Saturday, October 19, 2019

Kapal Baterai

Dulu, saya juga bermain kapal-kapalan  yang digerakkan dengan tekanan minyak yang dibakar, bukan baterai. Kini, anak-anak tinggal membeli dan menekan tombol hidup agar mainan ini berjalan mengitari ember.

Apa lacur, tak perlu waktu lama, layar yang terbuat dari kertas basah dan koyak. Tak hanya itu, kapal ini ditekan ke dasar sehingga badannya kemasukan air. Baterai terlepas dan mogok.

Dengan obeng saya membukanya dan memasangnya kembali. Tapi, si kecil tak lagi tertarik bermain, malah pindah ke truk yang bisa dimuati pasir. Kata kunci yang sering didengar adalah saya bosan. Eh, si kecil ini sudah menjadi eksistensialis? Hehe

No comments:

Timus

  Menikmati gorengan dan kopi bersama istri di dapur setelah memotong rumput di halaman. Ngobrol ke sana ke mari menjadikan sore menyenangka...