Thursday, May 08, 2025

Berkat atau Berkat?

Mas Kiai Rofi Hakim mengunggah kitab yang diajarkan pada santri. Sebagai rujukan, karya ini saya baca untuk menyelesaikan tugas akhir di USM, termasuk karangan Al-'Akk. 

Bagi pembelajar, teks diulik untuk mendapatkan makna, sebagaimana juga bagi orang awam. Tetapi kebermaknaan untuk kelompok yang terakhir adalah keberkahan dan keberkatan (Baca berkat dalam bahasa Madura).

Living Qur'an menjadi mata kuliah penting karena saya tak perlu menimbang struktur, diakritik, medan semantik dari ayat. Saya hanya bersiduduk mengikuti Yasinan untuk mendapatkan berkat, eh berkah.

 

Rob Baedeker

Bukit Lancaran, Pondok Annuqayah (1990) adalah ruang kelas luar untuk belajar. 

Kami belajar bahasa Inggris pada Rob Baedeker (18 th). Untuk pertama kalinya, saya mendengar "Morning Has Broken" oleh Cat Stevens. 

Orang Amrik itu baik. Saya bisa mengetik 10 jari berkat kursus rintisan Mr Thomas Hutchins. Robert N Bellah juga saleh. Dulu, di Universitas Utara Malaysia saya berkawan baik dengan Jeff Parkey dan Ken Szulsczyk. Tetapi, kini orang-orang baik harus melawan mereka yang bergajulan, yang menyerang Gedung Capitol.

 

Jalan Kaki

Dulu, saya sering memilih berjalan kaki di kampus UUM, yang seluas 1 ribu hektar. Di sini, saya mereguk udara pagi, menikmati  kicauan burung, dan memasang telinga untuk mendengar deru air sungai tak jauh dari kantin Varsiti Mall. 

Jalan kaki lain adalah "long march" dari IAIN ke kebun binatang Gembira Loka karena diperintah oleh Pak Mashuri Arow, penggiat kawakan Reformasi. Karena tak lagi percaya pada mahasiswa, mahasiswa mengadu pada hewan. 

Ayo turun ke jalan agar kaki tidak kesemutan!


 

Tuesday, May 06, 2025

Siapa pun Bisa Bergembira

Saya apresiasi kegiatan perpus Universitas Nurul Jadid - UNUJA dengan pemutaran film setiap hari Sabtu. UKM bisa lahir dari aktivitas ini, Kine Klub. 

Film ini direkomendasikan teman dari UIAM, Prof Zainal. Ia berkisah tentang kegembiraan pekerja pembersih toilet.

Apa artinya? Apapun pekerjaan, sudut pandang yang bikin riang. Sayang, di tengah khalayak, status sosial dianggap sebagai penanda dari peringkat kebahagiaan. Itulah mengapa santri harus rajin mengaji kitab tasawuf di musala timur dan mendaras buku falsafah sebagai bekal menjadi manusia. Noktah.

 

Kebutuhan Asli

Keperluan tubuh itu tak bisa diabaikan. Dalam keadaan lapar dan haus, jiwa ini tak merasa nyaman, gundah, dan gelisah.

Materialisme bisa dibahas dengan kepala dingin apabila kita telah makan. Dalam keadaan lapar, kita sadar peri pentingnya materi (matter).

Hanya, setelah kenyang, kita perlu tenang. Membaca buku yg dipinjam dari perpustakaan dan mendengar musik dari radio Sinar FM, sambil menyeruput kopi itu sejenis spiritualisme. Keseimbangan itu mudah dan murah, bila kebutuhan dinikmati, dan hasrat dikawal. 

Dulu, saya menikmati kopi dengan pemanis susu cair. Namun, kini saya menggantinya dengan sedikit gula. Lagi-lagi, kontrol terhadap asupan berada di tangan setiap orang. 
 

Kue Tape

Dulu, saya makan tape goreng. Kini, kue berbahan tapai ini ditambah bahan yang lain. Saya membeli tambahannya kemarin di Toko Viki yang terletak di Jalan KH Zaini Mun'im.
Ada rasa lain. Tetapi, akarnya adalah tape, yang berasal dari singkong atau ubi kayu (sebutan Semenanjung) Bondowoso. Bila ramo' kokoh, pohon juga tidak mudah roboh. Selanjutnya, tampilan itu adalah soal selera dan estetika.

 

Warung Kelantan

Warung makan adalah medan  Selera yang mengusung budaya. Di sini, batas-batas tumpang tindih, baik menu ataupun tanda. Bayangkan, di sini, ada asupan dari Barat, Tionghoa, Melayu, dan Arab.

Kami menikmatinya di Jeli, Kelantan, perbatasan Thailand. Di sekitar sini, saya pernah berjumpa dengan dua TKW asal Madura. Tak mudah, kedua perempuan tegar ini tinggal jauh dari keluarga. Penginapan tempat kami menginap ditukangi oleh buruh dari Pulau Garam. 

Apa khalayak di Republik masih meributkan Islam Nusantara? Di sana, jus Nusantara laris. Produk lokal. Mau rasa, saya bawa?

 

Merenung Keseharian

Dengan membaca kembali buku Falsafah Harian ini, saya dapat menimbang saran teman-teman yang telah membahas tulisan, seperti apakah pijakan ...