ke-77 Nurul Jadid)
Saya datang 20 menit sebelum acara bermula pukul 8 pagi. Sambil menunggu, saya menikmati hadrah. Inilah seni yang paling akrab dengan masa kecil kami. Apa pun acara, terbang, sebutan rebana di negeri jiran, akan ditabuh.
Mengapa indah? Ini soal penghayatan dan pengetahuan. Buyut kami, Abdurrahman dan Abdurrahim, penabuh yang legendaris. Kecepatan tangan memukul kulit bundar justru memaksa kami untuk diam, berdiri dengan penuh khidmat. Kediaman di tengah "kebisingan" adalah tantangan.
Berbeda dgn Banjari Basyirun Nabi, ala Ahmad bin Ta'lab jauh lebih sederhana dalam bunyi dan kata. Zaman berubah. Mungkin, di masa depan alat lain muncul, spt aud, gitar bunting, akan mengiringi hadrah kita. Atau, biarkan saja rebana itu hadir dgn dirinya agar keaslian tak terganggu oleh rasa tidak puas manusia yang ingin menambah suara di sana sini. Padahal, kala fana, kata dan bunyi hilang.
Saturday, January 17, 2026
Hari ke-17 (Stan Buku KKPS)
Kami memgunjungi stan Kelompok Kajian Pojok Surau KKPS di pekan harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid ke-77. Di sini, Biyya memilih bacaannya sendiri. Zumi masih belum tergerak, sebab kesukaannya tidak tersedia di sini, seperti Plants vs Zombies dan FGTeev.
Penyuka lagu P Ramlee ini membeli Polemik Sains: Sebuah Dirkursus Pemikiran. Buku yang diterbitkan Diva Press ini membuat tulisan Taufiqurrahman yang diapresiasi oleh Catatan Dahlan Iskan karena rujukannya yang berlimpah.
Saya menikmati musik yang diputar Sandi dan kawan-kawan, pegiat KKPS. Kami berjaga 24 jam di sini, kata santri asal Jakarta ini. Ngeri! Mereka adalah orang muda yang bisa menahan mata untuk tidak terpejam. Sekali-kali penerus generasi melawan waktu.
Hari ke-17 (Gili Genting)
Kala memasang kaus kaki, saya menyapa mahasiswa di depan saya? Prodi apa? PBA (Pendidikan Bahasa Arab). Oh, bapak teman Paman Yahya?
Setelah sebelumnya kenal dengan anaknya, yang mengambil Living Qur'an, kini keponakannya bertemu di musala kampus atas kehendak Tuhan. Alvin mondok di wilayah al-Amiri.
Alhamdulillah, semakin banyak mahasiswa asal Gili Genting yang belajar di Universitas Nurul Jadid - UNUJA. Saya pun menukas, insyaallah, di lebaran nanti, saya dan keluarga melawat keluarga kakek Biyya dan Zumi di Pulau yang terkenal dengan pantainya yang molek, Sembilan, di hari lebaran yang akan datang. Hore!
Friday, January 16, 2026
Hari ke-16 (Isra Mikraj)
Selaksa doa dan pujian dilantunkan. Kala berdiri, kami menghormati junjungan, seakan-akan baginda hadir. Nabi bersama umat tanpa dibeda-bedakan kelas, status, dan kedudukan. Kala duduk, semua duduk, ketika berdiri, setiap orang beranjak dari lantai dan meluruskan tubuh. Anak-anak berlarian ke sana kemari. Biarkan, mereka memang begitu.
Kami bertukar makanan yang dibeli dari tetangga. Hidup bermula dari sini, sebelum pergi juah mengurus negeri. Autentisitas adalah apa yang dijalani di tempat kita tinggal dengan utuh.
.
Thursday, January 15, 2026
Hari ke-15
Setelah mengelilingi kampung dan membuka portal, saya bersiduduk mendengar ceramah Ustaz Tile melalui radio. Dialek Betawinya mengingatkan kita pada Zainuddin MZ.
Menua adalah mengurus jiwa. Dalam komentar ini, kita akan memulakan bacaan dengan uraian tentang taubat. Ya, puncak hasrat mengubah bertolak dari diri sebelum beranjak ke luar, termasuk orang paling dekat.
