Tuesday, September 23, 2025

Politik dan Kesejahteraan

1 Oktober 2009, dalam perjalanan pulang dengan kereta api dari Lapangan Terbang Internasional Kuala Lumpur ke Terminal Bis Puduraya, saya masih menemukan tulisan ABOLISH DSA! di pintu keluar stasiun Pasar Seni. Tulisan yang mungkin mulanya Abolish ISA! ini menandakan dua kekuatan besar yang sedang bertarung dalam dunia perpolitikan Malaysia, Najib dan Anwar.
Kini, gelanggang sudah berubah. Anwar menghadapi Muhyiddin Yasin, PN, wakil dari dapil Pagoh. Politik tidak pernah berubah, arena pertarungan antara para tokoh. Media pun berubah, tidak lagi coretan di dinding, tetapi di media sosial. Ngeri! di belantara ini, kata kasar, sumpah-serapah, dan makian berhamburan.
Tidak berbeda dengan kita. Warga meluahkan kejengkelannya dengan status di microblogging, seperti X, Facebook, dan Instagram. Ade Armando melihat kelompok 212 berada di balik gugatan terhadap ijazah majikannya dan grup lain pun menimpalinya dengan sengit. Bukankah HRS mendukung Prabowo Subianto? Itulah politik.
Kekuatan alternatif itu adalah warga yang waras. Mereka melihat kekuasaan adalah alat untuk mewujudkan kesejahteraan. Bila tidak bekerja, siapa pun bisa tumbang.

 

Monday, September 22, 2025

Kuliah


Kegiatan ini adalah kuliah yang disampaikan oleh banyak sarjana di Asia Tenggara, yakni Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina. Temanya tentang pengembangan pengetahuan, nilai, dan kerja sama untuk meningkatkan keterlibatan warga kampus. 

Dengan demikian, mahasiswa Universitas Nurul Jadid dan perguruan tinggi lain yang hadir dalam acara ini bisa melihat dari dekat pengalaman tetangga dalam kehidupan agama, baik di ruang publik dan pribadi. 

Pendek kata, pendidikan di kampus itu membuka diri pada pandangan praktisi, pegiat, dan pemangku kepentingan agar kehadiran civitas academica relevan dengan tantangan sekitarnya.  

Friday, September 19, 2025

Ngalap Berkah |

Abaikan rambut saya yang tak seperti biasa ketika berfoto, rapi jali, seperti Harmoko. Mas Yanuar, editor, memberitahu saya melalui WA bahwa di waktu rehat siang karyawan berjamaah. Ya, saya sempat melakukannya ketika berkunjung ke Mas Edi Mulyono. Tak hanya soal produksi pengetahuan, justru, perbincangan kami berkisar tentang masa depan pendidikan anak. Si sulung Mas Edi akan berkuliah ke negeri Matahari Terbit, tempat kelahiran Toshihiko Izutsu.

Tak terpikir, seusai sembahyang mereka berzikir dgn menyebut asma'ul husna, yang ditutup dgn sifat dua puluh. Setelah sekian tahun, baru kali ini saya melantunkan wujud, qidam, baqa' dst setelah salat bersama. Dulu, kami melakukannya di surau sesudah magriban. Kiai Tamhid dan teman-teman tetiba berlegar di kepala, betapa saya membesar dalam tradisi Asy'ari. Pengalaman ini semacam panggilan untuk merawat kebiasaan ini lagi.

Tak pelak, ketika menjelaskan aliran Kalam di kelas, ikatan emosional terpatri pada Asy'ari, seraya ide Mu'tazilah sering menggoda untuk diterokai. Apa mungkin kita beralih terbalik?

