Tuesday, October 31, 2023

Dari Populisme ke Anarkisme

Kami dan BEM se-Probolinggo akan membicarakan buku ini di perpustakaan daerah. Di tengah sinisme pada apatisme mahasiswa pada aktivisme, buku in hendak menyodorkan cerita sebaliknya.
Berbeda dengan Arie Sujito yang menganggap pengarang telah mati, saya justru hadir ingin mendengar sendiri bagaimana Khalid Boyan menghidupkan tulisannya dalam pertunjukan wicara nanti.
Perjumpaan bahasa lisan dan tulisan senantiasa menyuguhkan panggung yang memungkinkan penafsiran terhadap coretan lebih dramatis.
Setelah pulang pada diri masing-masing, setiap individu seeloknya bergerak untuk memiliki makna bersama. Bila tidak, kepahaman hanya sekadar igauan.

 

No comments:

Do We Have Free Will?

Di dapur, saya membaca kembali isu lama tentang kehendak bebas. Sambil menikmati pisang goreng dan kopi, saya mengingat kembali apa yang did...