Friday, December 13, 2024

Bukit Kachi

Kami pernah tinggal di sini. Ketika libur, asrama kampus sunyi. Sekali waktu, ada makhluk gaib lewat, saya menerimanya sebagai tamu. Hanya, ia tak masuk ke rumah, sebab pintu terkunci. 

Dalam masa yang lain, saya berjalan sendirian ke masjid untuk berjemaah subuh. Di pojok lapangan bola, semerbak harum tetiba menyeruak dari sebatang pohon. Kaki terpasung. Jantung berdebar. Setelah menarik napas, otak kiri menyela, itu fenomena alam. 

Justru, saya merasa kabut putih di pagi hari adalah keindahan tak terpermanai. Hujan yang turun menghadiirkan orkestra sebab bukit-bukit menyuguhkan pelbagai suara alam. Burung walet bergembira, terbang ke sana kemari. Aha! Zumi bilang gerimis itu "baby raining".

Tentu, berangkat dua jam sebelum subuh ke Kelantan untuk mengajar di Kota Bharu adalah pengalaman yang sangat menyeronokkan. Tidak ada hantu, kecuali kegelapan. Lalu, saya bilang pada istri bahwa Bukit Kachi telah dipagari dengan selaksa doa agar senantiasa terang-benderang.

 

Thursday, December 12, 2024

Joyful Learning

Komentar guru Biyya. Ya, beliau mengajar dengan riang. 


Yes, we did a lot of reading, singing and dancing, and most of all laughing. I believe learning IS learning when one is having fun. I’m glad that’s how Biyya remembers me by, because it’s the same for me.

Thank you, Dr. Ahmad Sahidah. I sincerely hope to see you all again in the near future.

P.S. CharLie DeLa CRuz was their wiz teacher who made them love Science like I couldn’t.

 

Kebahagiaan

Betul, kebahagiaan itu berasal dari dalam diri kita. Tetapi, Boethius adalah sosok yang mampu menerima pesan falsafah dari lady philosophy di kala putus asa.

Bagi awam, kebahagiaan juga dari luar. Kitalah yang menciptakan lingkungan ekoleksosbudhankam yang adil agar mereka hidup layak.

Tak semua orang bisa menjalani hidup seperti Diogenes Laertius. Saya bisa, tetapi Biyya bilang, dad, you live with us and neighbours. Don't play play! Adakah seorang ayah yang tidak menuruti keinginan putrinya?
 

Kesenangan

Bila orang tak memiliki tujuan (purpose), ia akan cenderung memanjakan kesenangan (pleasure). Masalahnya, banyak orang tak tahu bersenang-senang, apalagi hendak meraih makna hidup. 

Untuk itu, buku ini layak didaras agar kita waras. Dengan menggabungkan keduanya, kita akan bahagia.

Apa bahagia perlu diburu? Usah dikejar. Dengan berbuat baik, kita telah meraihnya sebagai bonus. 

 

Tuesday, December 10, 2024

Keluarga

Peradaban disangga oleh keluarga. Bila anggota saling menyangga, hidup bermakna. 

Lebih jauh, kita adalah satu keluarga besar. Bila beda, itu karena sekolahnya tak sama. Malah meskipun pernah berada di bawah atap yang sama, kita acapkali berselisih kata. 

Mengapa? Kepentingannya berlainan. Tak pelak, manusia mengalami kelainan. Untuk itu, mari kembali ke pangkal jalan, kita bersaudara, dan ini bermula dari inti.

 

Monday, December 09, 2024

Mengeja dan Membaca

Zumi masih mengeja kata dengan pelan-pelan. Ia mula membaca takarir di televisi. Betapa sang ibu menemaninya dengan sabar, dari membelikan nugget dan mainan berbentuk huruf hingga papan tulis serta kapur.  

Kemarin, ia memilih sendiri buku bacaannya.  Kita pun sadar, bahwa fase tertinggi literasi adalah seseorang mampu mengubah dirinya setelah mengeja, menulis, dan berkarya. Puncak pengetahuan adalah tindakan.  

Mendorong khalayak untuk membaca, saya pikir, adalah mendukung mereka untuk menemukan dirinya. Nanti, percakapan antara manusia adalah pertukaran pengalaman dari individu-individu yang sudah selesai dengan dirinya.  

Kritik dan provokasi ditimbang jauh lebih bernuansa.  Dengan menimbang dan menilai serta mendorong pemikiran hingga ke akar, umat sampai ke dasar. Tantangannya adalah status media sosial yang bersumbu pendek cepat menarik tanggapan. Biasanya, anak-anak kecil sememangnya suka dengan mercon cabe rawit ini.

 

Sunday, December 08, 2024

Sidang Ilmu

Semalam, saya mempresentasikan makalah di Islamic Philosophy Conference 2024. Tajuknya adalah "Islamic Mysticim in Theory and Practice at Nurul Jadid Islamic Boarding School: An Interpretative Phenomenological Analysis.

Saya tertarik dengan paparan Muhammad Hasan Sadeqi asal Iran yang mengulas pengajaran filsafat Mulla Sadra di pondok (seminary) Iran. Bagaimana zikir dan puisi dilarang agar "santri" bisa mempertajam penalaran. Ini memantik soal dari panelis lain, Prof Claire Gallien dari Cambridge UK.

Malah, ada peserta yang menyoal di ruang percakapan Zoom yang menggugat paparan Sadeqi bahwa Ibn Sina adalah Syiah. Di akademia, perbedaan begitu tajam, tetapi sesi yang dipimpin oleh Justice Poe, berjalan baik, tanpa ada yang menaikkan suara, apalagi bilang "it is stupid" (goblok).

 

Mengaji Syarh al-Hikam

ربما اطلعك على غيب ملكوته وحجب عنك الاشتغراف على اسرار العباد Pagi ini, pukul 6, kami mengikuti pengajian kitab anggitan Imam Athoillah Al-S...