Wednesday, October 02, 2019

Batik

Selamat hari batik!

Saya mengambil kain ini di pagi hari bersama Zumi. Kemarin, Pak Situ, si penjahit, tak ada di rumah. Untuk ketiga kalinya, saya meminta lelaki penjual tape Bondowoso tersebut menjahit kain bermotif burung Cenderaasih yang merupakan hadiah dari kawan baik, Ismail S Wekke.

Selain itu, saya menunjukkan buku I Ngurah Suryawan, Jiwa yang Patah: Rakyat Papua, Sejarah Sunyi, dan Antropologi Reflektif, agar perayaan ini bukan sekadar soal baju, tetapi masalah pengetahuan, kemanusiaan dan kebangsaan.

Lebih jauh, simbol itu bukan sekadar tanda, tetapi juga makna. Kain itu seeloknya diproduksi oleh kita sendiri, sehingga produk massa itu bermanfaat untuk banyak orang. Pada gilirannya, kita akan memenuhai kebutuhan-kebutuhan sendiri. 

No comments:

Malam Minggu

Kami makan malam di warung Kitoz, tak jauh dari rumah. Sambil berjalan kaki, kami ngobrol ke sana ke mari diiringi sinar bulan. Dalam hitung...