ايها العبد، اطلب التوبة من الله في كل وقت (ص. ٥)
Saya pikir khalayak hanya perlu mendengar ceramah dan mengaji fikih melalui ustaz yang bisa dengan mudah mencerap ilmu sambil diselitkan humor. Sementara kajian fikih yang serius dipanggul oleh segelintir.
Hukum Islam mudah, jangan dimudah-mudahkan, kata Ustaz. Mengapa harus mengganti puasa, bukan salat bagi perempuan yang berhalangan? Bayangkan mengqada sembayang 35 kali?
Apa pun, salat mengajar warga untuk berdisiplin waktu. Itulah mengapa Allah pernah bersumpah atas nama masa (Al-'Ashr). Ehm, apa itu waktu (time)?
Wednesday, January 14, 2026
Hari ke-14
Biasanya kami mereguk minuman sejuta umat ini di Rooster tak jauh dari tempat kami duduk kala mengantar Zumi yang memotong rambut di kedai tak jauh dari R.
Percakapan seringkali tak disangka-sangka, karena ia bisa muncul begitu saja, dari hal keseharian dan politik. Tetapi hidup tidak serumit pikiran para cerdik pandai, tetapi perbincangan ringan, yang hakikatnya puncak dari pengetahuan, yakni praktis.
Hari ke-13
Monday, January 12, 2026
Hari ke-12 (Jazz Persia)
Saya mengenal Iran sejak Aliyah, kala berlangganan majalah Al-Quds dari Kedutaan Besarnya di Jakarta. Malah teman saya meletakkan gambar Ayatullah Ruhullah Khomeini di dinding pondok kala itu. Tulisan pertama opini saya di Jawa Pos terkait dengan pelarangan musik Barat oleh Ahmadinejad karena dianggap menjadi biang kemerosotan moral masyarakat.
Dari catatan ini, Agama, Musik, dan Politik, saya mengingat kembali lagi rujukan yang didapat dari Perpustakaan Hamzah Sendut Universiti Sains Malaysia dan percakapan dengan rekan-rekan Iran yang juga sedang belajar di USM, seperti Namatollah Azadmanesh (Syiah) dan Muhsin (Sunni) yang berdarah Rusia. Mereka kaum terpelajar yang memiliki sikap sendiri tentang politik.
Untuk kesekian kalinya, negeri Persia bergolak. Amerika dan Israel selalu bermain dalam huru-hara ini, yang dipicu oleh motif ekonomi dan politik. Tentu, saya bisa memahami bahwa negeri para Mullah ini tidak tunggal. Teman saya dulu mendukung kembalinya Reza Pahlavi dan malah kala pemilu digelar di USM, Ahmadinejad tumbang. Itu artinya, tidak semua rakyat negeri Syam Tabrizy mendukung kepemimpinan ulama.
Kini, sistem politik Wilayatuh Faqih diuji untuk kesekian kalinya. Bukan semata-mata pemusataan kekuasan pada para mullah, tetapi karena tekanan kehidupan warga dengan kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh sanksi Amerika dan Eropa. Apa pun, nasib bangsa ini ditentukan oleh warganya sendiri. Mereka telah mewarisi banyak tradisi dan akan menentukan pandangan dunianya sendiri. Demokrasi tidak bisa ditegakkan dengan paksaan dari luar, karena itu tidak murni sebagai wujud dari ide kesetaraan, tetapi kehendak adikekuasaan.
Dengan menikmati jazz Persia, saya hendak merenungi tempat kembali dalam hidup. Apa autentisitas itu? Keaslian itu adalah hari ini yang dijalani sepenuh hati dan akal budi. Masa lalu telah dilewati dan masa depan dikhayalkan, sementara masa ini dilalui dengan seluruh jiwa dan raga. Sepagi ini saya menikmatinya sambil tepekur mengapa kita tidak menikmati keindahan saja? Apakah tragedi itu harus ada untuk sejati?
Sunday, January 11, 2026
Hari ke-11 (Kitab dan Pohon)
Bila kamu memiliki taman dan perpustakaan, maka kamu mempunyai segalanya yang kamu butuhkan (Cicero, 160-43 SM). Kata ini cermin bahwa pengetahuan dan alam adalah penting untuk memenuhi kehidupan.
