Foto ini diambil menjelang maghrib. Pengunjung belum berdesakan di pasar malam Sungai Dua. Seperti terlihat dalam gambar, para pedagang kecil itu menggelar lapak di badan jalan. Ada yang berjualan minuman, makanan, sayur, ikan dan banyak lagi. Saya memilih sore karena menghindari kesesakan. Mungkin agak aneh jika saya memberi judul mengunjungi Pasar Malam. Namun, begitulah adanya, meski mereka berkunjung sore hari, pasti menyebutnya pasar malam.
Saya membeli ayam, sayur kacang dan cabe, dan tak lupa pesanan ibunya Nabbiyya, jagung rebus tanpa olesan mentega, lalu pulang. Sesampai di rumah, kami pun bertukar cerita tentang harga kebutuhan yang mahal dibandingkan barang yang sama di Pasaraya Tesco. Apa benar? Ya, masak segenggam cabe dan seuntai kacang panjang RM 4? Di Tesco barang ini tidak akan semahal itu. Saya berhenti sejenak karena memang tak begitu memerhatikan perbandingan semacam ini. Bagi saya, keberpihakan pada pedagang kecil adalah wujud dari kesetiaan pada manusia, itu saja. Namun, gugatan ini tiba-tiba mengganggu, mengapa pedang kecil 'memeras' pelanggannya?
Tidak saja pasal keberpihakan, tetapi juga keharmonian. Di sana, saya bertemu dengan pedagang Melayu, India dan Tionghoa. Semua berbahasa Melayu dan kadang menjawab bahasa Inggeris jika pembelinya keluarga Arab yang belajar di Universiti Sains Malaysia. Aha, saya menemukan jawabannya, biarlah lebih mahal sedikit, tetapi di sana saya menemukan kebersamaan dan kebersahajaan. Mungkin ini juga perlu didiskusikan dengan ibunya si kecil.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Magriban
Sang ibu memotret kami sebelum beranjak ke masjid. Di sini, ada banyak anak dan ayah juga menunaikan salat bersama..
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Kami berdua salat di masjid tempat orang dewasa, remaja, dan anak-anak bersembahyang. Di sini, saf pertama bisa diisi oleh jamaah dari sega...
1 comment:
Pilihan sulit antara pasar raya dan TESCO. Kadang, kita perlu teguh pendirian untuk hal sebegini agar ia menjadi cermin pikiran kita.
Post a Comment