Kaus

Mas Hamzah Sahal, terima kasih kaos Alif, yg bermantra ujaran Mahmud Darwish, saya pakai. Ia (berada di dalam) mengikuti pesan Kiai Hasyim Zaini, Paiton, bermanfaat tapi tak menonjolkan diri.
Saya dan Pak Arsono, 43th, TKI asal Batang-Batang Sumenep Madura saling bercerita di atas ketinggian 10 ribu kaki. Saya tanya? Kenal Zawawi Imron? Budayawan Pak.
Meskipun lulusan SD, buruh ini tahu dunia dan berduduk di kursi deretan pertama AIR ASIA. Hidup pekerja!

 

Jejak Belajar Tafsir

Saya menyampaikan pada Mas Kiai Muhammad Mushthafa untuk membedah buku pertama kali di Annuqayah, tempat saya belajar tafsir. Akhirnya, janji ini bisa ditunaikan dengan baik. Dengan melibatkan mahasiswa Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Diskusi hidup dan menantang. Jelas, mereka adalah mahasiswa yang sungguh-sungguh mengambil jurusan tersebut. Kehadiran Dr Fatkhurrasyid sebagai pembanding telah menjadikan acara ilmiah tersebut makin bergizi.
Sebelumnya, saya dan Mas Ajimuddin Elkayani berjumpa dengan Pak Kiai Mohammad Husnan. Ikatan yang telah lama terpatri menjadikan pertemuan ini mudah memantik kehangatan. Sebagai orang yang dulu berkecimpung dalam organisasi kemahasiswaan, Kiai Husnan tentu tahu bagaimana mendorong mahasiswa INSTIKA untuk bergiat dalam program ekstrakurikuler.
Dengan mengambil tempat jauh dari kota, INSTIKA tetap berhasil menjadikan kampus ini tersambung dengan banyak negara, seperti Jerman dan Malaysia, dengan memanfaatkan jaringan internet untuk menghadirkan sarjana secara maya di ruang kelas Bukit Lancaran. Pendek kata, batas pusat dan pinggiran roboh berkat kegigihan Gus Muhammad Mushthafa.
Secara pribadi, ghirah di atas sejatinya lahir dari pesan almarhum Pak Kiai Abdul Warits Ilyas bahwa hubungan spiritual dan intelektual kiai-santri itu abadi.

 

Wednesday, September 17, 2025

Falsafah Harian

Kebetulan? Tidak. Pereka desain sampul memahami bahwa penulis adalah seorang tradisionalis-eksistensialis. Boleh jadi, sebutan terakhir itu hanya tempelan agar ada cantolan ke falsafah. Tetapi, apa pun label itu, ia mudah retak. Sebab, dalam kesendirian, saya tak tahu apakah kata cukup menggambarkan kenyataan.
Setidaknya, mitra dan lawan telah tahu di mana saya bertempat dan mengambil sikap. Dalam sebagian, saya menikmati keseluruhan hidup. Inilah autentisitas itu. Kita menjalani peran kita sebagai diri yang berada di sebuah ruang dan waktu.

Bila tercerabut, kita mungkin sedang mengimpikan utopia.

 

Monday, September 15, 2025


 Pengakuan pengaruh luar terhadap identitas dapat melonggarkan batas. Betapa lancung menegaskan jati diri seraya menutup diri sementara tanda-tanda yang menempel pada dirinya adalah pinjaman dari banyak sumber.

Bila hendak menjadi asli, kita bisa menjadi diri sendiri seraya berterima terhadap kehadiran orang lain. Kala berteman dengan seorang kiri, saya paham mereka juga menerima kanan, apa pun alasannya, sebab dalam titik tertentu manusia hendak sama-sama mencari keselamatan dan kesejahteraan.

Memilih aliran itu bisa didorong oleh perasaan, yang ditopang akal budi. Yunani adalah impian saya untuk menemukan pengalaman batin. Seperti dilukiskan oleh Daniel Klein dalam Travels with Epicurus: A Journey to a Greek Island in Search of a Fullfilled Life, menua itu selesai dengan duduk di tepi pantai sambil menyesap minuman. 


Menengok Dunia Luar