Kemarin kami duduk di musala untuk memahami kitab Syarh al-Hikam (hlm. 60). Perlahan, sinar matahari pagi menghangati tubuh. Sesekali kicauan burung menyerikakn pagi. Refleksi atas kenyataan mendatangkan ketahuan dan kepahaman.
Betapa mulia manusia sehingga dianugerahkan ملكا كبيرا (kekuasaan yang besar). Di sini, humanisme mendapatkan pijakan teologis. Dari kesadaran ini, setiap individu memanggul amanah sebagai pengurus bumi yang ditagih pertanggungjawabannya.
Hari ke-10 (Wali Tuhan)
Memang tidak dielakkan, pemujaan pada wali kadang berlebihan karena pelbagai motif. Bila hanya wali yang tahu wali, maka orang kebanyakan hanya mengikuti jejak kata-kata itu.
Seorang pekerja dari tetangga kampung begitu rajin mengikuti ziarah wali. Kala memperbaiki pompa di rumah, ia seringkali menceritakan tentang kesungguhannya untuk meraih berkah. Di tengah kesibukannya bekerja, ia selalu menyempatkan untuk datang ke makam keramat.
Friday, January 09, 2026
Hari ke-9 (Kehangatan)
Hari ke-8 (Kontemplasi)
Kamisan adalah duduk bersama seraya memuji nabi dan tawasul. Sia papun bisa memilih hari dan puji. Ini soal rasa dan asa. Imanensi, ada di bumi, hendak menuju langit, transendensi. Dari atas, kita bisa melihat dunia lebih jelas.
Salah satu UKM Universitas Nurul Jadid yang rutin bergiat adalah MATAN. Mereka melantunkan selawatan dan aktivitas kerohanian di musala dan kediaman guru spiritual.
Di ujung minggu setelah berpikir, mereka berzikir. Kontemplasi adalah puncak tertinggi dari eksistensi. Sebagai pemerhati, saya belajar pada keistikamahan dan kerendahhatian para pejalan. Saya pun akan membersamai mereka untuk tawajjuh (تَوَجُّه) sebagai bagian dari kegiatan penyucian jiwa. Tak mudah, tetapi setiap orang akan berusaha untuk melakukanya agar hidup tertanggungkan.
Wednesday, January 07, 2026
Hari ke-7
Dalam buku ini, Pak Nurul Huda mengutip pernyataan Pak Usman Hamid, Direktur Amnesti Internasional, "Selama bertahun-tahun masyarakat asli Papua telah mengalami rasisme dan kekerasan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Banyak di antara mereka yang ditangkap dan didakwa dengan tuduhan makar ketika terlibat dalam aksi damai (hlm. 9).
Dengan pendekatan teologi James Cone dan Farid Esack, dialog kemanusiaan hendak menghadirkan Tuhan dalam mengembalikan manusia sebagai makhluk yang mulia dan setara. Agama membebaskan manusia dari belenggu penindasan atas nama apa pun.
Dialog ini akan menyegarkan pengalaman saya belajar ilmu Tawhid sejak Madrasah Ibtidaiyah hingga IAIN Sunan Kalijaga. Tugas akhir tentang keadilan Tuhan di S1 dulu tentu terkait dengan isu kejahatan, baik manusia maupun "alam". Kini, tentu teologi tidak dilihat sebagai urusan langit, tetapi bumi, tempat Tuhan menyampaikan firman pada Nabi-Nya.
Dulu, di Tsanawiyah dan Aliyah Annuqayah, kami belajar Al-Jawahirul Kalamiyah dan Al-Hushun al-Hamidiyyah sebatas mengenal sifat-sifat wajib, mustahil, dan jaiz Tuhan. Di perguruan tinggi, kami melihatnya sebagai disiplin yang memungkin teman baik kami bertanya tentang kedudukan nabi dan filsuf dalam memanggul amanah untuk menyampaikan pesan yang didapat pada manusia.
Dalam obrolan ringan di kegiatan Kelompok Kajian Pojok Surau KKPS, Kiai Imdad Robbani menyampaikan pada kami untuk menyoal beberapa hal yang dicetuskan dalam karya ini. Saya membayangkan Pak Mushafi Miftah sebagai pakar hukum akan melihatnya dampak teologis dari sisi praktis legal, di mana sah dan tidaknya sebuah aktivitas bila didahului dengan kesaksian pada Tuhan.
