Saturday, July 25, 2026

Pak Qamar dan Yasinan

 

Seusai Yasinan, kami bercengkerama di teras masjid. Suguhan kopi yang dibawa oleh Pak Qamar menjadikan percakapan kami memiliki arti. Pak Fadhol, Pak Sururi, Pak Budi, dan Pak Qamar bercerita tentang apa yang pernah dialami ketika menyetir kendaraan. Do sini, kopi bukan sekadar komoditas, ia adalah media percakapan..

Lalu, kisah lain saling bersahutan untuk menikmati malam. Hakikatnya kegiatan ini membantu warga untuk berhenti sejenak dari keseharian di rumah dan keasyikan pekerjaan. Ia menjadi ruang berbagi yang berkait dengan keadaan masing-masing warga untuk dapat menyuburkan kepeduliaan. 

Bukankah di doa sebelum membaca Yasin, Pak Haji Fauzan senantiasa memanjatkan permintaan pada Allah untuk keselamatan dan kesehatan jemaah dan warga RT? Permohonan ini tentu berbuah tindakan, karena kebanyakan warga adalah penganut mazhab Asyariyyah. 

No comments:

Warung Kopi

Dalam perjalanan pulang dari sekolah, Biyya minta mampir ke pasar mini untuk membeli roti. Saya pun menunggu di warkop yang menyediakan empa...