Tuesday, May 07, 2024

Syawal Keduapuluhtujuh

Seusai kelas Tafsir, saya pergi ke musala. Di sini, kami bersua. Pak Alvan Fathoni memoto saya dan David untuk mengekalkan ingatan. 

Pemerhati Shahrur berbagi cerita. Putrinya, Bella, suka bertanya. Dari sini, kesukaan sang anak pada filsafat tumbuh. Ia pun memberi jalan. 

Kita sebagai orang menjadi teman bagi si buah hati. Mereka juga berkembang dengan lingkungannya. Inilah tugas bersama untuk memungkinkan percakapan antargenerasi. 
 

Monday, May 06, 2024

Syawalan Keduapuluhenam

saya pernah mengulas buku berjudul Santri Kendilen bersama Pemuda Desa Alastengah. Karya KH Zainul Mu'ien tersebut membahas pengalamannya belajar di pondok pada 1970-an. Bukan sekadar kisah, ia juga renungan tentang keadaan masa itu yang di tengah keterbatasan, santri memiliki ghirah atau semangat untuk menelaah kitab, memasak beras, dan memenuhi kebutuhan seharian yang lain.
Ini akan menjadi masa lalu otentik pondok di awal-awal pendiriannya setelah kini kemandirian santri makin tergerus karena mereka tak lagi melakukan pekerjaan sehari-hari. Mereka harus melaksanakan kegiatan yang sangat padat sejak dini hari hingga hampir tengah malam.
Selain itu, uraian tentang fikih keseharian menjadi catatan kecil untuk tak lagi melihat disiplin ini berjarak dengan kehidupan subyektif dan lokal penulis. Hal lain adalah kejelian penulis mengulik perbedaan kata antara saleh itu sebagai kebajikan individual dan musleh adalah sosial (hlm. 43). Lalu, mengapa gambar sampul papak kekunci (keypad), bukan kendil? Nanti saya akan tanya pada penulis dan Nurja Press, si penerbit.

 

Sunday, May 05, 2024

Syawalan Keduapuluhlima

Tujuan utama dari karya saya ini adalah melebihi epistemologi keilmuan Islam tradisional. Apa yang terlalu sering dielu-elukan sebagai sesuatu yang tidak dapat ditiru atau tidak dapat dilampaui sebenarnya menghambat kita untuk mencoba menjangkau pemahaman baru. Untuk mencapai pembaharuan sejati dan perbaikan abadi kita tidak bisa mempercayakan pada solusi-solusi dari masa silam (Pengantar)

Teks ini adalah bahan kelas terjemahan mahasiswa Ilmu Alquran dan Tafsir Universitas Nurul Jadid yang dilaksanakan setiap Ahad pagi pukul 8.00. Setelah menggeluti turats, mereka juga memeriksa diksi Inggris tentang kajian ini, seperti "Allah's books teach us", tidak diterjemahkan dengan buku Allah, melainkan kitab Allah.

Apakah "book" dalam pikiran Barat itu sama dengan kitab dalam benak kita? Semoga mahasiswa bisa menyelesaikan pembacaan karya ini selama bulan Ramadhan.

 

Saturday, May 04, 2024

Syawalan Keduapuluhempat

Saya mendengar ludruk ini dengan riang melalui radio Bayu Gita FM. Para pemain bisa berkelakar tanpa beban. Ini mustahil dilakukan dalam kehidupan sehari-hari yang penuh etiket, sopan santun, dan tepa selira. Justru, di sinilah kekuatannya karena ia bisa menjadi katup dari tekanan seharian yang penuh kepalsuan karena kegagalan memahami hakikat percakapan.

Diskusi itu bukan untuk memenangkan, tetapi memajukan. Tetapi, nalar dalam perbincangan khalayak lebih mengarah pada kepongahan individu. Padahal, bila seseorang selalu merasa benar dengan pikirannya, sebenarnya gila, karena ia berbicara dengan dirinya sendiri, bukan dengan orang lain.