Saya akan melihatnya bahwa panggilan jiwa (beruf) Tuhan bisa mewujud pada sikap asketis atau zuhud. Samar-samar, saya mengingat almarhum Pak Syamsuddin, dosen Sosiologi Agama IAIN Sunan Kalijaga yang pertama kali mengenalkan istilah tersebut. Agama-agama akan mudah berdialog pada dimensi spiritual dan menemukan titik temu pada kebersahajaan, di mana konflik seringkali dipicu oleh ketamakan dan kerakusan manusia.
Rasisme hakikatnya wujud dari sikap antisains, di mana asal manusia sebenarnya tunggal (ummatan wahidah), dan alat manusia untuk merasa unggul daripada liyan demi melanggengkan kekuasaan dan kepentingan. Dari keyakinan inilah, tanpa mengabaikan asal-usul keturunan, saya membawa banyak gen dalam tubuh dan jiwa ini. Anda cukup menyebutnya manusia. Jati diri lain itu tempelan yang mudah tanggal.
Tuesday, January 06, 2026
Hari ke-6
Dalam sebuah grup Whatsapp, FAMAJA, Forum Mahasiswa Madura Jogjakarta, saya bertanya, apa resolusi 2026 Anda? Salah seorang anggota menukas, "Menurut saya tak penting. Mengapa? Karena apapun rencana kita, mudah sekali dipatahkan di tengah jalan oleh Tuhan hingga nyaris tak tersisa."
Hari ke-5
Monday, January 05, 2026
Hari ke-4
Ini sejalan dengan kata Epicurus, hasrat itu sia-sia dan kosong, seperti orang yang memburu kekuasaan. Betapa banyak individu menghalalkan segara cara untuk meraih kedudukan, demi kursi, bukan tugas.
Saturday, January 03, 2026
Hari ke-3
Catatan ini perlu dibaca oleh mereka yang pernah dan belum naik haji. Tentu, mereka yang pernah dan belum menunaikan umrah. Keduanya memiliki irisan yang sama. Buku yang Anda lihat menyodorkan pergulatan batin dan perjuangan lahir.
Dengan mengoleksi buku ini, kita dapat memperoleh cermin bahwa banyak hal yang dihayati dan dialami mungkin telah dilewati, tetapi tak terungkap melalui kata-kata. Kecermatan penulis mengisahkan secara terperinci ritual di tanah suci layak diapresiasi agar pesan sejati bisa diraih.
Menariknya, lagu Dra Aisyah Jamil justru mengingatkan saya pada majlis kahwin anak Pak Abubakar, rekan UUM, dulu. Mungkin, panggilan Tuhan itu tak hanya dipenuhi di tanah suci saja, tetapi di mana bila azan berkumandang, datanglah segera ke musala. Selain menghadap Tuhan, kita bertemu manusia.
Friday, January 02, 2026
Hari ke-2
Dalam sebuah grup Whatsapp, FAMAJA, saya bertanya, apa resolusi 2026 Anda? Salah seroang anggota menukas, "Menurut saya tak penting. Mengapa? Karena apapun rencana kita, mudah sekali dipatahkan di tengah jalan oleh Tuhan hingga nyaris tak tersisa."
Thursday, January 01, 2026
Hari ke-1 2026
Saya memulakan dengan makan pagi. Asyik. Tiba-tiba, keponakan kami, Al-Isbah menelepon melalui panggilan video. Anak usia dua tahun ini menerbitkan kegembiraan banyak orang dengan tingkahnya. Pendek kata, saya akan lebih lama duduk di meja makan dapur sambil merenung, ngobrol, dan beranjangsana secara maya.
Hari Ke-21 (Wedang Uwuh)
Tubuh bisa rubuh karena cuaca dan minuman uwuh menjadikannya kukuh . Kita tentu tahu bagaimana badan bekerja, yang disangga dengan stamina...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Ke negeri Temasek, kami menikmati nasi padang. Kala itu, tidak ada poster produk Minang asli. Pertama saya mengudap menu negeri Pagaruyung ...





















