Memenuhi undangan Mas Zuhri Humaidi, saya berbagi etika lingkungan dengan mahasiswi dan mahasiswa Ma'had Aly Darullughah Wal Karomah, Kraksaan. Dalam kuliah umum bersama mahasantri konsentrasi Fikih Lingkungan, satu-satunya di negeri ini, kami memandang penting fiqhul bi'ah. Tanpa hifzhul bi'ah, misalnya pembakaran hutan dan lahan, kita tidak bisa merawat keturunan (al-nasl). Ratusan ribu bayi mengidap ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) akibat terpapar asap.
Hebatnya, ada banyak pertanyaan kritis dari peserta yang menjadi PR kita, di antaranya apa jaminan dari penguasa untuk memastikan tata kelola lingkungan baik, tidak tunduk pada segelintir pemodal? Sial.
Hari ini, saya merasa terwakili dengan penggiat Greenpeace Indonesia yang mengibarkan spanduk di bundaran HI berbunyi Bencana Semakin Parah, Hidup semakin Susah, Apa Kerja Pemerintah. Justru, pesan ini perlu didengar karena wakil rakyat di Senayan tidak lagi garang.
Wednesday, October 21, 2026
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menjaga Bumi
Memenuhi undangan Mas Zuhri Humaidi , saya berbagi etika lingkungan dengan mahasiswi dan mahasiswa Ma'had Aly Darullughah Wal Karomah, K...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Pemilik buah catur hitam adalah Zumi. Untuk permainan kedua, adik Biyya ini memenangkannya. Dengan demikian, ia akan bermain lagi karena per...
-
Dalam perjalanan pulang dari sekolah, Biyya minta mampir ke pasar mini untuk membeli roti. Saya pun menunggu di warkop yang menyediakan empa...
No comments:
Post a Comment