Saturday, December 07, 2024

Hadji Murat

Mengapa kita dekat dengan Rusia? Sebab di sini, ada Hadji Murat.
Perjuangan melawan despotisme, nafsu, atau keganjilan kehidupan itu sendiri adalah penting, ujar Tolstoy. Ini esensialisme lain yang perlu disimak.
Fiksi memberi jalan pada kita untuk mengerti liyan dan keseharian. Setidaknya, dari novel ini kita tahu bahwa jambon itu "pink".

 

Friday, December 06, 2024

Mulutmu, Harimaumu

Ahok terjungkal karena kata. Saya menyatakan waktu itu Basuki benar bahwa ada yang menggunakan agama untuk kuasa. Kini, Gus Miftah ambruk pun sebab diksi. Saya melihatnya sebagai isu relasi petinggi dan marhaenis. 

Untuk itu, piawai menganggit kata itu mutlak. Kita tak bisa mencegah orang lain untuk menyoal perkataan kita karena ucapan itu memasuki belantara, yang dapat dibingkai sesuai kepentingan sekutu atau seteru.

 

Thursday, December 05, 2024

Berkah

Berkah penjual es teh tidak akan membenarkan kata-kata kasar. Apalagi si penghardik dicap sebagai wali yang memberi jalan pada kemurahan hati Tuhan. 

Malah, dalam teori, durian runtuh hanya menyenangkan dalam kadar waktu tertentu. Justru, kejujuran dan ketulusan adalah kebahagiaan, meskipun kita tidak harus menjalani hidup seasketis Diogenes Laertius. 

Lalu, bagaimana nasib jamaah pengajiannya? Saya akan memberi pertimbangan pada istri dan Biyya, usah datang ke ceramah yang tak memantik akal budi untuk meraup pesan yang mencerahkan.

 

Wednesday, December 04, 2024

Sedotan, Perenggan, dan Kata Asing

Kami menunggu anak belajar di prasekolah tak jauh dari warung ini. Dari kedai seperti tampak dalam foto, saya dapat ilham menganggit kolom bahasa. Kak, ada sedutan (sedotan)? Apa? Oh, straw? Ia baru paham.

Sama dengan mahasiswa tatkala saya tanya perenggan? Mereka tak tahu. Baru mengerti setelah saya sebut padanannya, yakni paragraf atau alinea. Mengapa justru serapan luar diingat, tidak dalam? 

Bila akar bahasa kita adalah Melayu, dan diperkaya dengan bahasa daerah, maka kita percaya diri untuk menggunakannya. Jika tidak, Anda tetap orang Indonesia, kecuali Anda tak bayar pajak. Keluar! Kata Diajeng Sri Mulyani.

 

Tuesday, December 03, 2024

Ceramah Subuh1

Sepagi ini saya menyimak ceramah Kiai M Musleh Adnan melalui radio Brama FM. 


من اعتمد على علمه ضل

Filsafat, ujar beliau, té-maté ban "mengapa". Bagaimanapun, ilmu ini bergulat dgn kaidah Socrates bahwa kunci pengetahuan adalah bertanya. Andai pembelajar melihat sisi kearifan (wisdom), ia mengatasi data, informasi, dan pengetahuan.

Tentu, pernyataan ini berada dalam konteks bagaimana kita dapat meraih kehidupan yang baik (good life). Orang pintar kadang merendahkan liyan, bukan membebaskan khalayak dari ketidaktahuan. Masalahnya, banyak orang dungu yang menyebalkan, mau menang sendiri dan tidak berada dalam ruang gema (echochamber).

Pak Kiai berhasil mengajak kita berpikir, bukan sekadar tertawa dengan humor. Tak mudah memindah konsep akhlak yang bersumber dari alam pikiran Arab ke bahasa Madura. Menjura.

 

Monday, December 02, 2024

Konsumsi Dongkrak Gengsi

Simmel berujar bahwa setiap individu mengonsumsi barang prestisius, baik untuk berpura-pura menjadi anggota kelas yang lebih tinggi atau untuk mensimulasikan pencapaian posisi yang lebih tinggi dari pandang sosial dan ekonomi. 

Buku ini layak didaras karena kita menemukan banyak kajian budaya (cultural studies), sebagai pendekatan untuk memahami konsumsi masyarakat. Kamu adalah apa yang kamu makan, pakai, dan pamerkan.

 

Rusa

Biyya, In Ibn Tufayl's story, the philosopher's mother is a deer.

Really? What that means?

Yes, Biyya! In Ibn Tufayl's famous philosophical novel, Hayy ibn Yaqzan, the protagonist, Hayy, is raised by a gazelle, a type of deer. The story is an allegory, rich in symbolism, and explores themes of self-discovery, the pursuit of knowledge, and the relationship between reason and faith.  

I don't get it at all, said Biyya.

 

Mengaji Syarh al-Hikam

ربما اطلعك على غيب ملكوته وحجب عنك الاشتغراف على اسرار العباد Pagi ini, pukul 6, kami mengikuti pengajian kitab anggitan Imam Athoillah Al-S...