Tetapi, sebebas apapun karakter dalam ludruk berkoar, ia tetap tunduk pada aturan. Semisal, pantun yang diucapkan di atas pentas, ka Sumenep mellea salak, oreng bini madu arebbu' pao. Kalau tidak, Darso dkk bisa disemprit oleh Komisi Penyiaran karena dianggap tidak etis.

Pendek kata, menahan diri adalah kunci dalam berkomunikasi. Setiap bahasa memiliki langgam, diksi, dan arti, yang masing-masing tidak mudah dipindah pada bahasa lain. Mungkin, di sini kita bisa berharap bahwa bahasa daerah akan tetap hidup di tengah kehendak untuk menyatukan warga dengan bahasa nasional. 
 

Friday, May 03, 2024

Syawalan Keduapuluhtiga

Tatkala merespons soal hukum modern, Kiai Nasrullah, Jepara, membandingkan cara kerja qawaid fiqh, ushul fiqh, dan maqashid syariah.

Pembicaraan tentang aturan formal mendorong lulusan Universitas tertua dunia ini tidak lagi berbahas soal keajekan, tetapi keluwesan. Tentu, kehadiran Falsafah al-Fiqh akan memperluas arena percakapan dengan orang luar tentang fleksibilitas kewajiban dan keharaman. 

Santri akan membaca كانط (Kant) dan filsuf lain dalam turats untuk memahami warisan keilmuan ulama dalam upaya membina bangunan kesarjanaan. Betapa teks Arab masih menjadi ilmu alat untuk menangkap pesan Tuhan. Padahal, secara, semantik kebahasaan tertentu mengandaikan makna (dasar dan relasi), medan, pandangan dunia, dan mesej (sebutan jiran untuk message) utama. 

Peradaban teks kita tentu tidak meninggalkan situasi, meskipun kadang dilihat menepikan tamadun akal budi, yang begitu kental di alam Yunani. Kepahaman tidak akan terpenjara nash, sebab yang terakhir hakikatnya merekam gerak sejarah.


Dengan mengulik kitab ini di warung, saya termenung, ada ragu menggunung. Bila kata mewakili benda (things), maka kenyataan tidak sepenuhnya bermukim pada tanda. Dalam hening, kita bertemu bening.

 

Thursday, May 02, 2024

Syawal Keduapuluhdua

Ketika mendengar lagu "Hitam", Rhoma dan Rita, saya justru ingat kampung di waktu sore yang hangat. Sawah, madrasah, SD, bola, surau, kali, dan sungai berlegar di benak. Jelas, isi liriknya tak berkait dengan semua kenangan itu. Tetapi, sejak intro berbunyi, saya pun melayang ke alam masa kecil. 

Dari pengalaman di atas, mungkin inilah penjelasannya. "In the formal and generic sense, a song must be always motivated by what its words express, but as we all know, it is not by attending to words alone that we make sense of or attribute meaning to songs" (Kramer, 2002: 63).

Dari Henrietta L Moore, "Still Life: Hopes, Desires, and Satisfactions", 2011: 117, kita bisa memeriksa pengalaman kita sehari-hari. Anda juga mengalami hal serupa, bukan? 


 

Wednesday, May 01, 2024

Syawal Keduapuluhsatu

Kolom Falsafah Harian di koran Kabar Madura pernah dibaca oleh 2000-an pembaca. Kumpulan dari anggitan ini akan diterbitkan. 

Sementara, saya belum bertanya apakah kolom  "Bahasa Agama" dalam Majalah Tempo disimak oleh banyak pembaca. Meskipun mengulas ulikan lema tertentu, saya menyiratkan pijakan saya dalam beragama, berbangsa, dan berdunia. 

Dengan angka di atas, saya harus bekerja lebih keras untuk menjangkau lebih banyak khalayak. Itulah fungsi microblogging, seperti Telegram dan Whatsapp, untuk mengambil tempat. Isteri mengutip bagian tulisan di surat tersebut tersebut untuk dikisahkan secara lisan di TikTok. 

 

Toto dan Rhoma

Inilah salah satu buku yang menjadi rujukan dalam menganggit "Kemusikan" dalam kolom Falsafah Harian koran Kabar Madura (12/8/26)...