Tadi, saya pun sempat melewati masjid sebelah kuburan yang menggelar istighatsah. Sang imam mengirim fatihah ke banyak tokoh. Ada tiga orang ibu yang duduk di teras mengikuti kegiatan ini. Setiap orang merayakan batinnya.
Monday, April 13, 2026
Pagi
Kita bisa mereguk udara segar dan menikmati semburat jingga. Sambil merentangkan tangan, kita menarik napas dalam-dalam untuk meraup oksigen sebanyak mungkin.
Seusai subuh, Pak Slamet dan Pak Warno jalan kaki menyusuri kampung. Saya bertemu di depan rumah Pak Haris kala gelap masih menggelayuti kampung.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Merenung Keseharian
Dengan membaca kembali buku Falsafah Harian ini, saya dapat menimbang saran teman-teman yang telah membahas tulisan, seperti apakah pijakan ...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Kami berdua salat di masjid tempat orang dewasa, remaja, dan anak-anak bersembahyang. Di sini, saf pertama bisa diisi oleh jamaah dari sega...

No comments:
Post a Comment