Thursday, May 22, 2025

Warung Pecel Madiun

Warung pecel Madiun di Paiton beralmanak Maiyah. Seraya membaca Jared Diamond, "Dunia Hingga Kini", saya pikir identitas itu bukan batas. Kebetulan sang anak merupakan penggemar Cak Nun. Wajar, ia menempel penanggalan di dinding kedai si emak.

Kita sejatinya merayakan banyak kata. Menonjolkan satu tanda adalah sia-sia. Pada diri kita, pelbagai lambang menumpuk secara tumpang-tindih.

Saya pun memiliki kenangan yang kuat tentang Padang Bulan. Penulis Slilit Sang Kiai ini piawai berkata lisan dan tulisan. Pengalaman dan pengetahuannya menyodorkan cara berbeda dalam memahami peristiwa. 

 

No comments:

Hari ke-23 (Kopi Sachetan)

Selain soda gembira, kami menikmati minuman kopi ini kala kos dulu. Coklat granul? Ah, saya pun tak tahu dari mana dan bagaimana ia dibuat. ...